Eks Spri Ungkap Sosok Kapolri Suyudi Saat Jabat Kapolres Majalengka

Eks Spri Ungkap Sosok Kapolri Suyudi Saat Jabat Kapolres Majalengka

Erick Disy Darmawan - detikJabar
Kamis, 01 Okt 2026 16:15 WIB
Mantan Staf Pribadi (Spri) Komjen Pol Suyudi Ario Seto saat menjabat Kapolres Majalengka, Arnengsih.
Mantan Staf Pribadi (Spri) Komjen Pol Suyudi Ario Seto saat menjabat Kapolres Majalengka, Arnengsih. (Foto: Erick Disy Darmawan/detikJabar)
Majalengka -

Komisaris Jenderal (Komjen) Pol Suyudi Ario Seto kini dipercaya menjadi Kapolri menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo. DPR RI menyetujui Komjen Suyudi sebagai Kapolri dalam rapat paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Kabar itu turut membawa kembali kenangan Arnengsih (59), perempuan yang pernah menjadi staf pribadi (Spri) Komjen Suyudi saat menjabat Kapolres Majalengka.

Bagi Arnengsih, perjalanan karier Suyudi hingga menjadi Kapolri menjadi kabar yang mengharukan. Ia bahkan sempat berkaca-kaca ketika menceritakan sosok yang pernah didampinginya sekitar lima bulan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Arnengsih saat itu masih berstatus sebagai ASN. Ia bertugas sebagai Spri Suyudi sekitar lima bulan pada 2015, meski catatan karier Suyudi menunjukkan dirinya menjabat Kapolres Majalengka pada 2014-2015.

"Pak Suyudi itu pemimpin yang sangat bijaksana. Semangatnya juga lain daripada yang lain. Program-programnya unggulan," kata Arnengsih saat diwawancarai detikJabar di kantinnya di lingkungan Polres Majalengka.

ADVERTISEMENT

Menurut Arnengsih, Suyudi merupakan sosok pimpinan yang banyak menghabiskan waktu di lapangan. Ia kerap mengikuti kegiatan sambang desa hingga ke wilayah pelosok Majalengka.

"Beliau banyak kegiatan di luar, sambang desa atau kegiatan-kegiatan apa. Jadi kita tahu wilayah-wilayah se-Kabupaten Majalengka," ujarnya.

Arnengsih juga masih mengingat kebiasaan Suyudi menjelajahi wilayah pedesaan dan pegunungan. Salah satu kegemarannya saat itu adalah trabas.

"Kalau hobinya mah trabas. Ke pelosok-pelosok, ke pinggiran, ke gunung-gunung, ke wilayah pedesaan. Senangnya memang begitu," tutur Arnengsih.

Sebagai Spri, Arnengsih tidak hanya mengurus administrasi. Ia juga membantu memenuhi kebutuhan Suyudi selama bertugas, termasuk urusan makanan.

Menurutnya, Suyudi bukan sosok yang banyak menuntut soal makanan. Menu sederhana pun sudah cukup.

"Enggak rewel makanannya. Yang sederhana-sederhana saja. Kalau makan cuma dadar telur yang hangat-hangat itu sudah kelihatan lahap banget," ucapnya.

Makanan Favorit Suyudi

Suyudi juga disebut menyukai pesmol ikan nila. Namun, ada satu makanan yang paling diingat Arnengsih sebagai favorit Suyudi ketika berada di Majalengka.

"Kesukaannya pesmol, acar ikan nila. Terus yang paling favorit itu tongseng kepala kambing di Sindangkasih, Warung Sate Hj Uyi. Setiap ke sini itu harus ke situ," ujarnya.

Meski Suyudi sudah meninggalkan Majalengka, hubungan Arnengsih dengannya tidak terputus. Komunikasi keduanya masih berlangsung hingga sekarang.

Setiap Suyudi mendapat jabatan baru, Arnengsih mengaku selalu menyempatkan diri bersilaturahmi. Terakhir, ia bertemu Suyudi ketika masih menjabat Kepala BNN.

"Alhamdulillah, setiap beliau menjabat atau punya jabatan baru, kita selalu ke sana bersilaturahmi. Terakhir sebagai Kepala BNN juga ke sana, jadi kita tahu ruang kerjanya," katanya.

Kini, setelah Suyudi menjadi Kapolri, Arnengsih berharap bisa kembali bertemu dengannya. "Nanti mungkin terakhir kita ke ruangan Kapolri. Insya Allah," ucapnya.

Kedekatan itu pula yang membuat Arnengsih terharu ketika mengetahui Suyudi mendapat kepercayaan menjadi Kapolri. "Terharu dengan kerja kerasnya beliau. Ya, susah lah diungkapkannya," tuturnya sambil menahan air mata.

Bagi Arnengsih, perhatian Suyudi kepadanya juga menjadi kenangan yang tidak terlupakan. Bahkan setelah bertahun-tahun tidak lagi bekerja sebagai Spri, Suyudi disebut masih menanyakan kabarnya.

"Kalau WA-an, beliau selalu menanyakan kesehatan Emak. Mendoakan Emak, 'Sehat terus ya, Mak.' Saya juga selalu bilang, 'Jaga kesehatan, jangan terlalu capek'," katanya.

Hubungan keduanya, kata Arnengsih, sudah seperti orang tua dan anak. "Seperti sama orang tua sendiri. Beliau juga memperlakukan Emak sangat seperti spesial. Enggak dianggap orang lain," ujarnya.

Kini Arnengsih menjalani kesehariannya dengan membuka kantin di lingkungan Polres Majalengka. Kabar Suyudi menjadi Kapolri bahkan ikut dirasakan di kantin tersebut.

Beberapa orang yang mengetahui kedekatan Arnengsih dengan Suyudi sempat bergurau dengan meminta ditraktir.

"Katanya, 'Emak itu kantinnya digratiskan hari ini, kan Pak Jenderal jadi Kapolri'," kata Arnengsih sambil tertawa.

Menurutnya, gurauan tersebut muncul karena banyak orang di lingkungan Polres Majalengka mengetahui kedekatan dirinya dengan Suyudi.

Bagi Arnengsih, lima bulan mendampingi Suyudi saat menjadi Kapolres Majalengka memang berlangsung singkat. Namun, kenangan tersebut bertahan hingga bertahun-tahun kemudian.

"Memang lima bulan, tapi lebih berkesan. Alhamdulillah," ujarnya.

Kini, Arnengsih hanya berharap Suyudi selalu diberikan kesehatan dan kelancaran dalam menjalankan tugasnya sebagai Kapolri. "Semoga Bapak ke depannya lebih sukses lagi. Saat menjalankan tugas tidak ada kendala. Emak tetap berdoa untuk Bapak sampai kapan pun," pungkasnya.

(yum/yum)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads