Universitas Indonesia (UI) memperluas kemitraan global melalui penandatanganan nota kesepahaman dengan Shenzhen University of Advanced Technology (SUAT), universitas riset berbasis teknologi di Shenzhen, Tiongkok, pada Kamis (26/3).
Kolaborasi ini menandai langkah strategis dalam memperkuat kerja sama Indonesia-Tiongkok di bidang pendidikan tinggi, riset, dan inovasi teknologi. Kunjungan delegasi UI yang dipimpin Rektor UI, Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU, disambut Presiden SUAT, Jianping Fan, beserta jajaran pimpinan universitas.
Pertemuan ini menjadi ruang diskusi substantif terkait arah pengembangan kolaborasi riset lintas disiplin yang relevan dengan tantangan global, seperti transformasi digital, kesehatan, dan keberlanjutan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melalui penandatanganan MoU, UI dan SUAT menyepakati pengembangan kerja sama yang terstruktur dan berorientasi pada luaran (output-driven collaboration).
Fokus utama mencakup joint research pada bidang engineering, science, mathematics, health sciences, serta international language, dengan pendekatan interdisipliner dan berbasis kebutuhan industri. Selain itu, kedua institusi akan mengembangkan program pertukaran dosen dan mahasiswa, co-supervision riset, serta penyelenggaraan konferensi dan publikasi ilmiah bersama.
Rektor UI menegaskan bahwa kemitraan ini adalah bagian strategi UI dalam memperkuat ekosistem riset yang kolaboratif dan berdampak. "Kami melihat SUAT sebagai mitra strategis yang memiliki kesamaan visi dalam pengembangan sains dan teknologi berbasis riset mutakhir. Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga inovasi yang dapat dihilirisasi dan memberikan solusi nyata bagi masyarakat," ujar Prof. Heri.
Sebagai institusi yang relatif baru, SUAT memiliki fondasi kuat dalam ekosistem riset Tiongkok. Didirikan pada Mei 2024 oleh Pemerintah Kota Shenzhen dengan persetujuan Kementerian Pendidikan Tiongkok, SUAT dibangun berbasis Shenzhen Institutes of Advanced Technology (SIAT) di bawah Chinese Academy of Sciences.
Kampus utamanya di Distrik Guangming merupakan bagian dari Guangming Science City, kawasan strategis dalam pengembangan Greater Bay Area sebagai pusat sains dan teknologi global.
SUAT mengusung paradigma "New Engineering" dan "New Medicine" melalui tujuh institut interdisipliner, mencakup biologi sintetik, teknik biomedis, ilmu material, hingga computing power microelectronics-yang merupakan salah satu yang pertama di Tiongkok. Model
"Three Academies as One" yang diterapkan mengintegrasikan pendidikan, riset, dan industri dalam satu ekosistem, dengan tujuan menghasilkan talenta unggul yang kompeten secara akademik sekaligus adaptif terhadap kebutuhan industri dan kewirausahaan berbasis teknologi.
Untuk itu, Presiden SUAT menekankan pentingnya kolaborasi internasional dalam mempercepat inovasi. "Sebagai universitas yang berfokus pada integrasi pendidikan, riset, dan industri, SUAT berkomitmen untuk membangun platform kolaborasi global. Kemitraan dengan UI akan memperkuat pertukaran pengetahuan dan mempercepat pengembangan solusi inovatif di bidang sains dan teknologi, sekaligus mencetak talenta global yang siap menghadapi tantangan masa depan," ujar Jianping Fan.
Kemitraan UI dan SUAT diharapkan menjadi katalis dalam penguatan hubungan akademik Indonesia-Tiongkok, sekaligus membuka peluang kolaborasi riset yang lebih luas di kawasan Asia. UI akan terus mendorong kerja sama internasional yang tidak hanya meningkatkan reputasi global, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kesejahteraan masyarakat
(yum/yum)










































