Maut yang Menjemput di Pantai Bali 2 Indramayu

Round-Up

Maut yang Menjemput di Pantai Bali 2 Indramayu

Tim detikJabar - detikJabar
Selasa, 16 Jun 2026 06:30 WIB
Ilustrasi orang tenggelam.
Ilustrasi orang tenggelam. (Foto: ChatGPT)
Indramayu -

Liburan yang seharusnya menjadi momen menyenangkan berubah menjadi duka mendalam bagi keluarga D (11), bocah asal Desa Pekandangan, Kabupaten Indramayu. Anak tersebut meninggal dunia setelah tenggelam di kawasan wisata Pantai Balongan Indah (Bali) II, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu.

Peristiwa tragis itu terjadi pada Rabu (10/6/2026) sekitar pukul 14.15 WIB. Korban diketahui datang bersama empat temannya untuk bermain di kawasan pantai yang saat itu cukup ramai dikunjungi wisatawan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, rombongan anak-anak tersebut tidak masuk melalui pintu resmi. Mereka diduga memilih jalur alternatif untuk menghindari loket masuk sebelum akhirnya menuju area jembatan yang biasa digunakan pengunjung untuk berfoto.

Ketua Pengelola Pantai Bali II Akso Surya Darmawangsa mengatakan, dari lokasi itulah korban kemudian melompat ke arah laut.

ADVERTISEMENT

"Mereka masuk bukan melalui pintu resmi, melainkan lewat jalur tikus. Setelah itu korban melompat dari ujung jembatan ke laut," ujar Akso kepada detikJabar, Senin (15/6/2026).

Berdasarkan keterangan teman-temannya, korban diduga tidak memiliki kemampuan berenang. Sementara lokasi tempat ia melompat berada di luar zona aman berenang dan telah dipasangi penanda berupa bendera merah sebagai peringatan bagi pengunjung.

Saat laporan mengenai pengunjung tenggelam diterima, petugas pantai langsung bergerak melakukan pencarian. Korban akhirnya ditemukan sekitar 20 meter dari titik awal ia melompat.

Akso yang memiliki pengalaman dasar dalam pencarian dan penyelamatan turut terlibat dalam proses evakuasi. Setibanya di darat, korban langsung mendapatkan pertolongan pertama.

Petugas berupaya memeriksa denyut nadi dan memberikan bantuan pernapasan darurat sebelum korban dibawa ke rumah sakit.

Korban sempat menunjukkan tanda-tanda kehidupan sehingga segera dilarikan ke RSUD Indramayu. Namun, setelah mendapatkan penanganan medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD), nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

Usai kejadian, pengelola bersama kepolisian melakukan penelusuran dengan meminta keterangan dari teman-teman korban yang berada di lokasi saat insiden terjadi.

Dari hasil pemeriksaan sementara, korban sempat terlihat berada di air. Namun, teman-temannya mengira ia hanya bercanda sehingga tidak langsung menyadari situasi berbahaya yang sedang terjadi.

Salah seorang rekannya bahkan sempat mencoba memberikan pertolongan. Namun karena kelelahan dan harus mengambil napas di tepian, upaya tersebut tidak berhasil.

Saat kembali memperhatikan ke arah laut, korban sudah tidak terlihat sehingga mereka panik dan melaporkan kejadian tersebut kepada petugas pantai.

Menurut Akso, kondisi cuaca dan ombak saat kejadian sebenarnya tidak ekstrem. Karena itu, ia menduga insiden terjadi akibat korban bermain di area berbahaya yang berada di luar batas aman dan tanpa pengawasan orang dewasa.

Padahal, pengelola telah memasang berbagai sarana keselamatan untuk mengingatkan pengunjung.

Mulai dari papan peringatan, batas zona aman dengan bendera merah dan kuning, hingga imbauan rutin melalui pengeras suara telah disediakan untuk mencegah kejadian serupa.

Meski korban diketahui masuk ke kawasan wisata melalui jalur tidak resmi, pihak pengelola tetap memberikan bantuan kepada keluarga yang ditinggalkan.

Selain santunan kerahiman, pengelola juga membantu biaya pelaksanaan tahlilan selama tujuh hari sebagai bentuk kepedulian terhadap keluarga korban.

Sementara itu, keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Ibu korban, N (43), juga menyampaikan apresiasi kepada petugas pantai yang telah berupaya menyelamatkan anaknya sejak ditemukan di laut hingga dibawa ke rumah sakit.

Secara terpisah, Kapolsek Balongan AKP Dedi Wahyudi mengatakan pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa sejumlah saksi, termasuk pengelola wisata serta teman-teman korban.

Polisi mengingatkan masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat berwisata dan selalu mematuhi seluruh rambu keselamatan yang telah dipasang di lokasi wisata.

(bba/orb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads