Suasana tenang di peternakan burung puyuh milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Cikubangsari, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan, mendadak berubah mencekam. Seekor ular sanca sepanjang 3 meter menyelinap masuk ke dalam kandang, mengincar ribuan unggas petelur di sana.
Peristiwa yang terjadi pada Minggu (28/6/2026) pagi ini pertama kali terendus oleh salah seorang karyawan. Saat hendak memulai rutinitasnya sekitar pukul 09.35 WIB, ia justru mendapati predator melata tersebut tengah berpesta di dalam kandang yang sempit. Tiga ekor burung puyuh dilaporkan mati akibat serangan sang sanca.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengetahui ada tamu tak diundang, pengelola peternakan yang akrab disapa Ekbang segera menghubungi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kuningan. Ia khawatir jika tidak segera dievakuasi, ular tersebut akan menghabisi lebih banyak ternak atau bahkan membahayakan keselamatan pekerja.
"Menurut keterangan pelapor sekaligus salah satu pengelola BUMDES Burung Puyuh Petelur milik Desa Cikubangsari, Bapak Ekbang menerangkan bahwa ular pertama kali diketahui oleh salah satu karyawannya sedang berada di kandang Burung Puyuh Petelur. Kemudian karyawan tersebut melaporkan kepada dirinya. Karena takut membahayakan ternak burung puyuh petelur kemudian Ekbang langsung melaporkan keberadaan ular tersebut ke UPT Pemadam Kebakaran Kuningan," tutur Kepala UPT Damkar Kuningan, Andri Arga Kusuma, Minggu (28/6/2026).
Merespons laporan tersebut, lima personel Damkar Kuningan diterjunkan ke lokasi. Namun, proses evakuasi tidak berjalan semudah yang dibayangkan. Ular sanca tersebut meringkuk di sudut kandang yang sangat sempit, membuat ruang gerak petugas menjadi terbatas.
Ketegangan sempat terjadi selama proses penangkapan. Petugas harus ekstra hati-hati agar tidak melukai hewan ternak lainnya sekaligus menghindari serangan balik dari ular yang sedang dalam posisi terdesak tersebut. Setelah berjibaku selama kurang lebih 10 menit, ular berukuran besar itu akhirnya berhasil ditarik keluar.
"Kesulitannya ular yang berukuran sangat besar tersebut berada di dalam kandang burung puyuh yang sangat kecil,sehingga petugas harus berusaha lebih keras untuk bisa mengeluarkan ular tersebut. Panjang ular sekitar 3 meter. Ular sudah makan 1 ekor burung puyuh dan ada 2 ekor burung puyuh lainnya yang kondisinya sudah dalam keadaan mati total. Sehingga ada 3 ekor yang mati," jelas Arga.
Ular sanca tersebut diduga kuat berasal dari area perkebunan rimbun yang terletak tepat di belakang kandang. Setelah berhasil diamankan, petugas membawa ular tersebut ke markas Damkar untuk penanganan lebih lanjut.
Atas kejadian ini, Damkar Kuningan mengimbau masyarakat, terutama pemilik peternakan, untuk lebih waspada terhadap kebersihan lingkungan. Tumpukan material bangunan atau sampah yang dibiarkan menumpuk dapat menjadi tempat persembunyian favorit bagi ular.
Warga diminta untuk tidak membiarkan halaman rumah atau area sekitar kandang dalam kondisi kotor dan lembap, karena kondisi tersebut sangat mengundang ular untuk masuk ke permukiman warga.
(iqk/iqk)
