Seekor beruk atau monyet ekor pendek peliharaan warga di Desa Wanasaraya, Kecamatan Kalimanggis, Kabupaten Kuningan, dilaporkan lepas dari kandang dan mengacak-ngacak warung. Selain merusak warung, hewan primata tersebut juga menyerang dan menggigit pemiliknya hingga mengalami luka-luka.
Kepala UPT Damkar Kabupaten Kuningan, Andri Arga Kusuma, memaparkan bahwa peristiwa lepasnya monyet tersebut bermula pada Rabu (24/4). Insiden terjadi saat hewan yang berada dalam kandang itu terlepas dari pengawasan pemiliknya, Yuanis (42), yang berprofesi sebagai pedagang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melihat hewan peliharaannya lepas dan merusak warung, Yuanis berinisiatif untuk menangkap dan mengikatnya kembali menggunakan rantai di area pagar. Namun, diduga karena kondisi stres, monyet tersebut justru memberontak dan menyerang Yuanis hingga menyebabkan luka robek pada pergelangan tangan kanannya. Khawatir akan keselamatan warga sekitar, tetangga korban kemudian meminta bantuan petugas Damkar untuk melakukan evakuasi.
"Monyet tersebut lepas dari kandang dan mengacak-ngacak warung. Sama ibu Yuanis, pemilik monyet ditangkap kemudian dirantai di pagar. Saat habis dhuhur malah kera berontak dan saat ditenangkan oleh pemilik malah menggigit dan menyebabkan luka di tangan kanan bagian pergelangan. Karena takut menyerang warga kemudian ibu Rinda melapor ke Damkar," tutur Arga, Jumat (24/4/2026).
Mendapatkan laporan tersebut, Damkar Kuningan segera mengerahkan empat personel ke lokasi kejadian. Setibanya di lokasi, petugas mendapati monyet masih berada di area pagar dalam kondisi agresif. Kerumunan warga di sekitar lokasi sempat menyulitkan petugas dalam proses penjinakan karena membuat hewan tersebut semakin liar.
"Hambatannya dikarenakan monyet sudah mengalami stres dan dikerumuni banyak warga. Monyet menjadi liar dan menyulitkan petugas. Monyet juga mempunyai gigi taring yang panjang dikarenakan belum dipotong," tutur Arga.
Setelah berupaya selama kurang lebih 30 menit, petugas akhirnya berhasil mengevakuasi monyet beruk tersebut pada pukul 17.00 WIB. Pasca-kejadian ini, Damkar Kuningan mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati, terutama bagi mereka yang memelihara hewan liar dan buas.
Masyarakat yang memelihara hewan kategori liar diimbau untuk memastikan fasilitas kandang dalam kondisi aman dan layak. Hal ini penting guna mencegah risiko hewan terlepas yang dapat membahayakan keselamatan publik di lingkungan pemukiman.
(dir/dir)
