Sorot matahari mulai meredup ketika jarum jam menunjukkan sekitar pukul 15.30 WIB. Namun suasana di kawasan wisata Situ Cipanten, Desa Gunungkuning, Kecamatan Sindang, Kabupaten Majalengka, masih tampak ramai dipadati pengunjung.
Di tengah udara yang sejuk, wisatawan terlihat menikmati beragam wahana yang tersebar di area danau alami tersebut. Tawa anak-anak bersahutan dari tepian situ, sementara sejumlah pengunjung tampak asyik mengayuh bebek air hingga berenang di antara ribuan ikan koi yang menjadi daya tarik utama wisata ini.
Salah satu pengunjung, Anton Herdiana, warga Kecamatan Bantarujeg, Majalengka, mengaku sengaja datang bersama keluarganya untuk menghabiskan waktu libur di Situ Cipanten.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Anton, suasana yang adem dan banyaknya wahana air menjadi alasan dirinya memilih berwisata ke Situ Cipanten.
"Ke sini sama keluarga. Memang sengaja liburan ke sini karena suasananya adem, wahana airnya banyak, terus ada ikannya juga," kata Anton kepada detikJabar, Minggu (21/6/2026).
Anton mengaku, mendapatkan pengalaman berbeda saat berenang bersama ikan koi di perairan Situ Cipanten. Ribuan ikan yang berenang di sekeliling pengunjung memberikan sensasi tersendiri yang sulit ditemukan di tempat lain.
"Enak sekali. Apalagi sambil kasih makan ikan, langsung pada nyamperin. Sensasinya beda," ujarnya.
Bagi Anton, suasana di Situ Cipanten memberikan rasa tenang dan nyaman. Ia pun merekomendasikan tempat wisata tersebut sebagai destinasi keluarga.
"Senang, tenang, dan enjoy. Recommended banget buat bawa keluarga, anak-anak, pasangan juga," ungkapnya.
Selain menikmati suasana danau, Anton juga menyebut biaya untuk berenang relatif terjangkau. Pengunjung hanya perlu menyewa pelampung seharga Rp15 ribu, sementara aktivitas berenang tidak dikenakan biaya tambahan.
Tak hanya wisatawan lokal, Situ Cipanten juga menarik perhatian pengunjung dari luar daerah. Salah satunya Caridin, warga Indramayu, yang baru pertama kali mengunjungi wisata tersebut setelah melihatnya di media sosial.
"Tahu dari media sosial. Setelah datang langsung ternyata tempatnya bagus, nyaman buat keluarga dan anak-anak," kata Caridin.
Sejak pukul 10.00 WIB, Caridin bersama keluarganya menghabiskan waktu menikmati berbagai wahana yang tersedia. Mulai dari berenang, mengayuh bebek air hingga mencoba sepeda gantung.
"Yang paling berkesan ya bebek-bebekan, berenang, sama sepeda. Dari pagi sampai sore masih betah karena adem," ujarnya.
Ia mengaku, ingin kembali lagi ke Situ Cipanten pada kesempatan berikutnya dan mengajak teman-temannya untuk menikmati wisata tersebut.
Sementara itu, Direktur BUMDes sekaligus pengelola Situ Cipanten, Yosep Hendrawan mengatakan, keunikan utama wisata tersebut terletak pada warna airnya yang berubah mengikuti musim.
Saat musim hujan, air Situ Cipanten tampak sangat jernih hingga dasar danau bisa terlihat jelas. Sebaliknya, ketika musim kemarau, warna air berubah menjadi hijau alami.
"Kalau musim hujan airnya bening karena aliran dari tujuh mata air cukup deras sehingga plankton dan lumut tersapu. Saat musim kemarau debitnya tetap stabil, tapi alirannya lebih kecil sehingga lumut dan plankton tumbuh dan air berubah menjadi hijau," jelas Yosep.
Selain keindahan alamnya, Situ Cipanten kini memiliki 10 wahana wisata. Terbaru, pengelola menghadirkan wahana yang dikolaborasikan dengan keberadaan 2.160 ikan koi hasil hibah dari Bos Koi Hartono dan presenter Irfan Hakim.
Menurut Yosep, berenang bersama ikan koi menjadi aktivitas favorit saat kondisi air sedang jernih. Sedangkan ketika musim kemarau, wahana bebek goes lebih banyak diminati wisatawan.
"Kalau sekarang perahu transparan juga menjadi daya tarik utama. Banyak wisatawan yang penasaran ingin mencobanya," katanya.
Untuk menikmati wisata Situ Cipanten, pengunjung dikenakan tiket masuk Rp10 ribu untuk dewasa dan Rp5 ribu untuk anak-anak. Sementara tarif wahana bervariasi mulai Rp10 ribu hingga Rp250 ribu untuk perahu transparan.
Yosep menyebut mayoritas wisatawan masih berasal dari wilayah Ciayumajakuning. Namun dalam beberapa tahun terakhir, pengunjung dari berbagai daerah seperti Tangerang, Subang, Purwakarta, Karawang hingga Bandung mulai berdatangan.
"Alhamdulillah sekarang sudah banyak wisatawan dari luar daerah yang menjadikan Situ Cipanten sebagai salah satu tujuan wisata pilihan di Majalengka," pungkasnya.
Simak Video "Berinteraksi dan Menari Bersama Warga di Pulau Liukang Loe, Sulawesi Selatan"
[Gambas:Video 20detik]
(mso/mso)
