Asa Baru Lansia Kuningan Lewat Becak Listrik

Asa Baru Lansia Kuningan Lewat Becak Listrik

Fahmi Labibinajib - detikJabar
Sabtu, 05 Sep 2026 20:00 WIB
Pembagian becak listrik dari Presiden RI Prabowo
Pembagian becak listrik dari Presiden RI Prabowo. (Foto: Fahmi Labibinajib)
Kuningan -

Senyum merekah di wajah Didi Junaidi (70) warga Desa Jagara, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan. Siang itu, bersama dengan ratusan tukang becak lain, Junaidi sedang menunggu untuk menerima bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo.

Junaidi memaparkan kendaraan becak ini bukan sekadar alat angkut, melainkan napas baru di tengah sulitnya bertahan hidup sebagai petani ikan karamba. Ia mengaku, kondisi usaha karamba ikan mujair miliknya sedang tidak baik-baik saja.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kenaikan harga pakan yang mencekik dan penurunan kualitas air membuat penghasilannya merosot tajam. Dulu, ia sanggup memanen hingga lima kuintal ikan, namun kini mendapatkan dua kuintal saja terasa sangat berat.

Ia merinci, harga satu karung pakan seberat 30 kilogram kini mencapai Rp365 ribu. Untuk mencapai masa panen selama tiga bulan, biaya yang keluar seringkali tidak sebanding dengan hasil penjualan. Dengan harga jual ikan Rp22 ribu per kilogram, total pendapatan kotor dari dua kuintal ikan hanya berkisar Rp4,4 juta. Angka ini belum terpotong biaya bibit dan pakan yang terus membengkak.

ADVERTISEMENT

"Sekarang pakan terlalu mahal, sedangkan harga ikan gitu-gitu saja. Penghasilan mengecil, bahkan bisa rugi. Kadang pas-pasan, kadang minus. Sekarang satu karung pakan hampir Rp365.000 per 30 kilo. Sekuintal berarti hampir Rp1.400.000. Suka kadang-kadang kurang, kadang-kadang pas-pasan, kadang rugi, dulu bisa dapat lima kuintal sekarang paling dua kuintal," tutur Junaidi Sabtu (5/8/2026).

Kehadiran becak listrik menjadi angin segar bagi Junaidi yang memasuki usia senja. Becak tersebut akan digunakan sebagai alat transportasi untuk menunjang pariwisata di Desa Wisata Jagara. Ia berharap, becak tersebut dapat menambah penghasilan ia sehari-hari.

"Jadi ini bakalan jadi becak pariwisata, mudah-mudahan bermanfaat," tutur Junaidi.

Senada dengan Junaidi, penerima becak listrik lain, Yana (64) dari Kecamatan Hantara, juga mengaku senang bisa mendapatkan sepeda listrik dari Presiden Prabowo. Sebelum mendapatkan becak listrik, Yana merupakan seorang penarik becak konvensional.

Kondisi geografis Kuningan yang didominasi tanjakan dan turunan seringkali menjadi kendala besar bagi penarik becak manual, terutama bagi mereka yang sudah memasuki usia senja seperti Yana. Oleh karena itu, Yana berharap, kehadiran becak listrik dapat mempermudah dalam mencari nafkah.

"Dulunya tukang becak.Iya, semoga becak listrik ini bisa mempermudah. Karena wilayahnya kan naik turun kalau kampung mah. Kalau pakai becak listrik mah mungkin bisa lebih mudah," tutur Yana.

Sementara itu, Anggota DPR RI dari Partai Gerindra, Rokhmat Ardian memaparkan bahwa program becak listrik tersebut secara khusus memberi perhatian kepada para pengemudi becak yang telah berusia lanjut. Menurutnya, di sejumlah daerah penerima bantuan becak listrik rata-rata merupakan pengemudi berusia 60 tahun ke atas.

Rokhmat berharap becak listrik tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sarana ekonomi sekaligus mendukung aktivitas transportasi di kawasan wisata dan pusat keramaian seperti pasar.

"Pak Prabowo itu fokus kepada pengemudi becak yang usianya lanjut atau lansia. Program ini adalah bentuk kasih sayang Pak Prabowo untuk warga yang usianya di atas 55 tahun agar mereka tetap produktif, bisa bekerja, dan mencari nafkah untuk kebutuhan sehari-hari. Kasihan mereka sudah tua harus mengayuh becak dengan tenaga di siang hari yang panas. Dengan becak listrik ini, mereka tidak perlu mengeluarkan tenaga, jadi lebih mudah bagi mereka," tutur Rokhmat

Sementara itu, Direktur Hubungan dan Kerja Sama Kelembagaan Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional, Nuriana memaparkan ada 200 becak listrik yang dibagikan untuk warga Kabupaten Kuningan. Becak tersebut merupakan produk dalam negeri yang diproduksi PT Pindad.

Menurutnya, untuk tahap awal becak listrik tersebut diarahkan pada kawasan yang relatif datar dan lokasi wisata sesuai dengan karakteristik kendaraan sekaligus kebutuhan mobilitas masyarakat.

"Mudah-mudahan, meskipun baru 200 unit, ini bisa membantu tidak hanya sekadar transformasi dari konvensional ke modern, tapi juga mudah-mudahan bisa meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Kuningan. Kita pilih daerah yang datar dan daerah wisata," tutur Nuriana.

Untuk pengisian daya, masyarakat tidak perlu khawatir. Sistem pengisian baterai becak listrik cukup sederhana seperti halnya mengecas ponsel. Pemerintah daerah nantinya dapat menyediakan titik-titik tertentu untuk pengisian baterai.

"Mudah, seperti mencolok cas ponsel saja. Tidak seperti mobil listrik yang rumit.Pesan dari Bapak Prabowo, mohon becak ini dipelihara dan dirawat dengan baik agar awet. Kedua, kami meminta agar becak ini jangan dijual. Gunakan semaksimal mungkin untuk mencari nafkah," pungkas Nuriana.

(sud/sud)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads