Usut Penyebab Banjir Bandang Sumedang, Polisi Uji Sampel Tanah

Dony Indra Ramadhan - detikJabar
Rabu, 18 Mei 2022 12:36 WIB
Kondisi sebuah rumah akibat banjir bandang yang terjadi di Desa Baginda, Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Kamis (5/5/2022). Banjir bandang yang disebabkan luapan Sungai Cihonje akibat hujan deras pada Rabu (4/5/2022) sore tersebut membuat puluhan rumah terdampak, dua kendaraan hanyut dan satu orang korban masih dalam pencarian. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/nym.
Banjir bandang Sumedang (Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi).
Bandung -

Polisi masih menyelidiki penyebab banjir bandang yang menerjang kawasan Sumedang. Polisi turut menguji sample tanah yang ada di lokasi longsor.

"Kita melakukan pengujian sampel tanah yang di estimasi membutuhkan waktu 7 sampai 14 hari," ujar Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto saat dikonfirmasi, Rabu (18/5/2022).

Eko mengatakan pihaknya bersama BBWS dan tim lain telah melakukan pengecekan ke lokasi. Menurut Eko, dari hasil pemeriksaan itu, ditindaklanjuti dengan pemeriksaan ahli.


"Saat ini masih proses pemeriksaan para ahli untuk menentukan penyebab banjir bandang," kata dia.

Menurut Eko, sejauh ini pihaknya belum menyimpulkan penyebab banjir bandang tersebut. Menurut dia, nantinya akan dilakukan gelar perkara untuk menentukan status dari insiden itu.

"Nantinya, setelah lengkap semua keterangan ahli-ahli maka tim penyidik akan melakukan gelar perkara terkait dengan ada tidaknya peristiwa pidana dan peningkatan status dari penyelidikan ke penyidikan," tutur Eko.

Sementara itu dalam pengecekan ke lokasi, polisi dan tim lain menemukan adanya bangunan berbentuk villa hingga objek wisata yang diduga tak berizin.

Seperti diketahui, banjir bandang terjadi di Kabupaten Sumedang beberapa waktu lalu. Bahkan banjir tersebut menimbulkan korban jiwa.

Belakangan, polisi mengusut soal penyebab banjir bandang tersebut. Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan polisi bersama tim ahli dari BBWS Cimanuk-Cisanggarung terungkap bahwa baik itu objek wisata maupun bangunan vila ditemukan adanya pelanggaran kaitannya dengan pendirian bangunan di sempadan sungai.

"Jadi kan setiap pembangunan di sempadan sungai itu ada rekomendasi BBWS yang mesti dipenuhi kaitannya dengan perizinan, namun saat dilakukan penyelidikan bersama BBWS, rekomendasi-rekomendasi itu tidak kami temukan," ungkap Eko saat dihubungi detikJabar, Minggu (15/4/2022).

Polisi turut menemukan fakta dari penyelidikan tersebut. Diketahui villa yang berada di kawasan itu masing-masing dimiliki oleh mantan pejabat Pemkab Sumedang serta istri dari pejabat aktif Pemkab Sumedang.

"Masing-masing dari dua tempat itu, milik mantan pejabat Pemkab Sumedang dan istri dari pejabat aktif Pemkab Sumedang," ungkap Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto saat dihubungi detikJabar, Minggu (15/5/2022).

(dir/mso)