Senjata Mematikan Diamankan dari Komplotan Narkoba Golden Triangle

Senjata Mematikan Diamankan dari Komplotan Narkoba Golden Triangle

Wisma Putra - detikJabar
Kamis, 16 Okt 2025 13:00 WIB
Barang bukti senpi dengan peluru AK-47 yang bisa membuat nyawa melayang
Barang bukti senpi dengan peluru AK-47 yang bisa membuat nyawa melayang (Foto: Wisma Putra/detikJabar)
Bandung -

Sepucuk senjata api (Senpi) rakitan dengan peluru AK-47 diamankan dari salah satu tersangka komplotan penyalahgunaan narkoba jaringan internasional yang ditangkap Ditresnarkoba Polda Jabar.

Senpi itu dipamerkan Dirresnarkoba Polda Kombes Pol Albert RD dalam konferensi pers pengungkapan kasus sabu seberat 17,5 kilogram.

"Senjata api ini memang kategori rakitan, tapi pelurunya menggunakan kaliber 7,62, peluru AK-47," kata Albert di Mapolda Jabar, Kamis (17/10/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Albert, senpi berpeluru AK-47 ini sangat berbahaya, apalagi dipegang oleh pengedar narkoba yang di mana senpi itu bisa melukai bahkan menghilangkan nyawa orang lain.

"Tidak ada urusan kalau mereka sudah berani mempersenjatai diri untuk membela diri, kita akan dua kali lebih melaksanakan tindakan tegas dan terukur," tegas Albert.

ADVERTISEMENT

Albert menyebut, 17,5 kilogram sabu yang dibungkus dengan kemasan teh China, bertuliskan tulisan huruf China dan berisikan gambar bintang lima berasal dari jaringan Golden Triangel.

"Untuk barang ini diduga berasal dari jaringan Golden Triangle - wilayah segitiga emas, China, Myanmar, Thailand, Malaysia, masuk lewat Jakarta lalu ke Jawa Barat," ungkapnya.

Tak hanya menampilkan barang bukti 17,5 kilogram sabu. Ditresnarkoba Polda Jabar juga amankan 19 kilogram ganja dari satu laporan polisi (LP) lainnya yang berhasil diungkap polres jajaran Polda Jabar.

Pengungkapan Narkoba di Bulan Oktober

Albert menyebut, sepanjang Bulan Oktober 2025 pihaknya telah berhasil mengamankan sabu atau metamfetamin 21,5 kilogram, ekstasi 79 butir, ganja 38.8 kilogram dan tembakau sintetis 6,7 kilogram, obat-obatan keras tertentu sebanyak 1.797 butir.

"Ini menunjukkan bahwa jajaran reserse narkoba seluruh Jawa Barat tidak main-main dalam penanganan pemberantasan narkoba," ujarnya.

"Sesuai dengan program Asta Cita Bapak Presiden Prabowo Subianto menuju era generasi Indonesia Emas 2045, kita tidak bisa membiarkan jaringan atau pengedar ini tetap mengedarkan narkotika di wilayah tanah Pasundan ini," pungkas Albert.

(wip/yum)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads