Asap Pekat Selimuti Gunung Ciremai Akibat Karhutla di Pasawahan

Asap Pekat Selimuti Gunung Ciremai Akibat Karhutla di Pasawahan

Fahmi Labibinajib - detikJabar
Selasa, 08 Sep 2026 11:55 WIB
Karhutla di Gunung Ciremai
Karhutla di Gunung Ciremai (Foto: Istimewa)
Kuningan -

Kebakaran lahan dan hutan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) Pasawahan, Kabupaten Kuningan. Kebakaran yang terjadi sejak Senin (7/9/2026) tersebut hingga kini masih belum bisa dipadamkan.

Koordinator Urusan Data, Evaluasi, Pelaporan, dan Kehumasan TNGC, Eska Nata Suryana membenarkan adanya kejadian kebakaran tersebut. Berdasarkan pemantauan lewat drone, titik api pertama kali terpantau pada Senin (7/9/2026) berupa kepulan asap di dua titik yakni Grid 19 M Blok Cileutik dan Simaung SPTN Wilayah I Kuningan, Resor Kecamatan Pasawahan.

Namun, hingga Selasa (8/9/2026) di mana upaya pemadaman masih terus dilakukan oleh petugas gabungan dari TNGC, Manggala Agni TNGC, Polri, TNI, Masyarakat Peduli Api (MPA) , dan Mitra TNGC. Api masih belum berhasil dipadamkan. Karena masih proses penanganan, Eska sendiri masih belum bisa memastikan berapa luas lahan dan apa penyebab kebakaran tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat ini masih ditangani oleh petugas TNGC bersama mitra terkait dan statusnya belum padam. Belum saat ini kita masih fokus upaya pemadaman supaya api tidak sampai menyebrang melewati jalan," tutur Eska. Selasa (8/9/2026).

Berdasarkan video resmi TNGC terlibat api mengepul di area lahan yang terdiri dari ranting dan pepohonan. Berdasarkan pantauan udara, akibat kebakaran tersebut asap mengepul hingga menutupi area hutan yang dipenuhi pepohonan. Petugas gabungan juga tampak sedang berjibaku memadamkan api.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Humas Masyarakat Peduli Api (MPA) Silihwangi Majakuning yang ikut terlibat dalam pemadaman tersebut, Asep memaparkan bahwa kebakaran tersebut mulai diketahui pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 12.00 WIB oleh warga sekitar yang saat itu sedang bertani di wilayah hutan. Mendapatkan kabar tersebut, tim dari Masyarakat Peduli Api (MPA) terdekat langsung menerjunkan anggotanya ke lokasi kejadian untuk memutus perambatan api.

"Kejadiannya itu jam 12:00 berapa ya itu tuh, pas mendapatkan informasi itu langsung dari Darma tuh habis apel siaga sudah selesai jam setengah satu-an langsung meluncur ke sana. Ada tiga MPA itu, MPA Seda, MPA Bidang Kencono, yang dari Pasawahannya sendiri dan dari Mandirancan, pokoknya dua itu sekitar 20 orang ada," tutur Asep. Selasa (8/9/2026).

Asep memaparkan karena lahan yang terbakar cukup luas dan embusan angin kencang menjadi kendala utama di lapangan. Relawan terpaksa menggunakan cara manual karena keterbatasan akses air di area perbukitan yang didominasi bebatuan tersebut.

Penggunaan alat jet shooter pun tidak maksimal karena kapasitas air yang terbatas. Menurut Asep, satu alat jet shooter hanya mampu menampung 20 sampai 30 liter air, sementara titik api tersebar di area yang sulit dijangkau.

"Peralatan lengkap tapi jarak tempuhnya jauh. Akhirnya pakai cara manual, apinya digebukin (dipukul-pukul). Titi kebakarannya di Blok Cileutik dan Cimaung, Pasawahan," tutur Asep.

Penyebab pasti kebakaran dan luas lahan yang terbakar sendiri masih belum bisa diketahui. Hingga saat ini, sejumlah anggota MPA yang merupakan petani hutan dari warga sekitar masih bersiaga dan membantu memadamkan api di lokasi kebakaran.

"Kita belum bisa memastikan apakah karena faktor alam atau ada yang sengaja buang puntung rokok. Di daerah utara memang sering terjadi karena suhu sangat panas dan banyak ranting kering. Ya intinya mah teman-teman masih di sana. Masih memantau. Anginnya juga gede kemarin," pungkas Asep.

(yum/yum)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads