Kritik Ragam Persoalan Indramayu, Warga Lempar Puluhan Ular

Kritik Ragam Persoalan Indramayu, Warga Lempar Puluhan Ular

Burhannudin - detikJabar
Jumat, 08 Mei 2026 13:08 WIB
Aksi demo lempar ular di Indramayu
Aksi demo lempar ular di Indramayu (Foto: Istimewa)
Indramayu -

Aksi melempar ular dalam demonstrasi Aliansi Topi Jerami di depan Pendopo Indramayu, belum lama ini, menjadi perhatian publik. Di tengah tuntutan soal lingkungan, pendidikan, dan ekonomi, simbol ular yang dilempar ke area penjagaan aparat dianggap merepresentasikan kekecewaan masyarakat terhadap kondisi daerah yang dinilai belum banyak berubah.

Bagi massa aksi, lempar ular bukan sekadar sensasi dalam demonstrasi. Koordinator aksi, Rakhmat Hidayat, menyebut tindakan itu sebagai sindiran terhadap langkah-langkah simbolis pemerintah yang dianggap belum menyentuh persoalan mendasar masyarakat.

Ia menyinggung aksi Bupati Indramayu, Lucky Hakim, yang beberapa waktu lalu sempat melempar ular ke sawah sebagai simbol penanganan hama. Menurut Rakhmat, aksi tersebut dinilai lebih bersifat seremonial dibanding solusi nyata yang dirasakan masyarakat secara luas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Simbol lempar ular ini menjadi bentuk kritik kami terhadap kebijakan yang terkesan simbolis. Masyarakat membutuhkan solusi yang benar-benar dirasakan dampaknya," ujar Rakhmat kepada detikJabar, Jumat (8/5/2026).

ADVERTISEMENT

Di balik aksi unik tersebut, Aliansi Topi Jerami membawa sejumlah keresahan masyarakat. Mereka menyoroti persoalan sampah yang dinilai belum tertangani maksimal, akses pendidikan yang masih perlu perhatian, hingga kondisi ekonomi warga yang disebut belum membaik secara merata.

Persoalan lingkungan menjadi salah satu isu yang paling disorot. Menurut massa aksi, masih ada tempat pembuangan sampah yang meski telah dinyatakan legal dan memiliki fasilitas pendukung, namun pengelolaannya belum berjalan optimal karena sampah tidak rutin diangkut.

Akibatnya, tumpukan sampah justru memunculkan persoalan baru di tengah masyarakat.

Aksi demo lempar ular di IndramayuAksi demo lempar ular di Indramayu Foto: Istimewa

Selain itu, massa aksi juga menilai sejumlah program pemerintah daerah yang disampaikan dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) belum sepenuhnya sesuai dengan kondisi yang dirasakan warga di lapangan.

Meski diwarnai aksi simbolis lempar ular, demonstrasi tetap berlangsung tertib. Aparat kepolisian dan petugas keamanan berjaga selama aksi berlangsung untuk memastikan situasi tetap kondusif.

Kasi Humas Polres Indramayu, AKP Tarno, mengatakan aksi unjuk rasa berjalan aman hingga selesai.

"Alhamdulillah unjuk rasa berjalan kondusif," kata Tarno saat dihubungi.

Disampaikan Tarno, puluhan ular yang dilemparkan langsung ditangkap dan diamankan oleh petugas gabungan.

Diketahui, ular yang dilemparkan berjenis xenochrophis vittatus atau orang Indramayu biasa menyebutnya "ular kisik". Selain itu jenis ular lainnya adalah ular sawah atau Hypsiscopus plumbea. Petugas keamanan sempat bereaksi terhadap aksi tersebut. Melalui pengeras suara, polisi mengimbau kepada demonstran agar tidak melakukan tindakan yang dapat menggangu ketertiban.




(dir/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads