Kisah Shalwa, Atlet Silat Kuningan yang Bermimpi Tembus SEA Games

Kisah Shalwa, Atlet Silat Kuningan yang Bermimpi Tembus SEA Games

Fahmi Labibinajib - detikJabar
Sabtu, 02 Mei 2026 20:30 WIB
Shalwa Agnia Fariha saat menerima apresiasi dari Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar
Shalwa Agnia Fariha saat menerima apresiasi dari Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar. Foto: Fahmi Labibinajib/detikJabar
Kuningan -

Shalwa Agnia Fariha, siswi kelas 9 MTsN 7 Kuningan sekaligus atlet pencak silat, tengah diselimuti kebahagiaan. Tepat pada peringatan Hari Pendidikan Nasional, Shalwa menerima penghargaan dan apresiasi langsung dari Bupati Kuningan sebagai salah satu siswa berprestasi.

Raut kegembiraan terpancar jelas dari wajah remaja berusia 15 tahun tersebut saat bersanding dengan puluhan siswa berprestasi lainnya. Shalwa mengungkapkan dirinya telah menekuni olahraga bela diri pencak silat sejak duduk di bangku kelas 3 sekolah dasar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada awalnya, ia mengikuti latihan tersebut atas dorongan orang tuanya demi perlindungan diri. Namun, seiring berjalannya waktu dan intensitas latihan yang diikuti, Shalwa justru terpikat untuk mendalami olahraga pencak silat lebih jauh.

Bagi Shalwa, pencak silat bukan sekadar seni bela diri yang mengandalkan kekuatan fisik semata. Ia memandang olahraga ini sebagai sarana untuk mempererat rasa kekeluargaan serta membangun kekompakan antar sesama atlet.

ADVERTISEMENT

"Awalnya disuruh Ayah buat bela diri, buat jaga-jaga kalau ada apa-apa. Terus pas awal saya ikut, ternyata seru juga. Di silat itu kita bisa belajar kekeluargaan dan kekompakan pas ada teman yang lagi lomba, kita beri semangat buat mereka," tutur Shalwa, Sabtu (2/5/2026).

Dalam perjalanannya sebagai atlet, Shalwa telah melewati berbagai dinamika, termasuk pengalaman pahit saat gagal meraih juara dalam sebuah ajang kompetisi silat pada tahun 2023. Namun, kegagalan tersebut tidak membuatnya surut, melainkan menjadi pemantik semangat untuk terus berkembang.

"Motivasi saya itu dari kegagalan. Karena setiap kegagalan itu pasti akan ada hikmahnya, dan dari kegagalan itu juga kita bisa belajar untuk menjadi kemenangan untuk ke depannya.Pernah ngerasa capek, kayak ingin udahan, tapi melihat orang-orang ternyata bisa bersinar dari pencak silat dan saya ingin berada di posisi itu," tutur Shalwa.

Kegigihan Shalwa membuahkan hasil yang impresif. Dari 15 kompetisi yang telah ia ikuti, Shalwa berhasil membawa pulang 12 medali, mulai dari kategori emas, perak, hingga perunggu. Prestasi ini menjadi bukti nyata dari kerja kerasnya selama ini.

"Sebenarnya sudah 15 kali lomba, tapi untuk menang juara itu 12 kali. Dari tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi, sampai nasional. Waktu tahun 2025, pas saya lomba di Ciamis tingkat nasional. Itu saya mendapatkan Juara 1. Itu momen yang paling berharga karena waktu lombanya malam, tapi ternyata dimajukan jadi pagi-pagi sekali. Saat itu saya cuma bisa berdoa saja, ternyata Alhamdulillah diberi kepercayaan sama Allah untuk menjadi Juara 1. Saya persembahkan untuk orang tua saya sendiri, karena mereka mendukung saya dari kecil," tutur Shalwa.

Sebagai seni bela diri, Shalwa mengakui bahwa pencak silat memiliki tingkat kesulitan tersendiri yang memerlukan ketekunan tinggi. Oleh karena itu, ia terus berkomitmen untuk berlatih secara rutin. Shalwa berharap di masa depan ia dapat menjadi atlet profesional yang mampu mengukir prestasi, baik di kancah nasional maupun internasional.

"Kalau di seni jurus itu biasanya di waktu. Kita harus tepat waktunya, sering kehabisan napas sebelum waktu selesai. Gerakannya juga harus ber-power dan mimik wajah harus dilihat. Latihannya rutin 4 sampai 5 kali dalam seminggu. Harapannya semoga bisa ikut kompetisi SEA Games, PON, dan PORDA," tutur Shalwa.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menegaskan Pemerintah Kabupaten Kuningan akan terus memberikan dukungan penuh bagi para siswa untuk terus berprestasi. Ia berpesan kepada seluruh anak-anak berprestasi di wilayahnya agar senantiasa mempertahankan dan meningkatkan pencapaian mereka.

"Untuk anak-anakku yang berprestasi, terus pertahankan prestasimu. Saya sampaikan, raihlah cita-citamu setinggi langit. Tanpa doa, tanpa belajar, tanpa kerja keras, niscaya cita-cita itu sulit tercapai. Mudah-mudahan dengan momentum Hari Pendidikan, semangat adik-adik semakin kuat. Dan insyaallah cita-cita itu berhak milik anak kita semua, tidak ada yang dibatasi sesuai dengan apa yang didorong dengan jargon kita hari ini: bahwa pendidikan untuk kita semua, cita-cita untuk anak-anak kita semua," pungkas Dian.

(sud/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads