Cerita Penumpang di Stasiun Jatibarang Saat Jadwal Kereta Terlambat

Cerita Penumpang di Stasiun Jatibarang Saat Jadwal Kereta Terlambat

Burhannudin - detikJabar
Selasa, 28 Apr 2026 15:07 WIB
Menunggu kereta tiba di Stasiun Jatibarang, puluhan penumpang terlihat sedang duduk di peron, Selasa (28/4/2026).
Menunggu kereta tiba di Stasiun Jatibarang, puluhan penumpang terlihat sedang duduk di peron, Selasa (28/4/2026). (Foto: Burhannudin/detikJabar)
Indramayu -

Suasana Stasiun Jatibarang, Indramayu, Selasa (28/4/2026), tampak lebih padat dari biasanya. Sejumlah penumpang duduk di bangku ruang tunggu, sebagian lainnya berdiri di sekitar peron, menatap papan informasi yang menunjukkan jadwal keberangkatan yang terus bergeser. Keterlambatan perjalanan kereta api hari ini menjadi cerita bersama; tentang rencana yang tertunda, namun tetap dijalani dengan sabar.

Khusi Asyifa (23), warga Kecamatan Widasari, termasuk di antara penumpang yang terdampak. Ia berencana berangkat ke Cirebon untuk keperluan kuliah. "Saya mau ke Cirebon naik kereta, jadwalnya jam 12.29, tapi perkiraan berangkat sekitar jam 3," ujarnya saat ditemui di lokasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski harus menunggu lebih lama, Khusi memilih tetap bertahan di stasiun, berharap kereta segera tiba.

Cerita serupa datang dari seorang perempuan bernama Vicky (35), warga Kecamatan Jatibarang, yang memiliki keperluan berobat ke dokter di Cirebon. Ia sudah berada di stasiun sejak pukul 11 siang.

ADVERTISEMENT

"Mau ngejar jadwal dokter, soalnya adanya hari ini. Sekarang sudah jam 2 lewat, ya nunggu saja, sudah biasa bolak-balik naik kereta," katanya.

Baginya, berkendara menggunakan kereta menjadi pilihan paling praktis. Terkait keterlambatan ini, Vicky mengaku tidak terlalu mempermasalahkan. Ia memahami situasi yang terjadi.

"Memang ada informasi keterlambatan satu sampai dua jam. Ya, nggak gimana-gimana, memang keadaannya seperti ini," ujarnya.

Informasi mengenai gangguan perjalanan ini juga telah beredar luas di media sosial, termasuk kabar kecelakaan kereta di Bekasi Timur yang menjadi penyebab utama. Sejumlah penumpang mengaku mengetahui kabar tersebut dari media sosial sebelum tiba di stasiun.

Kepala Stasiun Jatibarang, Tomi Permana, menjelaskan bahwa dampak gangguan cukup luas. Secara keseluruhan, terdapat 19 perjalanan kereta api jarak jauh yang dibatalkan akibat insiden tersebut. Sebagai salah satu stasiun utama di wilayah Daop 3 Cirebon, Jatibarang ikut merasakan dampaknya, terutama untuk kereta arah Jakarta maupun Jawa Tengah dan Jawa Timur.

"Keterlambatan sudah terasa sejak Senin malam dan berlanjut hingga hari ini. Penumpang dengan jadwal keberangkatan pada rentang waktu tersebut menjadi yang paling terdampak," jelas Tomi, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (28/4/2026).

Selain keterlambatan, beberapa perjalanan kereta juga dibatalkan, di antaranya KA Gunungjati rute Cirebon-Gambir, KA Purwojaya rute Cilacap-Gambir pulang-pergi, KA Mataram rute Solo Balapan-Pasarsenen, serta KA Gumarang rute Surabaya Pasarturi-Pasarsenen.

Sebagai bentuk kompensasi, kata Tomi, pihak KAI memberikan pengembalian dana penuh sebesar 100 persen di luar biaya pemesanan. Penumpang dapat mengajukan refund maksimal tujuh hari sejak jadwal keberangkatan, baik melalui loket stasiun maupun aplikasi resmi.

Di tengah situasi ini, pihak stasiun juga terus melakukan sosialisasi kepada penumpang. Pengumuman dilakukan secara berkala melalui pengeras suara, sementara petugas tambahan disiagakan di area layanan untuk membantu proses pembatalan tiket maupun memberikan informasi terbaru.

"Pembaruan informasi juga kami sampaikan melalui media digital agar penumpang tetap terinformasi sebelum tiba di stasiun," ungkap Tomi.

Di balik keterlambatan yang terjadi, tampak bagaimana para penumpang memilih untuk tetap tenang dan menyesuaikan rencana. Di ruang tunggu Stasiun Jatibarang, waktu berjalan sedikit lebih lambat hari ini, namun harapan untuk segera melanjutkan perjalanan tetap terjaga.

(sud/sud)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads