Sebuah rekaman video yang memperlihatkan dugaan penggerebekan seorang anggota DPRD Kuningan saat melakukan tindakan asusila di dalam mobil menjadi viral di media sosial. Berdasarkan pantauan detikJabar pada pukul 13.35 WIB melalui akun Instagram @ywidi927, video tersebut menunjukkan seseorang dalam kondisi tanpa busana yang sedang digerebek warga di dalam sebuah mobil berwarna hitam.
Dalam video berdurasi 1 menit 47 detik tersebut, terdapat keterangan tertulis: "Diduga Selingkuh Oknum Anggota DPRD Kuningan Digerebek Warga di Dalam Mobil". Narasi dalam unggahan menyebutkan bahwa aksi penggerebekan tersebut terjadi setelah warga bersama istri sah mendapati keduanya di dalam kendaraan yang terparkir di bahu jalan. Hingga saat ini, video tersebut telah ditonton oleh lebih dari 21,4 ribu kali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi isu yang berkembang, Ketua DPRD Kuningan Nuzul Rachdy menyatakan bahwa pihaknya belum dapat memastikan kebenaran dari konten video tersebut. Menurutnya, hingga saat ini lembaga DPRD belum menerima laporan resmi maupun informasi valid mengenai adanya anggota dewan yang terlibat dalam peristiwa tersebut.
"Kalau dipastikan (hoax) belum ya. Karena saya kan bukan ahlinya di bidang media sosial gitu. Nggak ada, belum ada laporan ke tempat kita," tutur Nuzul saat dikonfirmasi, Senin (13/7/2026).
Nuzul menduga bahwa peristiwa dalam video tersebut terjadi di luar wilayah Kabupaten Kuningan. Indikasi kuat ini didasarkan pada dialek atau bahasa yang digunakan oleh orang-orang di dalam rekaman tersebut. Selain itu, ia menilai kualitas visual video sangat tidak jelas sehingga ia beranggapan bahwa konten tersebut hanyalah produk media sosial belaka.
"Kalau dari bahasanya, dari apa itu kan nggak mencerminkan orang Kuningan. Saya tidak yakin bahwa itu peristiwa di Kuningan. Menurut saya itu. Karena belum ada identifikasi itu di Kuningan. Kan di videonya nggak jelas itu. Produk media sosial saja," tutur Nuzul.
Guna mengantisipasi kegaduhan lebih lanjut, Nuzul mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar bersikap bijak dan tidak menelan mentah-mentah informasi yang belum jelas sumber serta keabsahannya.
"Komentarnya (untuk masyarakat) jangan mudah percaya dengan produk-produk media sosial yang belum diklarifikasi kebenarannya," pungkas Nuzul.
(iqk/iqk)
