Ekspansi Industri Besar Cirebon Dongkrak Lapangan Kerja Baru

Ekspansi Industri Besar Cirebon Dongkrak Lapangan Kerja Baru

Devteo Mahardika - detikJabar
Kamis, 07 Mei 2026 00:05 WIB
Pekerja menyelesaikan pembuatan kerajinan rotan di sentra produksi rotan Weru, Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (15/6/2024). Pemprov Jawa Barat akan terus menggenjot ekspor rotan dengan menjajaki pasar Eropa, Afrika Utara dan Asia untuk meningkatkan ekspor produk rotan yang telah mengalami penurunan ekspor sebesar 40 persen sepanjang tahun 2023. ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/wpa.
Ilustrasi kerajinan rotan di Cirebon. (Foto: ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)
Cirebon -

Sektor industri di Kabupaten Cirebon menunjukkan geliat yang semakin kuat sepanjang 2024 dengan proyeksi yang kian positif pada 2025. Lonjakan signifikan terlihat pada aspek investasi, produksi, hingga penyerapan tenaga kerja yang didorong oleh ekspansi industri skala besar.

Data terbaru Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Cirebon mencatat, total investasi industri diproyeksikan naik dari Rp80,602 miliar pada 2024 menjadi Rp85,576 miliar pada 2025. Angka ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 6,17 persen, sekaligus menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap iklim usaha di wilayah tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Disperdagin Kabupaten Cirebon, Suhartono, menilai tren positif ini sebagai sinyal kuat bagi penguatan ekonomi daerah.

"Kepercayaan investor, khususnya di sektor industri besar, terus meningkat. Ini menandakan Cirebon semakin dilirik sebagai pusat investasi yang menjanjikan," ujarnya, Rabu (6/5/2026).

ADVERTISEMENT

Industri besar menjadi motor utama pertumbuhan. Nilai investasinya diperkirakan naik dari Rp71,690 miliar pada 2024 menjadi Rp76,465 miliar pada 2025, atau tumbuh 6,66 persen. Dominasi sektor ini juga terlihat dari kontribusinya terhadap peningkatan produksi industri secara keseluruhan.

Total nilai produksi industri pun terkerek dari Rp34,018 miliar menjadi Rp38,479 miliar, atau tumbuh 13,11 persen. Industri besar kembali menjadi penyumbang terbesar dengan pertumbuhan produksi mencapai 15,47 persen, melampaui Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang tumbuh 6,85 persen.

"Ini menunjukkan kapasitas produksi kita semakin optimal. Efisiensi dan ekspansi yang dilakukan pelaku industri mulai memberikan hasil nyata," kata Suhartono.

Tak hanya dari sisi investasi dan produksi, ekspansi industri juga tercermin dari penambahan jumlah unit usaha. Total unit industri di Kabupaten Cirebon meningkat dari 397 unit pada 2024 menjadi 510 unit pada 2025, atau naik 28,46 persen. Industri besar mencatat lonjakan paling tinggi, dari 229 unit menjadi 335 unit atau tumbuh 46,29 persen.

Namun, sorotan utama berada pada sektor ketenagakerjaan. Penyerapan tenaga kerja mengalami lonjakan drastis, dari 157 ribu orang pada 2024 menjadi 272 ribu orang pada 2025, atau tumbuh hingga 73,25 persen.

Capaian paling mencolok terlihat pada industri besar yang mencatat pertumbuhan penyerapan tenaga kerja hingga 242,22 persen, yakni dari 45 ribu menjadi 154 ribu orang. Angka ini menandakan terbukanya lapangan kerja dalam skala besar seiring ekspansi industri.

"Lonjakan ini sangat menggembirakan. Artinya, investasi yang masuk benar-benar berdampak langsung pada masyarakat, terutama dalam menekan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan," tegasnya.

Di sisi lain, sektor IKM tetap menunjukkan peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Investasi IKM tumbuh 2,23 persen menjadi Rp9,111 miliar, sementara produksinya naik 6,85 persen menjadi Rp9,947 miliar. Jumlah unit IKM juga meningkat menjadi 175 unit, atau tumbuh 4,17 persen.

Penyerapan tenaga kerja di sektor IKM turut mengalami kenaikan dari 112 ribu menjadi 118 ribu orang, atau tumbuh sebesar 5,36 persen. "IKM tetap menjadi fondasi ekonomi kerakyatan. Meski pertumbuhannya tidak sebesar industri besar, kontribusinya tetap vital dan konsisten," tandas Suhartono.

(orb/orb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads