Kala Warga Binaan Lapas Kelas I Cirebon Belajar Jadi Barista

Kala Warga Binaan Lapas Kelas I Cirebon Belajar Jadi Barista

Ony Syahroni - detikJabar
Rabu, 22 Jul 2026 23:00 WIB
Sejumlah warga binaan Lapas Kelas I Cirebon belajar membuat minuman kopi
Sejumlah warga binaan Lapas Kelas I Cirebon belajar membuat minuman kopi (Foto: Ony Syahroni/detikJabar)
Cirebon -

Sejumlah warga binaan di Lapas Kelas I Cirebon mengikuti workshop berbagai keterampilan sebagai bekal setelah bebas nanti. Mereka belajar menjadi barista, teknisi handphone, teknisi AC, hingga memangkas rambut.

Deru mesin penggiling kopi terdengar dari salah satu ruangan di Lapas Kelas I Cirebon. Aroma kopi yang baru digiling memenuhi ruangan saat sejumlah warga binaan belajar meracik minuman layaknya barista.

Mereka melakukan proses pembuatan kopi, mulai dari mengolah biji kopi menggunakan mesin hingga menyajikannya ke dalam gelas untuk dihidangkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak hanya belajar menjadi barista, mereka juga mengikuti workshop berbagai keterampilan lain. Mulai dari teknisi handphone, servis AC, tata boga, hingga potong rambut sebagai bekal saat kembali ke tengah masyarakat setelah menjalani masa pidana.

Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi Lapas Kelas I Cirebon dengan Pemerintah Kota Cirebon melalui Dinas Tenaga Kerja. Workshop itu juga melibatkan sejumlah pihak untuk meningkatkan kompetensi warga binaan.

ADVERTISEMENT

Kepala Lapas Kelas I Cirebon, Suranto mengatakan pembinaan terhadap warga binaan membutuhkan dukungan banyak pihak. Karena itu, ia berharap kerja sama dengan Pemerintah Kota Cirebon dapat terus berlanjut.

"Alhamdulillah berkat kerja sama Lapas Kelas I Cirebon bersama Pemerintah Kota Cirebon, dalam hal ini Disnaker Kota Cirebon, ada workshop servis AC, handphone, dan sebagainya. Mudah-mudahan kegiatan ini terus berlangsung," katanya, Rabu (22/7/2026).

Suranto berharap keterampilan yang diperoleh oleh warga binaan dapat bermanfaat. Menurutnya, keterampilan tersebut diharapkan menjadi modal bagi warga binaan untuk memulai kehidupan baru sehingga tidak kembali melakukan pelanggaran hukum.

"Sehingga apa? Mereka tidak kembali lagi ke Lapas Kelas I Cirebon," katanya.

Dalam workshop tersebut, setiap jenis pelatihan diikuti enam warga binaan. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat ditingkatkan menjadi pelatihan yang menjangkau lebih banyak peserta.

"Yang dilibatkan pada kegiatan workshop ini adalah masing-masing 6. Semoga tadi, nanti workshop ini berkembang menjadi pelatihan. Pelatihan yang berikutnya itu nanti bisa diikuti oleh sebagian warga binaan kita," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Cirebon Iing Daiman mengatakan pemerintah daerah mendukung pembinaan warga binaan melalui pelatihan keterampilan.

"Pelatihan yang diberikan ada pelatihan teknisi handphone, terus membuat kue, servis AC, termasuk potong rambut dan yang lainnya," kata Iing.

Menurutnya, pelatihan tersebut menjadi bekal agar warga binaan memiliki kesempatan membangun kehidupan baru setelah menyelesaikan masa hukuman.

Iing mengaku melihat antusiasme warga binaan selama mengikuti workshop. Menurutnya, mereka memiliki kemauan untuk terus belajar dan meningkatkan keterampilan.

"Kami sudah melihat betul ternyata mereka punya kreativitas, punya inovasi, punya kemauan untuk terus meningkatkan kompetensinya," katanya.

(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads