Kisah Pemuda Kuningan Kembangkan AI untuk Pantau Kesehatan

Kisah Pemuda Kuningan Kembangkan AI untuk Pantau Kesehatan

Fahmi Labibnajib - detikJabar
Rabu, 21 Okt 2026 14:00 WIB
TakuSehat
TakuSehat (Foto: Fahmi Labibnajib/detikJabar).
Kuningan -

Kreativitas anak muda Kuningan patut diacungi jempol. Di Kelurahan Gereba, Kecamatan Kramatmulya, sekelompok pemuda berhasil menciptakan inovasi teknologi kesehatan berupa aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama Taku Sehat. Aplikasi ini hadir sebagai asisten pribadi untuk memantau kesehatan harian masyarakat secara mandiri.

Teknisi aplikasi Taku Sehat, Kukuh Nimanola (36), menceritakan bahwa perjalanan inovasi ini lahir dari titik balik hidupnya. Sebelumnya, Kukuh merupakan perintis startup di Jakarta. Namun, hantaman pandemi COVID-19 membuat perusahaan yang ia bangun bersama rekan-rekannya terpaksa gulung tikar, yang kemudian membawanya kembali ke kampung halaman di Kuningan.

Alih-alih menyerah, Kukuh dan timnya memilih bangkit. Mereka memutuskan untuk membangun kembali mimpi mereka dari tanah kelahiran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Perusahaan ini perintisnya Mas Andri nih, programmer. Kalau saya teknisinya. Kita tadinya cuma empat orang. Pas di Jakarta sempat buat perusahaan, cuman collpas pas COVID-19. Jadi pulang ke Kuningan bangkit, bikin ini," tutur Kukuh.

Kukuh menjelaskan, ide aplikasi ini muncul dari keresahan akan minimnya akses masyarakat terhadap riwayat kesehatan pribadi yang terintegrasi. Berangkat dari masalah tersebut, pada tahun 2023, ia mulai merancang sistem pencatat kesehatan berbasis AI.

ADVERTISEMENT

"Takusehat itu aplikasi untuk pantau. Intinya untuk pantau kesehatan setiap hari, menjaga pola hidup supaya lebih baik dan terkontrol kesehatannya.Kadang suka kayak obat aja suka lupa Kita di situ ada pengingat obat, kayak misalkan ada obat rutin yang dimakan. Dunia tuh lagi kejar-kejaran-nya AI. Nah, kita pengen bikin AI tapi khusus kesehatan," tutur Kukuh.

TakuSehatTakuSehat (Foto: Fahmi Labibnajib/detikJabar).

Tantangan terbesar dalam pengembangan aplikasi ini adalah pengumpulan data kesehatan yang valid. Untuk mengatasinya, tim Taku Sehat menjalin kolaborasi dengan sejumlah rumah sakit. Puluhan ribu data kesehatan diolah oleh sistem AI agar mampu memberikan jawaban akurat saat pengguna berkonsultasi mengenai masalah kesehatan mereka. Selain data, kendala teknis seperti bugs dan keterbatasan perangkat keras (server) juga menjadi tantangan tersendiri.

"AI-nya buatan sendiri. Nah, kita emang hardware-nya itu yang agak kesulitan dikit Hardware AI itu kan servernya itu khusus, jadi dia AI-nya beda dari server yang biasa, performanya lebih bagus. Jadi kita kebetulan kan perusahaan lama di bidang di software rumah sakit tuh, ada RS, dan di perjalanan itu kita sambil ngumpulin data-data gimana kebutuhan kesehatan. Kalau dihitung sih kayaknya nggak kehitung tapi ribuan kasus kesehatan yang dimasukin," tutur Kukuh.

Setelah melalui proses pengembangan selama dua tahun lebih, aplikasi Taku Sehat akhirnya resmi dapat digunakan masyarakat luas pada tahun 2026. Pengguna dapat memasukkan data pemeriksaan harian, mulai dari kadar gula darah, kolesterol, asam urat, hingga data laboratorium untuk dianalisis oleh sistem.

Aplikasi ini juga dilengkapi fitur pendukung untuk kebutuhan keluarga, seperti kalender menstruasi bagi wanita serta pengingat jadwal imunisasi dan vaksin bagi bayi. Nama "Taku Sehat" sendiri merupakan singkatan dari "Tanya Aku Sehat". Dalam empat bulan operasionalnya, aplikasi ini telah digunakan oleh ratusan orang.

"Nanti dia mengukur semuanya, dan nanti AI-nya dia menganalisis. Nanti ada tips hidupnya bagaimana. Terus di samping ini, kalau buat wanita ada kalender menstruasi, terus ada buat anak-anak yang sudah punya bayi, ada jadwal vaksinasi. Sudah ada 264 pengguna dengan tambahan 47 pengguna baru pada hari ini. Bisa diunduh di play store, " tutur Kukuh.

Inovasi tim Taku Sehat tidak berhenti di sini. Ke depan, mereka berencana mengembangkan robot AI yang mampu memberikan konsultasi kesehatan lebih mendalam. Kukuh berharap, kehadiran teknologi ini dapat membantu masyarakat dalam menjaga pola hidup yang lebih sehat.

"Harapannya banyak user yang pakai, masyarakat bisa terpenuhi. Apa kebutuhan kesehatannya ada dari situ. Untuk hidup yang lebih baik," pungkas Kukuh.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video AI Bikin Konsumsi Air Dunia Melejit: Dampaknya Bisa Kekeringan!"
[Gambas:Video 20detik] (mso/mso)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads