Petaka Senapan Angin di Indramayu: Nenek Tewas di Tangan Cucu

Round-Up

Petaka Senapan Angin di Indramayu: Nenek Tewas di Tangan Cucu

Tim detikJabar - detikJabar
Kamis, 14 Mei 2026 08:30 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi mayat. (Foto: Dok.Detikcom)
Indramayu -

Insiden memilukan mengguncang Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu. Seorang nenek berusia 62 tahun mengembuskan napas terakhir setelah terkena tembakan senapan angin yang tak sengaja dimainkan oleh cucunya sendiri yang baru berumur 11 tahun.

Kapolsek Cikedung, Iptu Anang Purwanto, mengonfirmasi peristiwa tragis tersebut. Berdasarkan laporan, kejadian mencekam itu berlangsung pada Rabu (6/5) lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pasca-kejadian, korban sebenarnya sempat dilarikan ke RS Mitra Plumbon Indramayu untuk mendapatkan perawatan intensif. Namun, takdir berkata lain. Kondisi kesehatan korban terus merosot hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Senin (11/5).

"Korban sempat dirawat, tetapi pada Senin tidak tertolong," ujar Anang saat dikonfirmasi, Rabu (13/5/2026).

ADVERTISEMENT

Menilik hasil penyelidikan sementara, petaka ini bermula dari aktivitas rutin di pedesaan. Saat itu, orang tua bocah tersebut tengah menjemur padi di halaman rumah. Mereka menyiagakan senapan angin hanya untuk satu tujuan: mengusir burung-burung yang kerap mematuk hasil panen.

"Saat orang tuanya masuk ke dalam rumah, senapan tersebut diduga tertinggal di luar dan kemudian diambil oleh sang anak. Bocah itu lalu memainkan senapan hingga peluru mengenai korban yang saat itu sedang beristirahat sambil menjaga padi yang dijemur," kata Anang.

Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami jenis senapan angin yang menjadi penyebab hilangnya nyawa tersebut. Tak hanya fokus pada hukum, kepolisian juga berencana menggencarkan edukasi kepada masyarakat mengenai prosedur keamanan penggunaan dan penyimpanan senjata angin.

Polisi mengimbau keras bagi warga yang memiliki senapan angin agar menyimpannya di tempat yang benar-benar aman dan jauh dari jangkauan anak-anak. Selain itu, pastikan peluru selalu dalam keadaan kosong saat senjata tidak digunakan demi mencegah tragedi serupa terulang kembali.

(orb/orb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads