Selain berdampak pada satwa, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Ciremai yang terjadi kemarin juga menghanguskan area tumbuhan endemik Jawa, yakni bunga edelweis.
Dalam rekaman video relawan, terlihat sisa-sisa bunga edelweis berwarna putih. Kondisinya tampak layu akibat paparan asap kebakaran. Tanaman tersebut hangus menghitam bersama ilalang di sekitarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini hamparan edelweiss. Edelweiss yang masih selamat ini sudah layu. Sudah layu. Hampir semua merata itu. Banyak dengan ilalang. Bercampur ini edelweiss semua. Kita melaporkan ini dari Gunung Dulang Benteng Ciremai," tutur suara dalam video tersebut.
Ketua Tim Penyapu Masyarakat Peduli Api (MPA) Padabeunghar, Siliwangi Majakuning, Darsa (51) atau yang akrab disapa Dodo, membenarkan bahwa banyak bunga edelweis hangus terbakar.
Menurutnya, selain menemukan hewan endemik Jawa berupa bayi surili, selama berjibaku memadamkan api serta melakukan pendinginan dan pemantauan, ia juga melihat hamparan edelweis yang terbakar. Setidaknya, ada sekitar 10 hektare lahan bunga edelweis yang terbakar dan menjadi arang.
"Jenis Edelweiss paling sekitar 10 hektaran yang kena. Semua tanaman di hamparan itu mati.untuk di lereng utara Ciremai, dari mulai ketinggian 1.100 itu kan sudah mulai tumbuh Edelweiss tuh. Nah yang terbakar itu dari ketinggian 1200 Mdpl sampai 1.800 Mdpl itu kebakar hamparannya," tutur Dodo, Rabu (28/10/2026).
Dodo memaparkan bahwa sebelum terbakar, area bunga edelweis di lereng utara Gunung Ciremai tersebut merupakan hamparan yang indah. Namun, kini hanya tersisa abu. Meski ada edelweis yang masih selamat, kondisinya sudah layu karena terkena asap kebakaran.
"Dulu indah orang saya dari kecil sering ke sini. Cuman sekarang kondisinya sudah terbakar," tutur Dodo.
Meski hamparan bunga favoritnya kini menghitam, Dodo masih menyimpan secercah harapan. Ia memahami karakter alami edelweis yang memiliki daya tahan unik di balik musibah kebakaran. Menurutnya, saat terbakar, bunga edelweis masih menyimpan bijinya di dalam tanah. Biji tersebut nantinya akan tumbuh kembali saat musim hujan tiba.
"Sifat Edelweiss itu unik. Ketika mati terbakar, dia sebenarnya sudah menyimpan biji-biji di dalam tanah. Biji Edelweiss tidak ikut terbakar.Tidak lama, ketika musim hujan dia akan tumbuh. Bahkan bisa lebih banyak karena lahannya terbuka. Dari biji yang tersimpan itu akan muncul tunas baru. Perkiraan satu tahunan lah sampai tumbuh laginya," tutur Dodo.
Senada dengan Dodo, relawan sekaligus Ketua MPA Siliwangi Majakuning, Nandar, juga membenarkan bahwa banyak relawan menemukan hamparan bunga edelweis yang terbakar. Bunga edelweis yang selamat dari kebakaran kebanyakan berada di area bebatuan.
Menurutnya, kebakaran di Gunung Ciremai kemarin memang tidak hanya mengancam hewan, tetapi juga vegetasi yang ada di dalamnya.
"Edelweiss yang masih selamat ini sudah layu itu di antara bebatuan dan abu kebakaran. Hampir semua merata, bercampur dengan ilalang. kebakaran bukan hanya meninggalkan tanah yang menghitam, tetapi juga mengancam vegetasi yang tumbuh di kawasan pegunungan," pungkas Nandar.
Simak Video "Video: 64 Pesawat Perkuat Operasi Pemadaman Karhutla"
[Gambas:Video 20detik] (mso/mso)
