Prosesi tabur bunga di perairan Cirebon mewarnai peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Kegiatan ini digelar sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang gugur di laut.
Pantauan detikJabar, Rabu (24/6), kawasan pelabuhan sudah dipadati kapal-kapal yang bersiap ikut kegiatan. Sebagian nelayan turut bergabung dalam iring-iringan tersebut.
Deretan kapal itu lalu bergerak beriringan meninggalkan Pelabuhan Cirebon. Kapal-kapal tersebut melaju menuju perairan untuk pelaksanaan tabur bunga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di atas kapal, mereka membawa bunga yang akan ditaburkan selama prosesi berlangsung. Beberapa kapal lain mengikuti dari belakang secara beriringan.
Setibanya di titik yang telah ditentukan, kapal-kapal berhenti di tengah perairan. Mesin kapal kemudian diperlambat sebelum prosesi dimulai.
Dari atas kapal, jajaran Direktorat Polairud Polda Jawa Barat melaksanakan tabur bunga ke laut. Bunga-bunga itu ditaburkan sebagai simbol penghormatan.
Prosesi tabur bunga berlangsung di tengah perairan Cirebon. Seluruh kapal yang terlibat berada dalam posisi berhenti selama kegiatan berlangsung.
Direktur Polairud Polda Jabar, Kombes Edward Indharmawan Eka Chandra, mengatakan kegiatan ini digelar dalam rangka peringatan Hari Bhayangkara ke-80.
"Untuk kegiatan hari ini kami melaksanakan tabur bunga," kata Edwar saat ditemui di Pelabuhan Cirebon.
Ia menyebut makna tabur bunga tidak hanya untuk pahlawan perjuangan. Kegiatan ini juga sebagai penghormatan bagi mereka yang berjasa di laut, termasuk nelayan.
"Pahlawan bukan hanya pahlawan perjuangan. Tapi juga nelayan yang mungkin gugur di laut," ujarnya.
Selain tabur bunga, peringatan hari Bhayangkara juga diwarnai dengan lomba kapal hias yang diikuti para nelayan. Kapal-kapal nelayan yang telah dihias tampak melintas di sekitar perairan Cirebon sebelum kembali ke pelabuhan.
"Ini digabungkan dengan lomba kapal hias dari para nelayan, untuk meramaikan," ucap Edward.
(yum/yum)
