Sepinya Taman Kertawangunan Kuningan, Pendapatan Pedagang Turun Drastis

Sepinya Taman Kertawangunan Kuningan, Pendapatan Pedagang Turun Drastis

Fahmi Labibinajib - detikJabar
Kamis, 16 Apr 2026 05:30 WIB
Suasana sepi dan terbengkalai taman Kertawangunan Kuningan
Suasana sepi dan terbengkalai taman Kertawangunan Kuningan (Foto: Fahmi Labibinajib/detikJabar)
Kuningan -

Salah satu ruang terbuka publik di Kabupaten Kuningan, Open Space Taman Kertawangunan yang berlokasi di Desa Kertawangunan, Kecamatan Sindangagung, kini kondisinya memprihatinkan. Meski berada di lokasi strategis dekat Terminal Kertawangunan, jalan raya, dan pusat pemerintahan, taman tersebut terlihat sepi dan tidak terawat.

Pantauan di lokasi pada Rabu (15/4/2026), kerusakan tampak dari bagian depan taman. Papan nama "Kertawangunan" tidak lagi utuh, sementara tumpukan daun kering berserakan menutupi area. Lantai trotoar juga terlihat retak akibat termakan usia.

Kondisi di dalam taman lebih memprihatinkan. Rumput liar tumbuh menutupi area lapangan hingga kursi-kursi taman. Fasilitas wastafel tidak berfungsi, dan saat malam hari kawasan ini gelap gulita karena banyak lampu taman yang rusak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suasana sepi terasa saat berada di dalam area taman. Deretan lapak pedagang banyak yang tutup. Bahkan, beberapa gerobak yang ditinggalkan tampak tertutup semak belukar karena lama tidak digunakan.

ADVERTISEMENT

Salah satu pedagang, Rita (31), mengatakan kondisi taman yang terbengkalai sudah berlangsung cukup lama. Selain dipenuhi rumput liar, lampu penerangan juga banyak yang tidak berfungsi.

"Saya mau ke kamar mandi saja harus pakai senter motor karena lampunya rusak. Tidak ada yang mengurus, kalau malam gelap sekali. Rumputnya juga sudah tinggi-tinggi," kata Rita, Rabu (15/4/2026).

Menurut Rita, kondisi tersebut membuat pengunjung enggan datang sehingga berdampak pada pendapatannya. Ia menyebut banyak pedagang yang akhirnya memilih pindah atau berhenti berjualan.

"Sekarang sepi, tidak seperti dulu. Dulu sehari bisa dapat Rp 500 ribu kalau ramai. Sekarang paling sekitar Rp 100 ribu. Pedagang juga banyak yang sudah pergi, sekarang tersisa sekitar enam orang," ujarnya.

Suasana sepi dan terbengkalai taman Kertawangunan KuninganSuasana sepi dan terbengkalai taman Kertawangunan Kuningan Foto: Fahmi Labibinajib/detikJabar

Hal senada disampaikan Rendy, warga sekitar yang juga Ketua Persatuan Pedagang Taman Kertawangunan. Ia mengatakan jumlah pedagang menurun drastis sejak taman tidak terawat, terutama setelah pandemi COVID-19.

"Dulu ada sekitar 40 sampai 50 pedagang, belum termasuk pelaku hiburan seperti sewa mainan listrik. Pengunjung juga ramai. Sekarang paling tersisa 4 sampai 6 pedagang," kata Rendy.

Ia menambahkan, Taman Kertawangunan memiliki nilai sejarah karena pernah digunakan sebagai lokasi tradisi Saptonan atau pacuan kuda tradisional. Hal itu ditandai dengan adanya patung penunggang kuda di tengah taman.

Rendy berharap pemerintah dapat lebih serius dalam mengelola taman tersebut. "Jangan hanya dibersihkan saat ada acara saja. Kondisi hariannya seperti ini, lampu mati, bagian depan rusak. Padahal dulu taman ini jadi tempat acara Saptonan saat hari jadi Kuningan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kuningan, Asep Budi, mengatakan pihaknya akan segera melakukan pembersihan area taman.

"Iya, dikelola Disporapar, tapi pengelolaannya bersama desa. Nanti kami koordinasi, misalnya untuk kebersihan. Kami juga akan mendorong kegiatan agar tempat ini kembali ramai," kata Asep saat dikonfirmasi.

Ia menambahkan, Taman Kertawangunan merupakan ruang terbuka yang diperuntukkan bagi masyarakat untuk beraktivitas dan rekreasi.

(iqk/iqk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads