Jemaah Haji Asal Kuningan Wafat di Jeddah Usai Ibadah

Jemaah Haji Asal Kuningan Wafat di Jeddah Usai Ibadah

Fahmi Labibinajib - detikJabar
Selasa, 30 Jun 2026 14:30 WIB
Ilustrasi Haji
Ilustrasi Haji. Foto: Shutterstock
Kuningan -

Seorang jemaah haji asal Kabupaten Kuningan meninggal di Jeddah, Arab Saudi, usai melaksanakan ibadah haji. Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Kuningan, Ahmad Fauzi.

Fauzi menjelaskan jemaah haji yang meninggal tersebut bernama Nursih Sumiarsih asal Desa Cikedu, Kecamatan Nusaherang, Kabupaten Kuningan yang tergabung dalam kloter 08 KJT Kuningan. Beliau wafat karena sakit komplikasi di GNP Hospital Jeddah, Arab Saudi, pada Ahad 28 Juni 2026 sekitar pukul 16.00 WIB pada usia 69 tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Asal Desa Cikadu, Kecamatan Nusaherang. Namanya Nursih Sumiarsih beliau berangkat sendiri. Itu jemaah dari kloter 8 yang tertinggal karena sakit. Yang semula berharap bisa dibawa di kloter 39, tapi ternyata Allah menakdirkan lain, yang bersangkutan meninggal pada hari Minggu tanggal 28 pukul 16.00 waktu Arab Saudi di Rumah Sakit Hospital Jeddah. Wafat usia 69 mau ke 70," tutur Fauzi, Selasa (30/6/2026).

Fauzi memaparkan sebelum sakit, jemaah haji yang wafat tersebut telah selesai melaksanakan ibadah haji. Namun, beberapa hari menjelang kepulangan, jemaah tersebut mengalami kelelahan lalu sakit komplikasi akibat bekas operasi.

ADVERTISEMENT

"Yang jelas dia lulus istitha'ah-nya, dia sudah selesai melaksanakan ibadah haji. Yang bersangkutan juga sudah ke Madinah, sudah melakukan wukuf. Pas mau menjelang pulang, yang bersangkutan sakit karena terdeteksi komplikasi. Ketika diperiksa itu ternyata penyakit-penyakitnya bawaannya itu muncul. Tapi awalnya sih karena bekas operasi aja. Operasi usus kalau nggak salah," tutur Fauzi.

Meski sempat kondisinya membaik, namun pada Minggu (28/6/2026) kondisinya memburuk dan dinyatakan meninggal dunia di ruang ICU rumah sakit pukul 16.00 WIB. Menurut Fauzi, sesuai aturan, jemaah haji yang meninggal langsung dimakamkan di Arab Saudi.

"Dimakamkan di Saudi, di sana. Karena memang aturan SOP-nya bagi jemaah haji tidak dibawa pulang, tapi dimakamkan di Saudi. Bagi yang meninggal di Mekah itu sudah ada ketentuan pemakamannya, bagi yang meninggal di Madinah pun sudah ada ketentuan pemakamannya, terus bagi yang di Jeddah pun ada ketentuan pemakamannya. Jadi ini sudah menjadi tanggung jawab pemerintah," tutur Fauzi.

Fauzi menjelaskan adanya jemaah haji yang meninggal tersebut membuat jemaah berkurang satu dari sebelumnya 684 menjadi 683 jemaah yang pulang. Menurutnya, semua jemaah haji sudah pulang kembali ke Kuningan pada Senin (29/6/2026). Lewat kejadian tersebut, ke depan pihaknya akan memperketat persyaratan kesehatan bagi jemaah haji.

"Jemaah asal Kabupaten Kuningan dua kloter sudah pulang semua. Terakhir kemarin kloter 39 KJT, itu sisa. Sekitar 244 itu sisa dari jemaah haji asal Kabupaten Kuningan sudah tiba di Kompleks KIC pukul 16.00 kemarin. Evaluasinya tentunya untuk 2027 harus tetap menyeleksi lagi istitha'ah kesehatan. Terutama ini kebijakan di Kemenkes sama Dinas Kesehatan. Bagi jemaah yang tidak istitha'ah ini memang harus diseleksi kembali, sehingga jemaah haji yang berangkat itu jemaah haji yang sudah memenuhi betul istitha'ah kesehatannya," pungkas Fauzi.

(sud/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads