Kenaikan harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah berdampak pada melonjaknya harga plastik di Kabupaten Indramayu. Terganggunya pasokan bahan baku petrokimia (nafta) membuat produksi kantong kresek, styrofoam, dan lain sebagainya juga terganggu. Kondisi ini turut memukul pelaku usaha kecil, khususnya penjual gorengan yang bergantung pada plastik sebagai kemasan.
Amin (37), penjual gorengan di Jalan Ir H Juanda, Desa Singajaya, Kecamatan Indramayu, mengaku harus menyiasati kondisi tersebut agar tetap bisa bertahan. Ia menyebut harga plastik kini mengalami kenaikan dari Rp10 ribu menjadi Rp12 ribu per pak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang harga plastik naik Rp12 ribu, biasanya Rp10 ribu. Terpaksa saya harus mengurangi ukuran gorengannya menjadi lebih kecil. Kalau tidak seperti itu, saya bisa rugi," ujarnya saat ditemui pada Rabu (8/4/2026).
Menurut Amin, kebijakan mengecilkan ukuran produk berdampak pada penjualan. Ia menilai sebagian pembeli mulai menyadari perubahan tersebut dan berpotensi mengurangi minat beli.
"Memang kenaikan harga plastik ini benar-benar mempengaruhi penjualan. Mungkin pembeli merasa ukuran gorengan milik saya lebih kecil," tambahnya.
Dampak kenaikan harga plastik juga dirasakan oleh Sobur, penjual plastik di Desa Sudimampir, Kecamatan Balongan. Ia mengatakan, harga plastik naik membuat penjualannya menurun.
"Harga naik tapi penjualan menurun. Sekarang banyak orang yang tidak berani menaikkan harga dagangan mereka yang kemasannya plastik disebabkan plastik naik, misalnya gorengan. Menaikkan harga gorengan karena kenaikan harga plastik bukanlah solusi," kata Sobur, saat ditemui di tokonya, Rabu (8/4/2026).
Ia menjelaskan, banyak pelaku usaha makanan seperti pedagang gorengan, siomay, nasi, dan lauk pauk memilih menahan harga jual demi menjaga pelanggan. Akibatnya, permintaan plastik sebagai bahan kemasan ikut berkurang.
"Orang-orang seperti pedagang gorengan bala-bala, siomay, pedagang nasi dan lauk pauk tidak berani menaikkan harga produk mereka. Akhirnya penjualan plastik di saya tidak seperti biasanya. Semoga harganya segera stabil kembali," ujarnya.
Kenaikan harga bahan turunan minyak seperti plastik ini menjadi tantangan baru bagi pelaku usaha mikro di daerah, yang harus mencari strategi agar tetap bertahan tanpa kehilangan pelanggan.
(sud/sud)










































