19 Jam Berjibaku, Kebakaran di Gunung Ciremai Berhasil Padam

19 Jam Berjibaku, Kebakaran di Gunung Ciremai Berhasil Padam

Fahmi Labibinajib - detikJabar
Sabtu, 12 Sep 2026 15:01 WIB
Kondisi di Gunung Ciremai
Kondisi di Gunung Ciremai (Foto: istimewa)
Kuningan -

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), tepatnya di Blok Jalan Maling, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, akhirnya berhasil dipadamkan pada Sabtu (12/9/2026).

Api yang mulai berkobar sejak Jumat (11/9) pukul 14.30 WIB tersebut baru benar-benar padam sekitar pukul 10.00 WIB setelah petugas berjibaku selama lebih dari 19 jam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Koordinator Urusan Data, Evaluasi, Pelaporan, dan Kehumasan TNGC, Eska Nata Suryana, menyatakan bahwa pantauan udara menggunakan pesawat tanpa awak di sejumlah titik rawan mulai dari Blok Erpah, Jalan Maling, hingga Talaga Remis tidak lagi menunjukkan adanya kepulan asap maupun titik api. Meski rekaman drone memperlihatkan vegetasi yang menghitam akibat terbakar, pihak TNGC belum merilis luasan pasti area yang terdampak karena masih fokus pada tahap pembersihan.

"Iya betul laporan per jam 10an sudah padam. Pengukuran belum dapat kami lakukan karena masih dalam tahap mope up dan pendinginan area dulu," tutur Eska.

ADVERTISEMENT

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Indra Bayu, mengonfirmasi kondisi di lapangan kini sudah terkendali. Strategi pemadaman dilakukan secara estafet dengan membangun tandon air sebagai suplai utama di tengah medan yang sulit dijangkau. Hingga saat ini, pendataan luas lahan yang hangus masih terus dilakukan.

"Sampai saat ini tidak terdeteksi ada asap lagi. Sementara data itu," tutur Indra.

Di sisi lain, Ketua Masyarakat Peduli Api (MPA) Silihwangi Majakuning, Nandar Junar Arip, mengungkapkan bahwa angin kencang menjadi tantangan terberat selama proses pemadaman. Kondisi cuaca tersebut sempat memicu bara api kembali menyala dan membesar.

"Kendala yang tadi tim hadapi yaitu dengan angin yang cukup kencang sehingga si jago merah agak sangat besar. Ya alhamdulillah dengan gabungan antara BPBD, ada TNI-Polri, dan KPH, BTNGC sendiri. Kita berkoordinasi dengan mereka semuanya ya berjibaku bersama-sama, kita bisa memadamkan api yang membara itu," tutur Nandar.

Untuk mengantisipasi munculnya titik api baru, sebanyak 37 petani hutan anggota MPA dikerahkan untuk menyisir area bekas kebakaran. Mereka fokus melakukan pendinginan dan mop-up pada sisa-sisa bara yang masih aktif di perbatasan area yang terbakar.

"Sekitar 37 orang kita maksimalkan untuk pendinginan dan penyisiran area-area yang masih ada baranya. Proses mop up sama pendinginan penyisiran bara-bara yang masih aktif, terutama di ujung-ujung kebakaran antara area yang terbakar dan area yang belum terbakar. Itu akan berpotensi lagi ketika baranya terhembus angin lagi dengan oksigen ada lagi. Jadi kita antisipasi di area-area ujung kebakaran," pungkas Nandar.

Rentetan kebakaran di Gunung Ciremai pekan ini dimulai sejak Senin (7/9) yang sempat menghanguskan sekitar 40 hektare lahan di Blok Cileutik hingga Manguntapa sebelum padam pada Rabu malam. Kebakaran terbaru yang muncul pada Jumat kemarin diduga kuat dipicu oleh sisa api sebelumnya yang kembali menyambar semak kering akibat embusan angin kencang.



(dir/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads