Respons KPK soal MA Cabut Hak Politik Aa Umbara

Dony Indra Ramadhan - detikJabar
Jumat, 15 Jul 2022 20:06 WIB
Bupati Bandung Barat Aa Umbara
Aa Umbara (Foto: Whisnu Pradana/detikJabar)
Bandung -

Mahkamah Agung (MA) mencabut hak politik Bupati Bandung Barat nonaktif Aa Umbara. KPK mengapresiasi putusan MA tersebut.

Pencabutan hak politik tersebut berdasarkan putusan kasasi yang diketok hakim MA. Dalam putusannya, hakim menyatakan pidana tambahan Aa Umbara berupa pencabutan hak politik selama 5 tahun.

"Kami apresiasi majelis hakim MA yang mengabulkan permohonan kasasi jaksa KPK," ucap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada detikJabar, Jumat (15/7/2022).


KPK menilai putusan hakim MA tepat untuk mencabut hak politik dari Aa Umbara. Hal ini sesuai dengan tuntutan jaksa KPK.

"Terutama dalam hal dikabulkannya pencabutan hak politik terdakwa sebagaimana tuntutan tim jaksa KPK," kata dia.

Atas putusan tersebut, Ali mengatakan perkara sudah berkekuatan hukum tetap. Pihaknya siap melakukan eksekusi atas putusan tersebut.

"Dengan demikian saat ini putusan dimaksud telah berkekuatan hukum tetap dan berikutnya jaksa eksekutor KPK akan laksanakan putusan dimaksud," tuturnya.

Seperti diketahui, Mahkamah Agung (MA) mencabut hak politik Bupati Bandung Barat nonaktif Aa Umbara. Pencabutan hak politik imbas korupsi dana bantuan sosial (bansos) COVID-19 yang dilakukan oleh Aa Umbara.

Pencabutan hak politik tersebut berdasarkan putusan hakim MA atas kasasi yang diajukan KPK maupun Aa Umbara. Putusan dibacakan oleh hakim yang diketuai Eddy Army dengan dua anggota yakni Yohanes Priyana dan Ansori.

"Memperbaiki Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Tinggi Bandung Nomor 43/PID.TPK/2021/PT BDG tanggal 14 Januari 2022 yang menguatkan Putusan Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Bandung Nomor 155/Pid.Sus-TPK/2021/PN Bdg tanggal 4 November 2021 tersebut mengenai pidana tambahan menjadi menjatuhkan pidana tambahan berupa pencabutan hak Terdakwa untuk dipilih dalam jabatan publik selama 5 (lima) tahun sejak Terdakwa selesai menjalani pidana," kata jubir MA, hakim agung Andi Samsan Nganro, kepada detikcom, Jumat (15/7/2022).



Simak Video "Begal Dikeroyok Warga di Bandung, Disebut Sempat Todongkan Pistol"
[Gambas:Video 20detik]
(dir/dir)