Polisi Selidiki Kasus Sales Mobil Tipu Rp 91 Juta Buat Trading

Polisi Selidiki Kasus Sales Mobil Tipu Rp 91 Juta Buat Trading

Dony Indra Ramadhan - detikJabar
Kamis, 10 Mar 2022 11:12 WIB
Ilustrasi Penipuan
Ilustrasi penipuan. (Foto: Ilustrasi oleh Mindra Purnomo)
Bandung -

Perempuan di Bandung menjadi korban penipuan oknum sales mobil hingga Rp 91 juta. Polisi turun tangan menyelidiki kasus itu.

Diketahui, korban bernama Nada Sylvia Nova sudah melaporkan kasus itu ke Polsek Bojongloa Kidul. Laporan tersebut tercatat dengan nomor laporan STPL/B/33/III/2022/Polda Jabar/Restabes Bandung/SEK.

"Memang betul (ada laporan), namun sudah kami tangani dan sedang penyelidikan," ujar Kapolsek Bojongloa Kidul Kompol Ari Purwanto saat dikonfirmasi, Kamis (10/3/2022).


Ari menuturkan pihaknya akan melakukan klarifikasi terlebih dahulu terhadap pelapor. Setelahnya, tahapan penyelidikan akan dilakukan.

"Itu sudah tergambar (kasusnya) sama kanit reskrim saya, sama anggota. Mudah-mudahan ada titik terang, sudah jelas alamatnya," tutur dia.

Diberitakan sebelumnya, seorang perempuan di Bandung, Nada Sylvia Nova menjadi korban penipuan oknum sales dealer mobil Honda. Oknum sales berinisial DN itu membawa duit Rp 91 juta untuk digunakan trading.

Nada bercerita kasusnya ini terjadi pada tahun 2020. Dia mengenal oknum sales tersebut lantaran pernah membeli unit mobil merk lain kepada DN. Singkat cerita, oknum sales tersebut bilang bekerja di Honda bahkan memakai seragam dan nametag.

Oknum sales tersebut kemudian menawari Nada unit mobil Honda. Nada berminat dan bilang akan lihat unitnya di dealer.

"Kita jalan-jalan nih (ke dealer). Nah si DN itu masih pakai seragam, pakai seragam Honda dan nametag, makanya saya percaya dong. Dia kan pakai pakaian dan nametag," ujar Nada kepada wartawan, Rabu (9/3/2022).

Nada kemudian mentransfer uang sebesar Rp 5 juta ke rekening pribadi DN sebagai uang muka. Namun dalam perjalanannya, Nada kemudian diminta mentransfer uang lagi dengan alasan agar unit cepat turun.

Akan tetapi, Nada diberikan nomor virtual account oleh DN. Nada percaya saja lantaran virtual account yang diberikan oleh DN mengatasnamakan Honda.

"Saya transfer di tanggal 29 Januari (2020) transfer pokoknya mah dari tanggal 29 Januari sampai tanggal 2 Februari (2020) totalnya Rp 61 juta karena dia ngeburu-buru katanya kalau mau unit ya cepet turun harus DP besar, dia bilang gitu. Ya udah saya percaya karena pembayarannya pakai virtual account," kata Nada.

Unit tak kunjung turun Nada malah diminta lagi untuk menambah DP sebesar Rp 30 juta. Nada pun mengirimkan lagi dengan mentransfer ke virtual account. Sehingga, total Nada sudah mentransfer 91 juta.



Simak Video "Begal Dikeroyok Warga di Bandung, Disebut Sempat Todongkan Pistol"
[Gambas:Video 20detik]
(dir/ors)