Pengacara Ungkap Kondisi Istri Penginjak Al-Qu'ran Sukabumi

Siti Fatimah - detikJabar
Kamis, 04 Agu 2022 19:32 WIB
Sidang pasutri penginjak Al-Quran di Sukabumi.
Foto: Sidang pasutri penginjak Al-Qura'an di Sukabumi (Siti Fatimah/detikJabar).
Sukabumi -

Kuasa Hukum terdakwa istri penginjak Al-Qu'ran, Dasep Rahman Hakim mengungkap kondisi Silfi Latifah (24). Diketahui, Silfi didakwa sebagai penyuruh dan pengunggah video konten menginjak Al-Qu'ran yang dilakukan oleh suaminya, terdakwa Cep Dika Eka (25).

Dasep mengatakan Silfi merupakan ibu dari satu anak. Saat ditangkap pada Mei 2022 lalu, anaknya masih berusia 6 bulan dan masih membutuhkan Air Susu Eksklusif (ASI).

"Yang sangat kita khawatirkan (status ibu menyusui) waktu itu saya coba ajukan penangguhan penahanan demi kemanusiaan karena saudara Silfi mempunyai anak pada waktu itu usianya 6 bulan. Konteksnya anak butuh air susu eksklusif dan Silfi pun sempat mengalami kesakitan selama ditahan, mungkin biasa menyusui, terus tidak," kata Dasep kepada detikJabar saat ditemui usai persidangan di PN Kota Sukabumi, Kamis (4/8/2022).


Lebih lanjut, karena tak mendapatkan ASI eksklusif, sang anak sempat sakit. Pihaknya juga pernah mengajukan penangguhan penahanan ke Polres Sukabumi Kota namun tidak diizinkan.

"Anaknya pun sempat sakit demam diare, peralihan dari susu ibu ke susu formula. Sempat kita mohonkan penangguham penahanan tetapi tidak dikabulkan," ucapnya.

Kondisi tersebut, kata dia, akan digunakan sebagai pembelaan di agenda pleidoi mendatang. Saat ini, Silfi sudah ditahan di Lapas Kelas II B Sukabumi bersama suaminya, terdakwa Cep Dika Eka. Di persidangan juga terlihat, pasangan suami istri itu hadir secara virtual dengan menggunakan pakaian islami.

"Semenjak itu bergulir, tetapi di sini untuk di persidangan mungkin akan kita kaitkan di dalam pembelaan kami di pleidoi. Kalau sekarang sudah di pindah ke Lapas, sudah hampir satu minggu," ujarnya.

Pada agenda persidangan selanjutnya, pihak pengacara akan menghadirkan saksi yang meringankan (A de Charge) untuk terdakwa Silfi. Salah satu yang masuk kategori, kata dia, berasal dari keluarga Silfi.

"Kita akan menghadirkan 2 saksi, kita lagi pertimbangkan dan lagi kita kondisikan siapa-siapa saja saksinya yang akan kita hadirkan. Salah satu ada keluarga Silfi yang tidak sedarah tapi masih ada kaitan family akan kita hadirkan," kata Dasep.

(mso/mso)