Pemerintah terus mendorong transformasi sektor pertanian melalui penerapan teknologi modern berbasis Sistem Pertanian Modern Agriculture Advance System (PM-AAS). Program yang mengadopsi metode pertanian modern dari Arkansas, Amerika Serikat itu mulai diterapkan di Kabupaten Indramayu.
Kegiatan penanaman padi dilakukan di Desa Plosokerep, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, bersama Sekretaris Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Husnain dan Bupati Indramayu Lucky Hakim, Rabu (13/5/2026).
Program PM-AAS diterapkan di lahan seluas 100 hektare sebagai bagian dari pengembangan pertanian modern nasional. Dalam penerapannya, proses tanam hingga perawatan tanaman memanfaatkan teknologi modern, termasuk penggunaan drone untuk penyemprotan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekretaris BRMP, Husnain mengatakan sistem PM-AAS memiliki perbedaan dengan pola tanam konvensional, terutama pada kepadatan populasi tanaman yang dibuat lebih rapat untuk meningkatkan hasil produksi.
"Metode ini menggunakan teknologi berbeda dengan sistem biasa. Populasi tanam lebih padat, pengaturan pupuk juga berbeda, termasuk pengendalian organisme pengganggu tanaman. Target hasil panen mencapai 10 ton per hektare," ujar Husnain kepada detikJabar.
Ia menjelaskan, program tersebut saat ini diterapkan di 15 titik pada 14 provinsi dengan total luas pengembangan mencapai 2.000 hektare.
Menurut Husnain, modernisasi pertanian dilakukan berdasarkan hasil riset dan kajian yang bertujuan meningkatkan produktivitas lahan secara signifikan.
"Dengan penggunaan alat dan sistem yang tepat, produktivitas bisa meningkat hampir dua kali lipat. Dari rata-rata sebelumnya sekitar 6 ton per hektare menjadi mendekati 10 ton," katanya.
Meski kebutuhan benih dalam sistem tersebut lebih tinggi dibanding metode biasa, peningkatan hasil panen dinilai mampu menutupi biaya produksi tambahan yang dikeluarkan petani.
Sementara itu, Bupati Indramayu Lucky Hakim menyatakan modernisasi pertanian perlu diterapkan secara menyeluruh, mulai dari proses pembibitan, penanaman hingga perawatan tanaman.
"Pemanfaatan teknologi dilakukan di semua tahap, termasuk penggunaan drone untuk penyemprotan pestisida dan perawatan tanaman lainnya," ujar Lucky saat meninjau penerapan teknologi modern tersebut.
Ia menilai intensifikasi pertanian menjadi langkah penting karena luas lahan sawah produktif semakin terbatas akibat perkembangan pembangunan.
"Hamparan sawah tidak mungkin terus bertambah, justru berpotensi berkurang. Karena itu produktivitas harus ditingkatkan," katanya.
Lucky juga menegaskan komitmennya menjaga kawasan pertanian agar tidak bercampur dengan wilayah industri. Menurutnya, lahan sawah harus tetap dipertahankan sebagai kawasan pangan produktif.
Pemerintah berharap penerapan PM-AAS dan teknologi pertanian modern dapat mendukung peningkatan produksi padi nasional sekaligus memperkuat ketahanan pangan di berbagai daerah.
(yum/yum)
