Anggaran Turun Drastis, Pemkab Majalengka Fokus Skala Prioritas

Anggaran Turun Drastis, Pemkab Majalengka Fokus Skala Prioritas

Erick Disy Darmawan - detikJabar
Senin, 11 Mei 2026 20:00 WIB
Bupati Majalengka Eman Suherman saat meninjau lokasi untuk pembangunan Sekolah Rakyat
Bupati Majalengka Eman Suherman (Foto: Erick Disy Darmawan/detikJabar)
Majalengka -

Bupati Majalengka Eman Suherman angkat bicara soal kondisi keterbatasan anggaran yang tengah dihadapi Pemkab Majalengka. Meski fiskal daerah sedang tidak mudah, Eman memastikan pemerintah tetap berupaya memberikan pelayanan dan pembangunan terbaik untuk masyarakat.

Namun demikian, Eman meminta masyarakat memahami dalam mewujudkan seluruh program pembangunan tidak bisa dilakukan secara instan. Menurutnya, semua membutuhkan proses, tahapan dan penyesuaian kemampuan anggaran daerah.

Eman menjelaskan kondisi fiskal daerah saat ini jauh berbeda dibanding beberapa tahun lalu. Ia menyebut, pada masa pandemi COVID-19 tahun 2020, total anggaran daerah Majalengka sempat mencapai Rp 3,5 triliun. Namun kini angka tersebut mengalami penyusutan cukup besar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dulu saat COVID-19 tahun 2020 anggaran kita sudah mencapai Rp 3,5 triliun. Sekarang menyusut, terlebih dengan adanya Inpres Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi anggaran, baik APBN maupun APBD," kata Eman kepada detikJabar, Senin (11/5/2026).

ADVERTISEMENT

Tak hanya itu, lanjut Eman, bantuan keuangan (bankeu) dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga saat ini tidak tersedia. Kondisi tersebut membuat APBD Majalengka tahun 2026 turun menjadi sekitar Rp 2,9 triliun atau berkurang kurang lebih Rp 600 miliar.

"Bankeu dari provinsi juga tidak ada, maka APBD kita tahun 2026 hanya 2,9 T, jadi menyusut kurang lebih 600 M," ujarnya.

Meski begitu, Eman menegaskan kondisi tersebut tidak membuat pemerintah daerah patah semangat dalam melayani masyarakat.

"Tapi kita tidak boleh patah semangat. Tetap harus gas pol dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ucapnya.

Menurut Eman, pemerintah daerah saat ini harus lebih cermat dalam menentukan skala prioritas pembangunan. Sebab di satu sisi kebutuhan masyarakat terus meningkat, sementara kemampuan fiskal daerah memiliki keterbatasan.

Ia mengatakan berbagai sektor penting seperti infrastruktur, kesehatan, pendidikan hingga pelayanan dasar masyarakat tetap menjadi fokus perhatian pemerintah daerah. Karena itu, anggaran yang tersedia akan dimaksimalkan agar benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat.

"Pemerintah tentu ingin semua kebutuhan masyarakat cepat terpenuhi. Tapi kondisi anggaran daerah juga harus realistis dilihat bersama," jelasnya.

Eman menegaskan, keterbatasan anggaran bukan berarti pemerintah berhenti bekerja. Justru di tengah situasi tersebut, pemerintah daerah dituntut lebih efektif dan tepat sasaran dalam menggunakan anggaran.

"Kami terus berupaya memberikan yang terbaik untuk masyarakat Majalengka. Tapi tentu semuanya ada prosesnya, ada tahapan yang harus dilalui. Tidak bisa semuanya selesai dalam waktu singkat," ungkapnya.

Ia pun meminta masyarakat tetap memberikan dukungan dan kepercayaan kepada pemerintah daerah. Menurutnya, pembangunan tidak bisa dilakukan pemerintah sendirian, melainkan membutuhkan kebersamaan seluruh elemen masyarakat.

Eman memastikan berbagai aspirasi masyarakat tetap menjadi perhatian pemerintah daerah. Meski belum seluruhnya bisa direalisasikan dalam waktu cepat, Pemkab Majalengka akan terus mencari solusi sesuai kemampuan keuangan daerah.

"Kami memahami harapan masyarakat sangat besar. Karena itu kami tidak tinggal diam. Sedikit demi sedikit, program-program yang menjadi kebutuhan masyarakat akan terus kami dorong," ujarnya.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga terus berupaya membuka peluang investasi dan meningkatkan pendapatan asli daerah agar kapasitas fiskal Majalengka ke depan semakin kuat.

"Yang terpenting masyarakat tahu bahwa pemerintah terus bekerja. Kami ingin hasil pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat, meskipun membutuhkan waktu dan proses," pungkasnya.




(dir/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads