Jejak Darah dan Kematian Tragis 2 Wanita di Ujunggenteng Sukabumi

Jejak Darah dan Kematian Tragis 2 Wanita di Ujunggenteng Sukabumi

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Rabu, 22 Jun 2022 09:59 WIB
Garis polisi terpasang di warung tempat penemuan mayat wanita di Sukabumi
Garis polisi terpasang di warung tempat penemuan mayat wanita di Sukabumi (Foto: Istimewa).
Sukabumi -

Dua wanita inisial A (54) dan AD (18) ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan. Meski berbeda lokasi, jasad keduanya ditemukan nyaris bersamaan dengan luka di sejumlah tubuhnya.

Jasad A ditemukan mengambang di perairan Ujunggenteng, dengan cepat identitasnya dikenali. Ia adalah pemilik penginapan sekaligus Cafe Sinar Laut di kawasan pesisir Ujunggenteng, Kabupaten Sukabumi. Sementara jasad AD sempat tidak doketahui alamatnya karena tidak ditemukan identitas.

"Usia AD itu 18 tahun, sempat tidak diketahui alamatnya. Sampai akhirnya diketahui karena kalau tidak salah korban AD ini punya KTP sementara karena usianya yang masih 18 tahun," kata salah seorang warga, tetangga korban AD, Rabu (22/6/2022).


Polisi sendiri belum memberikan keterangan apapun. Namun pada Selasa (21/6) kemarin sejumlah kendaraan kembali terparkir di Tempat Kejadian Perkara (TKP) salah satunya kendaraan Inafis dari Polda Jabar.

Informasi dihimpun detikJabar, sejumlah petugas kembali menelusuri tempat korban ditemukan pada Senin (20/6). Sejumlah lokasi masih terpasang garis polisi, selain tempat penemuan jasad AD, petugas juga mengamati penginapan milik korban A.

Diketahui banyak ditemukan percikan darah mulai dari penginapan hingga cekungan di pasir yang diduga korban diseret keluar oleh pelaku.

"Betul informasi yang kami terima, kemarin ada petugas dari Polda Jabar, mungkin membantu penyelidikan ya. Katena masih proses investigasi atau penyelidikan ya oleh petugas kepolisian," kata Sahid Siam, Kepala Desa (Kades) Ujunggenteng.

Soal aktivitas kawasan tempat ditemukannya jasad wanita itu, Sahid mengakui pihaknya belum melakukan pendataan. Mengingat, ia masih baru menjabat sebagai kades.

"Ia lokasi itu kan memang ada warung, cafe banyak aktivitas di sana. Ke depan kami akan melakukan pendataan termasuk siapa saja yang berdomisili di sana agar lebih terpantau. Rencana kedepannya seperti itu," kata Sahid.

(sya/mso)