Saat Ular Kobra Lepas 'Meneror' Kantor Damkar Kuningan

Saat Ular Kobra Lepas 'Meneror' Kantor Damkar Kuningan

Fahmi Labibinajib - detikJabar
Minggu, 18 Okt 2026 08:50 WIB
Suasana tempat penangkaran atau kandang satwa sementara yang ada di Kantor Damkar Kuningan
Kantor Damkar Kuningan (Foto: Fahmi Labibinajib/detikJabar)
Kuningan -

Salah satu permintaan pertolongan yang sering dilakukan oleh petugas Pemadam Kebakaran Kuningan adalah evakuasi ular kobra.

Meski selalu berhasil ditangani saat memasuki permukiman warga. Namun, ancaman ular kobra tidak berhenti sampai situ.

Usai ditangkap, ular akan ditaruh di tempat penangkaran sementara yang ada di Markas Komando Pemadam Kebakaran Kuningan yang berlokasi di Jalan Jendral Sudirman, Awirarangan, Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski sering mengevakuasi ular kobra berukuran besar dan panjang. Namun, tempat penangkaran yang ada di Markas Komando Damkar Kuningan cukup sederhana. Sambil ditemani Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kuningan, Andri Arga Kusuma, terlihat tempat penangkaran tersebut hanya sebuah kandang berbentuk kotak ditaruh di beberapa sudut kantor.

Setidaknya, ada tiga kandang yang digunakan untuk tempat penangkaran sementara ular yang ditangani damkar Kuningan. Pertama, adalah sebuah kandang yang terbuat dari lemari kaca mirip akuarium yang lokasinya dekat dengan toilet. Kedua, adalah sebuah kandang berukuran besar yang terbuat dari besi yang lokasinya berada di sudut gedung dekat mobil pemadam. Ketiga, adalah sebuah kandang yang lokasinya berada di halaman depan.

ADVERTISEMENT
Damkar Kuningan saat evakuasi ular kobra agresif yang masuk halaman rumah wargaDamkar Kuningan saat evakuasi ular kobra agresif yang masuk halaman rumah warga Foto: Dok Damkar Kuningan

Sedangkan untuk ular yang berukuran kecil sendiri biasanya akan ditaruh di dalam sebuah galon bekas. Dipilihnya galon bekas tersebut karena dianggap sebagai wadah yang aman dan rapat. Siang itu, terlihat kandang tempat penangkaran tersebut sedang dalam kondisi kosong, karena ular kobra atau satwa yang ditangani damkar sudah diambil oleh para pecinta reptil untuk dilepasliarkan.

"Kita kebanyakan sih pakai galon air minum ya, galon yang karena itu lebih efektif isinya, nggak makan tempat, terus lebih aman juga. Tutupnya itu kan kecil ya, bisa diini (ditutup). Walaupun tetap saja suka pada kabur," tutur Arga. Rabu (14/10/2026).

Ancaman Hewan Liar Mengintai di Kantor Damkar

Suasana tempat penangkaran atau kandang satwa sementara yang ada di Kantor Damkar KuninganGalon tempat menyimpan sementara ular berukuran kecil (Foto: Fahmi Labibinajib/detikJabar

Arga memaparkan bahwa kantornya memang masih belum ada tempat penangkaran hewan sementara yang memadai. Hal tersebut membuat ancaman hewan liar seperti ular masih mengintai meski sudah dievakuasi dari permukiman warga ke kantor Damkar seperti yang terjadi beberapa waktu yang lalu ketika ular kobra kecil lepas dan ditemukan oleh petugas sedang berada di area toilet Kantor Damkar. Beruntung ular tersebut tidak sempat menyerang petugas yang ada di kantor.

"Karena dia udah jelas diam di sini. Tapi di sini, kadang ada yang tadi di kamar mandi itu kan kobra kecil, itu kan tetap masih membahayakan kan. Karena kita simpan terlalu lama, kita juga suka kesulitan dan lama-lama nggak ketahuan kan, saking banyaknya gitu ada yang lepas berapa gitu. Tapi alhamdulillah sejauh ini nggak ada yang kepatok karena ular lepas gitu," tutur Arga.

Tak berhenti sampai situ, pada bulan Agustus 2026 yang lalu saat sedang dilakukan pembersihan gudang di Gedung KPU Kabupaten Kuningan yang lokasinya dekat dengan Kantor Damkar Kuningan ditemukan 5 ekor ular dengan berbagai macam ukuran dan jenis salah satunya ular weling. Diduga ular tersebut berasal dari tempat penangkaran kantor damkar yang lepas kemudian masuk ke arah gedung KPU.

"Nah Agustus kemarin di KPU ini beres-beres gudang sekali ngebangun. Karena beberapa kali di ruang KPU ini pinggir gedung apa damkar ini security-nya nemu ular. Nah kemarin dibersihin, dapat 5 ekor dong selama 2 hari beres beres. Di gedung Damkar sini lepas. Udah curiga gitu, KPU di situ pasti banyak, ada ular lah gitu. Makanya minta bantuan Damkar untuk beres-beresnya," tutur Arga.

Ular Dilepasliar Komunitas Pecinta Reptil

Suasana tempat penangkaran atau kandang satwa sementara yang ada di Kantor Damkar KuninganTempat penangkaran atau kandang satwa sementara yang ada di Kantor Damkar Kuningan Foto: Fahmi Labibinajib/detikJabar

Arga memaparkan ular yang ditangani oleh Damkar akan langsung diserahkan kepada komunitas reptil yang ada di Kabupaten Kuningan. Biasanya, oleh komunitas reptil ular tersebut akan dirawat dan dilepasliarkan ke habitat yang jauh dari permukiman warga.

"Kalau di sini itu paling cuman 2 hari atau 3 hari gitu, sebelum diambil dan dilepasliarkan sama komunitas pecinta reptil.Jadi kami lebih baik dipercayakan ke komunitas reptil karena mereka itu dunianya, mereka tahu habitatnya, mereka ada jadwalnya, punya SOP-nya cara merawat segala macamnya. Nggak ke BKSDA soalnya kan jauh, kecuali paling untuk hewan hewan yang langka saja," tutur Arga.

Arga juga menambahkan, bahwa meski pihaknya sering menangani ular kobra, namun, hingga saat ini, masih belum ada stok serum anti bisa ular di kantor damkar. Jika ada kondisi darurat, biasanya petugas akan langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kuningan yang lokasinya tidak jauh dari kantor.

"Nggak ada. Kita cuman menggunakan APD aja, pakai masker ya, pakai facial, itu biarkan king kobra berapa kali nyembur juga, tapi untungnya pakai faceshield, jadi nggak kena mata gitu. Antiserum sebetulnya butuh, tapi kan harus tenaga medis yang yang melakukan tindakannya harus tenaga medis, itu kan harus ada dosisnya, resepnya kan. Jadi kali ada apa-apa kita langsung ke RS 45," tutur Arga.

Oleh karena itu, untuk mencegah satwa liar khususnya ular lepas kembali dan bisa membahayakan petugas, Arga berharap ke depan akan ada renovasi dan pembangunan tempat penangkaran hewan yang lebih besar di Markas Komando Pemadam Kebakaran Kuningan. Selain itu, untuk menjamin keselamatan dan keamanan petugas damkar, ia berharap agar para petugas pemadam kebakaran dapat segera mendapatkan BPJS Ketenagakerjaan.

"Paling penangkarannya kalau alatnya alhamdulillah sudah agak komplit ya, terus sekarang kan kemarin kita ada pengadaan stick-nya. terus APD-nya juga sama, tinggal penangkarannya gitu, kita pengin ya kalau ada rezekinya mah pengen bikin penangkaran kecil atau kalau untuk hewan jenis ular itu bisa semodel akuarium raksasa gitu. Ya ke depannya minimal BPJS Ketenagakerjaan . Karena masih belum ter-cover, belum aktif, masih menggunakan BPJS yang umum," pungkas Arga.

(yum/yum)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads