Priangan Timur Sepekan: Selfie Berujung Duka di Pantai Madasari

Priangan Timur Sepekan: Selfie Berujung Duka di Pantai Madasari

Tim detikJabar - detikJabar
Minggu, 17 Mei 2026 16:31 WIB
Pantai Madasari Pangandaran.
Pantai Madasari Pangandaran (Foto: Aldi Nur Fadillah/detikJabar).
Sukabumi -

Beragam peristiwa terjadi di wilayah Priangan Timur, mulai dari lansia tewas di kolam dengan kondisi alat penyemprot masih tergendong di punggungnya di Ciamis, hingga wisatawan tewas di Pantai Madasari Pangandaran saat mencari spot foto.

Berikut rangkuman Priangan Timur sepekan:

Pilu! Lansia di Ciamis Tewas di Kolam Ikan

Karsim (72), warga Dusun Kuta, Desa Karangpaningal, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis, ditemukan tewas di kolam ikan, Senin (11/5) lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lansia itu ditemukan sekitar pukul 09.00 WIB dalam kondisi mengapung di kolam dekat area persawahan dengan alat penyemprot masih tergendong di tubuhnya. Dugaan sementara, korban terjatuh ke kolam saat hendak menyemprot sawah.

Informasi ini dibenarkan Kepala Dusun Kuta, Didi. Didi mengatakan, sebelum ditemukan meninggal, korban sempat berpamitan pergi ke sawah sekitar pukul 06.00 WIB.

ADVERTISEMENT

"Korban berangkat ke sawah untuk menyemprot tanaman. Namun sampai sekitar pukul 08.00 WIB belum juga pulang sehingga istrinya merasa curiga lalu mencari ke lokasi," kata Didi saat dihubungi detikJabar.

Menurut Didi, saat dilakukan pencarian, korban ditemukan sudah tenggelam di kolam yang berada tidak jauh dari sawah miliknya. Jarak lokasi kejadian dari rumah korban sendiri sekitar 1 kilometer.

"Korban ditemukan sekitar pukul 09.00 WIB dalam kondisi sudah meninggal dunia. Saat ditemukan alat semprot masih tergendong," ungkapnya.

Menurut Didi, berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit ayan. Diduga penyakit tersebut kambuh hingga menyebabkan korban terjatuh ke kolam.

"Informasi dari pihak keluarga, almarhum memiliki riwayat penyakit ayan. Kalau kaget, suka kambuh. Dugaan korban jatuh ke kolam ketika penyakitnya kambuh," tuturnya.

Setelah menerima laporan, pihak dusun dan pemerintah desa berkoordinasi dengan unsur Muspika Tambaksari serta petugas kesehatan Puskesmas. Proses evakuasi melibatkan warga, aparat TNI-Polri, hingga unsur masyarakat adat setempat untuk penanganan lebih lanjut.

Petugas bersama warga kemudian mengevakuasi jasad korban menggunakan ambulans menuju rumah duka untuk proses pembersihan jenazah dan pemeriksaan awal.

"Pihak kepolisian juga sudah melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian. Selanjutnya jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan," pungkas Didi.

Pencari Kelapa di Tasikmalaya Terseret Arus Sungai

Pahroni bin Muslim (69), warga Kampung Borosole, Desa Cikalong, Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya, dilaporkan hilang terbawa arus Sungai Ciwulan, Selasa (12/5) lalu. Korban yang merupakan seorang buruh harian lepas itu diduga terseret arus saat berusaha memungut kelapa hanyut di Sungai Ciwulan.

Ketua FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adi Setia mengatakan, kejadian diperkirakan terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Korban diketahui saksi mata yang tengah berladang.

"Saksi bernama Hamid yang sedang bekerja di kebun dekat bantaran sungai mendengar teriakan dari arah sungai. Saat didekati, terlihat seseorang memakai topi putih terseret derasnya arus," kata Jembar kepada detikJabar, Rabu siang (13/6).

