Perjuangan Ruhiyat Selamatkan Keluarga dari Longsoran Tanggul Jebol

Perjuangan Ruhiyat Selamatkan Keluarga dari Longsoran Tanggul Jebol

Yuga Hassani - detikJabar
Rabu, 09 Sep 2026 16:13 WIB
Kondisi rumah Ruhiyat Hidayat (44) di Kampung Bojongloa Pojok, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Rabu (9/9/2026).
Kondisi rumah Ruhiyat Hidayat (44) di Kampung Bojongloa Pojok, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Rabu (9/9/2026). (Foto: Yuga Hassani)
Kabupaten Bandung -

Keheningan dan hembusan angin yang sejuk memeluk kawasan kaki Gunung Pasir Oray, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, sebelum mentari menampakan diri. Sebagian warga di Kaki Gunung Pasir Oray masih tersendara di ranjangnya larut dalam mimpi, sebagian lainnya telah terbangun, bersantai, hingga bersiap memanen cuan.

Suasana indah itu berubah mencekam kala tanggul irigasi Sungai Terusan Leuwi Kuya mengalami jebol di Kampung Bojongloa Pojok, Rabu (9/9/2026). Jebolnya tanggul membuat aliran sungai dan tanah bergeser menimpa rumah warga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu yang menjadi korban adalah Ruhiyat Hidayat (44), bersama istri dan kedua anaknya. Kala itu keluarganya masih dalam keadaan tertidur. Gemuruh datang menyambar menghantam telingan Ruhiyat.

"Kejadiannya jam 4 subuh. Saya kondisi lagi tidur, terus terbangun karena ada suara gemuruh. Kirain saya angin, pas buka gorden lihat ke luar, langsung ambruk, bruk-bruk. Langsung ada tembok nimpa sini (badan) semua sama anak, istri, tertimbun," ujar Ruhiyat, saat ditemui di lokasi.

ADVERTISEMENT

Menurutnya air dan tanah datang dengan cepat memasuki kediamannya. Yang ada dalam pikirannya saat itu bagaimana bisa menyelamatkan istri dan kedua anaknya.

"Saya cuman mikirin nyelametin anak istri aja, sama diri. Kirain mau meninggal semua di kamar tertimbun," katanya.

Ruhiyat menjelaskan bagaimana perjuangan di dalam rumah untuk bisa keluar. Pasalnya kondisi di dalam rumah dirinya tertimbun tanah hingga bagian dada dan berusaha keluar dari timbunan tersebut.

"Saya bisa nyelamatin setelah jendela kamar jebol. Terus air turun dan bisa keluar lewat situ. Kalau enggak jebol, kayanya udah aja ketimbun. Anak semua diangkut, ditarik-tarik semua," jelasnya.

Setelah berada di luar rumah, dirinya dan keluarga sempat terbawa arus air dan tanah hingga dua meter. Kemudian keluarganya terselamatkan setelah adanya pegangan bambu yang kuat.

"Pas ke luar saya sempat kebawa arus sekitar 2 meter mah ada. Terus keburu pegangan sama bambu-bambu, ada bambu Malang, terus pegangan juga sama kabel listrik. Untung enggak ada setrum, kalau ada mah udah kesetrum semua," ucapanya.

Peristiwa mencekam itu tidak dalam kondisi hujan deras. Menurutnya hujan deras terjadi saat pukul 19.00 WIB sampai dengan 21.00 WIB. Sehingga saat peristiwa terjadi tidak disertai hujan.

"Setelah saya di luar, rumah saya tiba-tiba ngegeser aja sekitar 4 meteran mah ada. Rumah saya ngegeser sampai ke lahan sawah orang lain," ungkapnya.

Ruhiyat mengaku saat ini kondisi rumahnya tertimbun tanah sebagian pada bagian bawah. Kemudian bagian tembok dan atapnya masih berdiri dengan posisi yang miring karena terbawa longsor.

"Iya rumah kondisinya miring aja," tuturnya.

Dia menyebutkan telah tinggal di lokasi tersebut sejak empat tahun yang lalu. Kemudian bangunan rumah tersebut telah baru dilakukan perbaikan sejak empat bulan yang lalu.

"Rumah ini baru diperbaiki atau ngebangun dari empat bulan lalu. Eh sekarang kondisinya gini udah bergeser rumahnya ambruk. Kerugiannya kurang lebih Rp200 juta mah ada," kata Ruhiyat.

Ruhiyat menyebutkan saat ini kondisinya keluarganya mengalami luka ringan. Namun saat ini keluarganya mengalami trauma yang mendalam pascakejadian tersebut.

"Sekarang bukan syok lagi. Gemetar ini juga enggak bisa berdiri, bisa bicara ya sekarang, tadi mah enggak, sampai lemes," bebernya.

Dia menambahkan setelah adanya kejadian tersebut akan mengungsi sementara ke rumah adiknya yang tidak jauh dari lokasi. Namun dirinya berharap pemerintah bisa memberikan bantuan dan kepastian dirinya ke depan.

"Ya mengungsi ke mana enggak. Mau apa-apa lagi, semua udah tertimbun. Paling di sini bersama adik dulu sementara. Soalnya belum tahu ada kepastian gimana-gimana dari pihak pemerintah," pungkasnya.

(sud/sud)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads