Dukun Bunuh Pria Karawang dengan Nisan Kuburan demi Kuasai Harta

Dukun Bunuh Pria Karawang dengan Nisan Kuburan demi Kuasai Harta

Irvan Maulana - detikJabar
Sabtu, 24 Sep 2022 12:02 WIB
Ilustrasi: pembunuhan, mayat, bunuh diri, garis polisi, police line
Ilustrasi (Foto: Ilustrasi/Thinkstock)
Karawang -

Seorang buruh berinisial U (54) menjadi korban pembunuhan yang dilakukan seorang dukun berinisial KS di Karawang. Korban yang berniat menggandakan uang, dibunuh di tempat pemakaman umum (TPU) ketika bersemedi atas saran pelaku.

Kasat Reskrim Polres Karawang AKP Arief Bastomy mengatakan, kejadian tersebut terjadi di area tempat pemakaman umum (TPU) Desa Kutagandok, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang, Jumat (9/9/2022) malam.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku sengaja menghabisi nyawa korban untuk mengambil uang serta barang berharga lainnya. "Pelakunya ternyata dukun itu, dikarenakan pelaku sedang mempunyai hutang kepada rentenir, ia lantas merayu korban untuk menggandakan uang dengan cara bersemedi di tempat sepi yakni TPU itu," katanya Sabtu, (24/9/2022).


Arief mengatakan kejadian tersebut bermula saat korban hendak menggandakan uang kepada pelaku. Kemudian pelaku menganjurkan korban untuk melakukan semedi di TPU. Pelaku yang mengaku dukun, berjanji akan menggandakan uang yang dibawa korban sebesar Rp 10 juta menjadi Rp 30 juta.

"Awal mula kejadian pada hari Kamis tanggal 8 September 2022, sekira pukul 21.30 WIB, korban berpamitan kepada pelapor (istri) untuk pergi keluar dengan mengendarai sepeda motor," ujarnya.

Istri korban yang menaruh curiga mencoba menghubungi U, namun ponsel sang suami tidak aktif. "Siang hari Jumat 9 September 2022, istrinya lalu mencari korban sampai pada sore hari sekira pukul 17.00 WIB, keluarga mendapat informasi bahwa korban sudah ditemukan di TPU Desa Kutagandok dalam keadaan sudah meninggal dunia," kata dia.

Kemudian, korban dihabisi dukun pengganda uang dengan cara dipukul di bagian kepala menggunakan batu nisan makam berkali-kali.

Dari tempat kejadian perkara (TKP), polisi mengamankan barang bukti berupa 1 buah jas hujan warna biru, 1 buah kaos dalam warna putih, 1 buah celana, 1 buah kemeja, 2 pasang sandal, 1 buah botol air mineral, 1 buah celana dalam, 1 buah sarung warna, 1 buah Kayu nisan, 2 buah batu, 1 buah celana, 1 buah kaos loreng, 1 buah jaket loreng, 2 buah bungkus obat kuat, 1 lembar surat perjanjian.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan pasal Pasal 338 KUHPidana dan atau Pasal 340 KUHPidana dan atau Pasal 365 ayat (3) KUHPidana tentang pembunuhan berencana dan atau Pencurian dengan Kekerasan. "Pelaku terancam pidana maksimal seumur hidup penjara, pembunuhan ini dilakukan oleh orang yang dikenal oleh korban, dimana pelaku merupakan guru spiritual korban," katanya.

(iqk/iqk)