Kabar Nasional

Jawab LPSK, Pengacara Sebut Bharada E Biasa Pegang Senjata

Tim detikNews - detikJabar
Sabtu, 06 Agu 2022 09:21 WIB
Tersangka kasus Brigadir J, Bharada E ditahan di Bareskrim. Bharada Eliezer resmi jadi tersangka penembakan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat (Brigadir J).
Tersangka kasus Brigadir J, Bharada E ditahan di Bareskrim. Bharada Eliezer resmi jadi tersangka penembakan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat (Brigadir J). (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Lembaga Perlindungan Saksi Korban (LPSK) menyebut bila Bharada E tak jago menembak. Hal ini dipertanyakan oleh Andreas Nahot Silitonga kuasa hukum Bharada E.

Andreas menyebut kliennya itu ahli di bidang tembak. Sebab, kata dia, sebagaimana dilansir detikNews, Bharada E sudah mendapat pelatihan menembak sejak di Brimob pada 2019.

Andreas menekankan Bharada E merupakan anggota Brimob sebelum bertugas menjadi ajudan Irjen Ferdy Sambo. Saat bertugas sebagai anggota Brimob, Bharada E, disebutnya, telah mendapatkan pelatihan untuk menggunakan berbagai macam senjata.


"Yang saya ketahui, Bharada E ini kan sopir. Cuma dia sopir yang diambil dari Brimob dan dia sudah bergabung menjadi anggota Brimob itu sejak 2019. Sehingga sejak 2019 dia sudah menerima pelatihan-pelatihan sebagaimana anggota Brimob lainnya. Salah satu latihannya latihan menembak," ungkapnya saat dihubungi, Jumat (5/8/2022).

"Dan itu berbagai macam senjata yang dilatih untuk dia, sehingga pada waktunya kemarin itu dia mengikuti seleksi untuk menjadi sopir ajudan. Dari enam yang terpilih dua, dia salah satunya. Dan dia ditugaskan ada Kadiv Propam pada waktu itu, ya, Pak Ferdy Sambo," sambung Andreas.

Berdasarkan pengakuan Bharada E, sambung Andreas, dia latihan menembak sebulan dua kali. Karena itu, kata Andreas, Bharada E sudah lebih dari 48 kali melakukan latihan menembak.

"Jadi kalau dibilang dia tidak jago menembak, ya gimana? Parameternya apa? Yang pasti disampaikan kepada saya, dalam sebulan, ada dua kali dia latihan menembak. Nah, kalau sebulan dua kali, dalam setahun kan sudah 24 kali, sudah dua tahun, sudah 48 kali. Demikian kalau ditambah-tambah terus. Jadi saya rasa pernyataan LPSK mohon didasari sesuatu yang ilmiah yang logis. Kalau memang seperti itu, parameternya apa," tuturnya.

Oleh karena itu, dia mempertanyakan pernyataan LPSK yang menyebut Bharada E tak jago menembak. Dia mempertanyakan parameter apa yang digunakan LPSK dalam mengambil kesimpulan.

"Saya mau tahu juga, LPSK memberikan statement itu, sudah melakukan apa namanya... riset seperti apa? Kan gitu. Kalau dibilang tidak jago menembak, parameternya seperti apa? Terus kalau misalnya dibilang lebih jago Brigadir J, itu parameternya lagi apa? Kan gitu," kata Andreas.



Simak Video "Bharada E Dijerat Pasal Pembunuhan di Kasus Tewasnya Brigadir J"
[Gambas:Video 20detik]
(dir/dir)