Artikel ini mengandung konten eksplisit tentang kekerasan ekstrem yang dapat memicu kondisi emosi dan mental pembaca. Kami menyarankan Anda tidak meneruskan membacanya jika mengalami kecemasan dan meminta bantuan profesional.
Minggu (30/6/2024) lalu, warga Desa Sancang, Kabupaten Garut digegerkan dengan aksi seorang pemuda diduga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) bernama Erus (23). Ia diamankan setelah nekat membunuh seorang seorang pria berkumis dan memutilasinya.
Bahkan yang mengerikan, Erus diduga melakukan aksi kanibalisme kepada korbannya. Dia ditengarai ikut memakan daging korban yang dibunuhnya, setelah video aksi mutilasi tersebut viral dan tersebar di media sosial.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam sejumlah video berdurasi 31 detik yang beredar itu, Erus terlihat memakan sesuatu persis di samping jasad korban. Erus terlihat dengan jelas memakan sesuatu dari tubuh korban. Bahkan, pada video tersebut, Erus mengulanginya sebanyak 2 kali.
Aksi Erus tersebut kemudian ditimpali oleh seorang pria yang berada di balik layar video. "Ngeunah heueh ? hah ? ngeunah didaharan? (Enak ya ? hah ? enak makan itu)," ujar pria tersebut.
Tapi kemudian, polisi belum bisa memastikan apa yang sedang Erus lakukan. Kasat Reskrim Polres Garut AKP Ari Rinaldo hanya membenarkan beredarnya video saat Erus diduga memakan daging korban.
"Dalam video tersebut memang terlihat tersangka memakan sesuatu yang ada di tubuh korban. Namun kami tidak bisa memastikan jika yang dimakan adalah potongan tubuh korban," kata Ari kepada detikJabar, Selasa (2/7/2024).
"Kemudian berdasarkan hasil autopsi juga kami tidak menemukan adanya organ tubuh korban yang hilang," katanya menambahkan.
Ari menjelaskan, menurut pengakuan tersangka, korban dimutilasi menjadi 12 bagian. Hal tersebut kemudian diperkuat berdasarkan hasil olah TKP dan otopsi yang dilakukan polisi.
"Di lokasi kami menemukan dua potongan tubuh, yakni badan dan kepala sampai pinggang, serta bokong. Di dalam karung, ada 10 potongan tubuh korban lainnya," katanya.
Jasad korban saat ini berada di RSUD dr. Slamet Garut untuk diteliti lebih lanjut. Sementara tersangka saat ini rencananya akan dibawa ke RS Sartika Asih Bandung untuk dites kejiwaannya.
"Kami juga sedang melakukan upaya untuk mencari identitas korban," pungkas Ari.
Pertanyaan kemudian muncul. Jika Erus pada akhirnya terbukti mengalami gangguan kejiwaan, dari mana pisau yang digunakannya untuk memutilasi korban itu berasal?
AKP Ari menyebut, hingga saat ini pihaknya masih menyelidiki asal-usul pisau yang digunakan Erus untuk membunuh korbannya.
Namun, berdasarkan penyelidikan di tempat kejadian, lokasi tempat pembunuhan itu berada di sebuah garasi kosong yang biasa digunakan pandai besi membuat berbagai hal. Termasuk pisau dan golok. "Diduga pisaunya dari situ," pungkasnya.
(ral/iqk)