5 Fakta Pengirim Paket dari Indramayu Terkait Ledakan di Sukoharjo

5 Fakta Pengirim Paket dari Indramayu Terkait Ledakan di Sukoharjo

Sudirman Wamad - detikJabar
Selasa, 27 Sep 2022 08:10 WIB
Suasana di sekitar TKP ledakan di Asrama Brimob Grogol Indah Sukoharjo, Minggu (25/9/2022).
Suasana di sekitar TKP ledakan di Asrama Brimob Grogol Indah Sukoharjo, Minggu (25/9/2022). (Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng)
Bandung -

Polisi mengamankan warga Indramayu berinisial SJ terkait ledakan di asrama polisi (aspol) Sukoharjo, Jawa Tengah. SJ diduga mengirimkan paket yang jadi sumber ledakan.

Siapakah SJ dan apa isi paket yang dikirimnya? Berikut fakta-fakta mengenai SJ dan kaitannya dengan ledekan di aspol Sukoharjo.

Pengirim Punya Perusahaan


Kasat Reskrim Polres Indramayu AKP Fitran Romajimah menjelaskan, polisi telah meminta keterangan terhadap SJ, pemilik CV Mandiri yang tercantum dalam paket tersebut. Pemeriksaan dilakukan sejak petugas menerima informasi dari Jawa Tengah.

"Awalnya pada Minggu pukul 18.00 WIB, terkait adanya ledakan di area asrama Polda Jateng, yang kemudian di TKP ada paket pengirim dari CV Mandiri Kabupaten Indramayu, melalui jasa ekspedisi," kata AKP Fitran Romajimah, Senin (26/9/2022).

Paket Dikirim 1,5 Tahun Lalu

Dari informasi tersebut, Polres Indramayu mengamankan SJ, warga Kecamatan Jatibarang, Indramayu untuk dimintai keterangan. Berdasarkan keterangan dari polisi, paket itu rupanya telah dikirimkan sejak kurang lebih 1,5 tahun yang lalu.

"Saudara SJ membenarkan bahwa paket tersebut dikirim oleh saudara SJ pada tanggal 20 April 2021," tutur Fitran.

Selain itu, Polres Indramayu juga memeriksa riwayat pengiriman paket tersebut. Hal itu dilakukan untuk memperkuat jawaban dari pengirim (SJ).

"Kita juga cek melalui riwayat pengiriman akun toko jual beli online akun toko online yang mana sebelumnya saudara SJ mendapatkan pesanan dari pemilik akun atas nama bagong1199 dengan pemilik saudara AR dengan alamat Kulon Harjo, Klaten, Jawa Tengah," ujar Fitran.

Isi Paket

Fitran juga menjelaskan, paket yang dipesan warga Klaten Jawa Tengah itu berisi 50 batang sumbu kembang api.

"Isi kotak bungkus tersebut adalah sumbu kembang api, panjang 1 meter dengan isi 50 batang. Dijual dengan harga sekitar Rp 100.000," ujar Fitran.

Perusahaan Bahan Kimia

SJ diketahui merupakan Direktur CV Mandiri. Dari hasil pemeriksaan, petugas memastikan perusahaan milik SJ tersebut terdaftar di lembaga perizinan. Perusahaan CV Mandiri bergerak di bidang bahan kimia (chemical).

"Sudah kami cek terdaftar di lembaga perizinan. Usahanya di bidang chemical," singkat Fitran.

Tak Lagi Beroperasi

Polisi mengungkap perusahaan CV Mandiri di Indramayu yang mengirim paket hingga meledak di Aspol Sukoharjo. Perusahaan tersebut ternyata sudah tak beroperasi.

Keterangan yang diperoleh dari SJ, Kasat Reskrim Polres Indramayu, AKP Fitran Romajimah menjelaskan perusahaan bernama CV Mandiri tersebut diakui sudah tidak beroperasi. Tidak dijelaskan rinci waktu berhentinya usaha tersebut.

"Dari keterangan SJ, perusahaannya sudah tidak berjalan," ujar Fitran.

Seperti diberitakan sebelumnya, ledakan terjadi di asrama polisi Sukoharjo. Seorang polisi terluka dan dilarikan ke rumah sakit. Ledakan di asrama polisi Sukoharjo atau Asrama Brimob Grogol Indah Sukoharjo itu bersumber dari paket kardus.

Paket berisi bahan petasan yang meledak di kawasan asrama Brimob Grogol Sukoharjo Minggu (25/9) petang disebut berasal dari Indramayu. Paket itu disebut merupakan hasil sitaan polisi setahun lalu. Namun hingga kini, belum ada penjelasan mengapa barang sitaan itu bisa berada di Aspol Sukoharjo.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi mengatakan, pihaknya masih menelusuri penyebab paket sitaan itu bisa berada di Aspol Sukoharjo.

"Itu masih kita dalami, tapi anggota yang lain sudah kita periksa. Bahwa itu benar barang bukti tahun 2021, sebelum lebaran diregister Polresta juga benar ada pengamanan," ujar Luthfi.

(sud/yum)