Polisi Turun Tangan Usut 2 Pria Sukabumi Ditipu Penyalur Kerja ke Laos

Siti Fatimah - detikJabar
Rabu, 10 Agu 2022 12:27 WIB
Ilustrasi pekerjaan
Ilustrasi pekerjaan (Foto: Shutterstock)
Sukabumi -

Polisi merespons kasus dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) ke Laos. Diketahui, dua orang pria asal Kota dan Kabupaten Sukabumi diduga menjadi korban human traficking ke luar negeri dengan diiming-iming upah besar.

Kapolsek Citamiang Resor Sukabumi AKP Arif Saptaraharja mengatakan, sementara ini baru mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak, termasuk dari pihak keluarga korban AF (28) warga Kota Sukabumi.

"Saya sedang kumpulkan bahan keterangannya dulu, periksa dulu semua. Pertama itu disuruh sama siapa, diperiksa dulu nanti hasilnya kita infokan," kata Arif saat dihubungi detikJabar, Rabu (10/8/2022).


Dia mengatakan, baru mendapatkan informasi bahwa korban di Laos sudah bekerja dan ingin pulang ke Indonesia. Hanya saja, para korban tidak dapat keluar apartemen, kebutuhan makan sehari-hari disediakan seadanya oleh pihak perusahaan.

"Kalau saya terima keterangan di sana dia sudah kerja dan ingin pulang. Pada saat update itu dia sebelum ditempatkan di mes, sekarang mah orang tuanya hariwang. Makanya sedang dikumpulkan (bahan keterangan)," sambungnya.

Sekedar informasi, AF (28) pria asal Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) atau penipuan penyalur kerja ke Laos. Dia curhat di media sosial terkait kondisinya di sana dan berharap mendapatkan pertolongan.

"Minta doanya dan sharenya mumpung ada koneksi karena komunikasi dibatasi. Saya dan teman saya jadi korban perdagangan manusia di Laos," tulis AF dikutip, Selasa (9/8/2022).

Lebih lanjut, ia juga menceritakan kronologi singkatnya bisa menjadi korban TPPO. Mulanya ia ditawari pekerjaan ke Thailand namun ternyata dipindahkan ke Laos.

"Kronologi mau dipekerjakan di Thailand malah disebrangkan ke Laos lewat sungai Mekong, di gedung ini saya tidak bisa keluar dan dikurung, mau makan pun susah karena mengandung babi. Jadi susah makan," ujarnya.

Dalam postingan itu, ia juga men-tag beberapa pejabat negara mulai dari Polres Sukabumi Kota, Gubernur Jabar Ridwan Kamil hingga Presiden Joko Widodo.

"Semoga pihak Divisi Humas Polri Polres Sukabumi bisa menolong saya teman saya dan warga Indonesia di sini yang terjebak jadi korban perdagangan orang bisa keluar dari gedung ini. Ridwan Kamil, Presiden Joko Widodo, Kepala BP2MI RI, Humas Polres Sukabumi Kota," lanjutnya.



Simak Video "Ini Tampang Pembunuh Driver Ojek di Sukabumi"
[Gambas:Video 20detik]
(dir/dir)