Seekor ular koros dengan panjang satu meter dilaporkan memasuki sebuah apotek di Kelurahan Winduhaji, Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan. Saat akan ditangkap, ular tersebut justru masuk ke dalam saluran air sehingga petugas sempat mengalami kesulitan dalam proses evakuasi.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Kuningan, Andri Arga Kusuma, memaparkan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (2/7/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Keberadaan ular pertama kali diketahui oleh pemilik apotek, Hilda Sylvia, berdasarkan informasi dari seorang pengemudi ojek daring yang tengah membeli obat. Pengemudi tersebut melihat seekor ular berada di depan apotek sebelum akhirnya masuk ke area halaman rumah pemilik apotek.
Menyadari adanya ular yang masuk ke area bangunan, Hilda segera melaporkan kejadian tersebut kepada petugas Damkar Kuningan untuk menghindari risiko keamanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menurut keterangan pemilik apotek, Hilda Sylvia bahwa sekitar pukul 10.00 WIB ada driver Ojol yang belanja ke Apotek melihat dan memberi tahu ada ular di depan Apotek. Karena merasa panik dan khawatir membahayakan penghuni rumah, pelapor langsung menghubungi call center kantor UPT Pemadam Kebakaran Kuningan meminta bantuan untuk mengevakuasi ular tersebut," tutur Arga, Kamis (2/6/2026).
Merespons laporan tersebut, Damkar Kuningan segera menerjunkan tiga personel ke lokasi kejadian. Setibanya di lokasi, petugas mendapati ular telah bersembunyi di dalam selokan yang berada di area apotek. Kondisi selokan yang sempit membuat petugas sempat mengalami kesulitan untuk mengevakuasinya.
Namun, setelah upaya penanganan selama 33 menit, petugas akhirnya berhasil mengevakuasi ular koros tersebut. Berdasarkan hasil pengukuran, ular itu diketahui memiliki panjang sekitar satu meter. Ular tersebut diperkirakan masuk melalui saluran air yang ada di dekat apotek.
"Ular berasal dari selokan pembuangan air di depan apotek yang masuk ke halaman rumah pemilik, yang berdampingan dengan apotek. Panjangnya 1 meter dievakuasi petugas piket regu 1 dalam waktu 33 menit. Hambatanya ular masuk selokan sehingga petugas mengalami kesulitan dalam proses penangkapan dan pengevakuasian ular tersebut," pungkas Arga.
Atas kejadian tersebut, pihak Damkar Kuningan mengimbau warga untuk menutup rapat setiap lubang yang berpotensi menjadi akses masuknya hewan melata. Selain itu, penggunaan aroma menyengat seperti kapur barus disarankan sebagai langkah pencegahan. Jika menghadapi situasi darurat serupa, masyarakat dapat segera menghubungi Damkar Kuningan melalui nomor (0232) 871113 atau 081322698881.
(sud/sud)
