Matahari perlahan turun ke peraduannya di balik kemegahan Gunung Ciremai, menyisakan semburat jingga di atas hamparan Sawah Lope, Desa Cikaso. Di sudut ini, Saung Buhun Sudi Mampir berdiri menawarkan nostalgia yang tak menguras kantong. Cukup dengan selembar uang Rp20.000, pengunjung sudah bisa memanjakan lidah dengan aneka kudapan tradisional sembari meresapi kesejukan udara sore Kuningan yang menenangkan.
Darsono, sang pengelola, menuturkan bahwa tempatnya memang tidak memungut biaya tiket masuk. Dengan modal Rp20.000, pengunjung bisa mendapatkan paket lengkap yang mengenyangkan. Seporsi rebusan hangat seharga Rp10.000 sudah berisi jagung, ubi, pisang, talas, hingga kacang rebus yang masih mengepul. Perpaduan rasa manis alami dari hasil bumi dan panorama sawah yang asri membuat pengalaman bersantap terasa kian istimewa.
"Ini juga kan satu paketnya 10.000 isinya ada jagung, pisang, ubi, waluh (labu), kacang, hingga tales/hui. Minumnya bisa bajigur harganya cuman Rp 5.000 segelas. Terus Rp 5.000 sisanya bisa pakai beli onde-onde, klepon, buras, lontong, getuk, hingga martabak mini yang harganya berkisar antara Rp1.000 hingga Rp3.000," tutur Darsono.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pilihan minuman jatuh pada bajigur panas seharga Rp5.000. Aroma jahe yang kuat seketika menghangatkan tubuh di tengah embusan angin sawah. Sisa kembalian Rp5.000 pun masih bisa ditukar dengan kudapan lain seperti klepon, onde-onde, atau martabak mini yang dibanderol mulai dari seribuan saja.
Rani, salah satu pelanggan setia, mengaku sering sengaja datang ke sini untuk mencari ketenangan. Baginya, kesegaran bahan baku menjadi daya tarik utama karena jagung dan ubi yang disajikan dipanen langsung dari petani lokal, sehingga menciptakan cita rasa manis yang otentik. Menikmati bajigur hangat sambil menunggu matahari tenggelam menjadi momen yang paling ia tunggu.
"Kalau bawa uang Rp 20.000 mah cukup banget. Bisa beli seporsi rebusan jadul kayak gini yang isinya jagung, pisang, ubi sama kacang kacangan. Rp 5.000 bisa beli gorengan kayak tempe, bakwan atau martabak, sama Rp 5.000 sisanya paling bisa dibeli kopi saset atau bajigur kayak gini. Di sini masih pada murah, terjangkau, pemandangan juga bagus, rasa makanannya enak, menyehatkan juga," tutur Rani.
Jajanan jadul di Kuningan Foto: Fahmi Labibinajib/detikJabar |
Saung Buhun Sudi Mampir mulai melayani pengunjung sejak pukul 16.00 hingga 22.00 WIB. Terletak di kawasan Sawah Lope, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan, lokasinya cukup mudah dijangkau. Dari arah Cirebon, Anda cukup melintasi Jalan Baru Lingkar Timur menuju Kramatmulya hingga menemukan gapura Sawah Lope yang menyuguhkan lanskap persawahan dengan latar Gunung Ciremai yang berdiri kokoh.
(dir/dir)