Karena debit air sedang tinggi dan arus deras, saksi yang tidak bisa berenang gagal menolong. Dia kemudian meminta bantuan warga dan bersama-sama melakukan pencarian di sekitar lokasi.

Kapolsek Cikalong, AKP Maman Suherman mengatakan, pencarian dilakukan melibatkan tim gabungan dan Basarnas. Korban sempat terlihat hanyut dengan topinya mengapung di air deras.

"Saksi hanya bisa melihat bagian kening dan topi korban dari jarak sekitar 5 meter. Karena tidak bisa berenang dan debit air sedang tinggi, saksi tidak bisa menolong," ujar AKP Maman.

Saksi kemudian mencari bantuan warga dan bertemu Sobar bin Muslim, kakak kandung korban. Keduanya melakukan penyisiran di sepanjang bantaran sungai hingga ke permukiman warga dan memastikan korban adalah Pahroni.

Polsek Cikalong bersama Satpolairud Polres Tasikmalaya, BPBD, dan relawan langsung melakukan pencarian. Namun upaya hanya bisa dilakukan dengan penyisiran di tepi sungai karena kondisi air masih tinggi, keruh, dan berarus deras. Kedalaman air di titik dugaan korban tenggelam diperkirakan lebih dari 2 meter.

Korban diketahui mencari kelapa untuk menambah penghasilan.

"Berdasarkan informasi, korban diduga tenggelam saat mencari atau memungut kelapa hanyut yang sering dilakukannya untuk menambah penghasilan," pungkas Maman.

Tragis! Wisatawan Pantai Madasari Pangandaran Tewas saat Cari Spot Selfie

Liburan keluarga di Pantai Madasari, Kabupaten Pangandaran, berujung duka. Seorang wisatawan asal Dayeuh Handap, Desa Kota Kulon, Kabupaten Garut, bernama Siti Atika (58), meninggal dunia setelah terseret ombak di kawasan Blok Karang Segeuh, Desa Masawah, Kecamatan Cimerak, Jumat (15/5) lalu.

Peristiwa nahas itu terjadi saat korban bersama keluarganya tengah mencari lokasi untuk berswafoto di area karang Pantai Madasari. Saat itu, korban disebut berdiri terlalu ke tengah hingga akhirnya diterjang ombak besar.

Plt Kasi Humas Polres Pangandaran Aiptu Yusdiana membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, korban datang ke Pantai Madasari bersama keluarganya untuk berlibur.

"Kejadiannya itu tadi pagi, saat sekeluarga wisatawan Garut mencari spot untuk berfoto, ibu-ibu atau korban diam diatas karang tiba-tiba saja ombak datang, yang pertamakali berhasil pegang batu, namun ombak kedua terlalu besar sehingga menyeret korban ke tengah," kata Yusdiana saat dihubungi detikJabar.

Yusdiana menjelaskan, korban sempat hilang terbawa arus sebelum akhirnya terseret kembali ke bibir pantai. Saat ditemukan, korban masih dalam kondisi sadar. Namun nahas, nyawanya tidak tertolong ketika dalam perjalanan menuju Puskesmas Cimerak.

"Korban dinyatakan meninggal dunia di perjalanan menuju Puskesmas Cimerak," katanya.

Yusdiana mengungkapkan, saat kejadian kondisi gelombang di kawasan Pantai Madasari, khususnya di Blok Karang Segeuh, sedang pasang. Selain itu, lokasi tersebut juga termasuk area larangan berenang karena dinilai berbahaya bagi wisatawan.

"Saat dinyatakan meninggal dunia, keluarga korban enggan melakukan autopsi dan akan melanjutkan membawanya ke Garut untuk dikebumikan," katanya.

Pihak kepolisian pun mengimbau wisatawan agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan pantai, terutama ketika ombak sedang tinggi. Pengunjung diminta mematuhi tanda larangan berenang dan tidak bermain terlalu ke tengah demi menghindari kejadian serupa.

"Mudah-mudahan kejadianny tiak terulang kembali," ucapnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Lansia di Lubuklinggau Ditemukan Tewas di Rumahnya"
[Gambas:Video 20detik]
(wip/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads