Bocah di Kuningan Terbakar Saat Tiru Atraksi Debus

Fahmi Labibinajib - detikJabar
Rabu, 07 Okt 2026 11:22 WIB
Ilustrasi api. Foto: Getty Images/wirot pathi
Kuningan -

Seorang anak asal Desa Cipakem, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan yang masih duduk di bangku sekolah dasar berinisial FA (10) mengalami luka bakar di bagian kepala dan tubuhnya usai bermain debus bersama temannya berinisial RI (12). Akibat kejadian tersebut, korban harus menjalani operasi luka bakar pada Selasa malam (6/9/2026) di Rumah Sakit Umum Djuanda Kuningan.

Sekretaris Desa Cipakem, Armansyah memaparkan bahwa kejadian tersebut bermula pada Minggu (4/9/2026) sekitar pukul 19.00 WIB di Desa Cipakem yang saat itu sedang ada pementasan hiburan musik dangdut. Kala itu, FA dan rekannya, RI (12), yang masih duduk di bangku kelas 1 MTs, kedapatan bermain-main memperagakan aksi menyembur api layaknya atraksi debus.

Menurutnya, kedua anak tersebut bermain api dengan menggunakan bahan bakar yang diambil dari sisa kebutuhan genset milik operator sound system yang ada di lokasi acara.

"Kejadiannya hari Minggu. ada dangdutan. Maklumlah anak-anak teh pas kejadiannya di situ, cuma di belakang. Dia lagi debus-debusan lah kayak gitu. Pakai bensin minyak tanah yang ada buat genset sound system panggung tuh. Itu anak kelas 5 SD, yang satunya kelas 1 MTS. Hampir seangkatan gitu, cuma beda 2 tahun lah," tutur Armansyah, Rabu (7/9/2026).

Namun nahas, saat bermain sembur-semburan tersebut, wajah dan tubuh FA malah terkena semburan api dari RI. Warga dan perangkat desa yang mengetahui kejadian itu langsung mengevakuasi korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis darurat.

"Itu anak-anak main nggak sengaja, Heeh, dua-duanya lagi main bareng lagi tiru-tiru atraksi debus-debusan di belakang. Tiba-tiba apinya menyambar ke anak yang satu (FA) terkena muka sama badan," tutur Armansyah.

Meski insiden tersebut menimbulkan luka yang lumayan parah, pihak pemerintah desa setempat langsung mengambil langkah cepat dengan memediasi kedua belah pihak keluarga dan bersepakat untuk damai. Hingga kini, korban sendiri masih dirawat di Rumah Sakit Djuanda Kuningan.

"Semalam katanya dioperasi. Sudah ada kesepakatan damai. Perangkat desa mengawal ke rumah sakit dan memediasi. Pihak keluarga pelaku (RI) juga kooperatif dan bertanggung jawab penuh atas seluruh biaya pengobatan korban sampai sembuh," pungkas Armansyah




(sud/sud)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork