Kabar Nasional

Ferdy Sambo Bicara Tanggung Jawab Hingga Mau Bebaskan Eliezer

Tim detikNews - detikJabar
Selasa, 23 Agu 2022 22:30 WIB
Polri bersinergi dengan Komnas Ham untuk menyelesaikan berbagai masalah yang melibatkan penegak hukum dengan membuka aplikasi pengaduan untuk masyarakat.
Irjen Ferdy Sambo (Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Irjen Ferdy Sambo mengaku bersalah kepada Komnas HAM lantaran sudah memerintah Bharada Richard Eliezer menembak Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J hingga tewas. Sambo mengaku ingin membebaskan Bharada E dari jeratan hukuman.

"Dia bilang begitu (ingin bebaskan Bharada E). Makanya kita lihat saja nanti. Tapi yang paling pokok saya kira tugas pengacaranya Richard untuk harus memperjuangkan itu (kebebasan), Saudara Ronny supaya dia bisa membela hak-hak, bahwa dia sudah mengaku kan kita tidak bisa bilang dia tidak melakukan tindak pidana. Tapi kan dengan pembelaan-pembelaan hak-hak dia sebagai terdakwa nanti, mudah-mudahan, hakimlah yang memutuskan," ujar Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik sebagaimana dilansir dari detikNews, Selasa (23/8/2022).

Taufan mengaku dirinya berbincang dengan Ferdy Sambo terkait Bharada E yang diperintah menembak Brigadir J. Menurut Taufan, Sambo mengakui dirinya salah.


"Makanya waktu itu saya tanya sama dia (Ferdy Sambo), setelah pertanyaan pokok dan sampingannya kalau saya tanya, 'kamu merasa nggak kalau kamu sudah menjadikan anak buahmu yang masih muda jadi terikut masalah ini lah', 'iya pak saya salah, nanti saya tanggung jawab semuanya', 'benar ya?' Saya bilang. 'Kasihan ini anak muda', begitu. Itu sebetulnya pertanyaan pokoknya kan bukan di situ, 'Apa yang kamu lakukan?' Kan begitu," kata Taufan.

Dalam kasus ini, Bareskrim Polri telah menetapkan lima orang sebagai tersangka. Mereka adalah Bharada Richard Eliezer atau Bharada E, Irjen Ferdy Sambo, Bripka Ricky Rizal, Kuat Ma'ruf, dan Istri Ferdy Sambo Putri Candrawathi.

Pada Jumat (8/7), Bharada E diperintah Ferdy Sambo untuk menembak Brigadir J. Selain memerintah, mantan Kadiv Propam itu diduga merekayasa kronologi kasus pembunuhan seolah-olah terjadi baku tembak antara Bharada E dan Brigadir J di rumah dinasnya.

Sementara itu, Bripka RR dan KM berperan ikut membantu dan menyaksikan penembakan Bharada E terhadap korban. Sedangkan peran Putri adalah mengikuti skenario awal yang telah dirancang Sambo.



Simak Video "Irjen Ferdy Sambo Terancam Hukuman Mati"
[Gambas:Video 20detik]
(dir/dir)