Sebuah Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Majalengka viral di sosial media. Sekolah tersebut viral karena kondisinya bangunannya yang memprihatinkan dan kontras dengan bangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada persis di sebelahnya.
Berikut fakta-faktanya
1. Bangunan SPPG Lebih Bagus
Sekolah yang menjadi perhatian publik itu adalah SDN Gandawesi II yang berada di wilayah Kecamatan Ligung, Majalengka. Terlihat kondisi bangunan SD ini sudah usang dan cukup memprihatinkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara di sebelahnya, SPPG yang menjadi dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki bangunan yang jauh lebih mentereng. Hal inilah yang disorot oleh publik karena ketimpangan kondisi bangunan antara sekolah dan sebuah dapur.
2. Rencana Diperbaiki
Menanggapi hal itu, Dinas Pendidikan (Disdik) Majalengka memastikan segera melakukan penanganan terhadap sekolah tersebut. Bahkan, tahun ini sudah masuk dalam rencana perbaikan.
Kepala Disdik Majalengka Raden Muhammad Umar Ma'ruf menyampaikan, jauh sebelum viral, pihaknya sudah melakukan pendataan dan pemetaan kondisi sekolah, mulai dari tingkat SD hingga SMP di seluruh Majalengka. Hal itu merupakan upaya bagian dari skema revitalisasi yang dimulai sejak 2025.
"Seluruh sekolah sudah kita mapping. Termasuk kejadian-kejadian seperti bangunan ambruk dan kerusakan lainnya. Jadi bukan karena viral baru ditangani," kata Umar, Kamis (16/4/2026).
3. Masuk Kategori Rusak Berat
Umar mengakui jika SDN Gandawesi II memang termasuk dalam kategori rusak berat. Adapun untuk penanganannya, Disdik telah mengusulkan perbaikan melalui program revitalisasi ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
"Dari hasil survei, ada tiga ruang kelas yang rusak berat. Untuk kondisi seperti ini, alternatifnya memang harus diusulkan ke pemerintah pusat, provinsi, atau kabupaten," jelasnya.
4. Alasan Biaya
Keterbatasan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) menjadi salah satu kendala dalam menangani kerusakan bangunan sekolah
"BOS itu maksimal hanya bisa 20 persen untuk pemeliharaan. Jadi tidak mungkin digunakan untuk perbaikan berat seperti ini," ujarnya.
5. Diperbaiki Tahun Ini
Umar pun memastikan, SDN Gandawesi 2 berpeluang besar mendapatkan penanganan tahun ini. Tak hanya itu, Pemkab Majalengka juga tetap mengalokasikan anggaran daerah untuk perbaikan sekolah, meski di tengah efisiensi.
"Insyaallah (revitalisasi tahun ini), karena seluruh persyaratan sudah kita lengkapi sampai tadi malam. Mudah-mudahan ada atensi dari pemerintah pusat dan bisa direalisasikan tahun ini," ucapnya.
"Tahun ini ada 22 sekolah yang ditangani, terdiri dari 17 SD dan 5 SMP. Tapi sifatnya hanya perbaikan sebagian, tidak menyeluruh," pungkasnya.
