Sederet Fakta Viral Pria Joget Cuan MBG Rp 6 Juta Per Hari

Sederet Fakta Viral Pria Joget Cuan MBG Rp 6 Juta Per Hari

Tim detikJabar - detikJabar
Kamis, 26 Mar 2026 08:30 WIB
Aksi joget seorang pria pemilik dapur SPPG viral di media sosial dan membuat netizen geram. Dinarasikan seorang pria yang diketahui bernama Hendrik Irawan tersebut flexing penghasilan Rp 6 juta per hari dari usaha SPPG yang dimilikinya.

Badan Gizi Nasional pun merespons hal tersebut. Wakil Ketua BGN, Nanik S Deyang, menyebut pihaknya telah memberikan teguran keras. BGN juga telah men-suspend dapur miliknya lantaran tidak sesuai ketentuan petunjuk teknis (juknis).
Viral Pemilik SPPG Joget di Dapur MBG. Foto: Media Sosial
Bandung -

Media sosial dihebohkan dengan viral aksi joget-joget seorang pria di sebuah ruangan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Tak cuma itu, pria itu juga pamer keuntungan hingga Rp 6 juta per hari dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankannya.

Lantas bagaimana kronologinya? Berikut rangkuman faktanya:

Mitra MBG Asal Batujajar

Berdasarkan hasil penelusuran, pria tersebut merupaka mitra MBG asal Pangauban, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Dalam video tersebut, pria itu berjoget diiringi musik di dalam sebuah kantor SPPG.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Video joget-joget itu diunggah di akun TikTok Hendrik Irawan MBG pada 15 Maret 2026. Video joget-joget itu sudah ditonton oleh 1,2 juta orang dan disukai 10,6 ribu orang. Namun pemilik akun menonaktifkan kolom komentarnya.

ADVERTISEMENT

Video itu kemudian viral setelah diunggah ulang oleh akun-akun lainnya. Netizen menyayangkan aksi mitra MBG itu joget-joget kemudian membalas komentar netizen dengan memamerkan pendapatan harian dari program itu sebesar Rp6 juta per hari.

Dapur MBG Pria Itu Ditutup

Badan Gizi Nasional (BGN) sudah buka suara soal insiden ini. BGN menutup sementara dapur SPPG milik Hendrik Irawan, tersandung kontroversi di media sosial.

Dalam videonya itu, Hendrik tampak asyik berjoget di dalam area kerja SPPG. Narasi mengenai perolehan 'cuan' atau pendapatan sebesar Rp6 juta per hari menjadi sumbu ledak kemarahan warganet di kolom komentar.

BGN bergerak cepat merespons kegaduhan yang ditimbulkan oleh video tersebut. Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang melabeli tindakan Hendrik sebagai perilaku yang overacting dan menyatakan kekecewaannya atas sikap mitra yang dinilai tidak profesional itu.

Selain masalah konten video 'Joget Cuan MBG', BGN juga menaruh perhatian serius pada pelanggaran prosedur kesehatan yang terlihat dalam rekaman tersebut. Nanik mempertanyakan mengapa Hendrik berjoget di dalam dapur tanpa menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap.

Pemilik SPPG Minta Maaf ke Prabowo

detikJabar sudah berusaha mengonfirmasi melalui pesan WhatsApp dan panggilan telepon terkait video viral itu namun belum ada respons dari yang bersangkutan.

Namun dalam video terbarunya, Hendrik Irawan mengunggah permintaan maaf atas aksi nyelenehnya. Ia memohon maaf pada netizen karena ramai hujatan atas aksi joget-jogetnya yang viral.

"Saya Hendrik Irawan memohon maaf pada netizen, saya tidak masalah dihujat setiap hari, dan saya tidak ada tujuan melecehkan program Bapak Presiden Prabowo Subianto," kata Hendrik dalam unggahannya.

Penjelasan soal Keuntungan Rp 6 Juta

Di video lainnya ia juga membahas soal keuntungan Rp6 juta yang ia dapatkan per harinya. Keuntungan Rp6 juta itu sebetulnya merupakan insentif yang ia dapatkan dari Presiden Prabowo Subianto.

"Jadi itu bukan kami dapat dari jatah MBG anak-anak, tapi itu insentif dari Pak Prabowo Subianto karena saya membangun dapur SPPG ini menggunakan uang saya sendiri. Saya tidak membangun SPPG ini menggunakan uang pemerintah," kata Hendrik.

Ia juga meminta kepada Presiden Prabowo Subianto yang menggagas program tersebut.

"Saya pun mau mohon maaf kepada Bapak Presiden selaku simbol negara selaku pimpinan tertinggi," ujar Hendrik.

Pernah Viral Hilang Uang SPPG Rp 1 Miliar

Mitra MBG bernama Hendrik Irawan itu sebelumnya juga pernah viral karena menjadi korban dugaan kelalaian bekas kepala SPPG-nya. Saat itu, SPPG yang berlokasi di Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), kehilangan saldo Rp1 miliar.

Kepala SPPG-nya diduga menjadi korban phising, dampaknya dapur SPPG milik Hendrik Irawan tak bisa beroperasi imbas kehilangan saldo untuk operasional memasak dan penyaluran MBG.

Sudah Keluarkan Modal Rp 3,5 M

Di unggahan terbarunya, Hendrik yang memiliki Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) meminta maaf atas ulahnya itu. Ia juga menjelaskan panjang lebar soal maksud dari keuntungan Rp6 juta per hari yang didapatkannya.

"Jadi hari ini saya menjelaskan insentif Ro6 juta yang saya dapatkan itu darimana. Jangan sampai netizen blunder. Jadi itu insentif bukan diambil dari jatah anak-anak, itu dari insentif yang bapak presiden (Prabowo Subianto) berikan," kata Hendrik dalam unggahannya seperti dilihat detikJabar, Rabu (25/3/2026).

Hendrik menjelaskan ia mengeluarkan modal hingga Rp3,5 miliar membangun SPPG di Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat. SPPG miliknya itu berdiri di atas lahan yang luasnya sekitar 1.000 meter persegi.

"Kami membangun dapur ini pakai uang sendiri. Saya membangun SPPG ini tidak memakai uang pemerintah. Nah dari pemerintah berkolaborasi dengan mitra, uang itu hanya pengganti selama program berjalan. Bukan cuma-cuma, tapi saya mengeluarkan modal Rp3,5 M untuk ikut program bapak Prabowo ini," katanya.

Belum Balik Modal

Hendrik menjelaskan ia sama sekali belum balik modal meskipun mendapatkan Rp6 juta per hari. Uang itu juga tidak didapatkannya setiap hari selama sebulan penuh.

"Jadi dari Pak Presiden Prabowo memberikan apresiasi, bahwa saya membangun dapur yang bagus. Jujur saja kami belum balik modal sampai sekarang. Lalu uang itu, bukan Rp6 juta dikali 30 hari, tapi dikalikan 24 hari," katanya.

Bingung Kenapa Dirujak Netizen

Di sisi lain, Hendrik menyayangkan mengapa hanya dirinya saja yang dirujak netizen. Sebab semua SPPG yang menjalankan program tersebut mendapatkan nominal insentif yang sama.

"Semua SPPG dapat, jadi bukan saya saja yang dapat. Tapi kenapa netizen menyerang saya saja. Saya enggak masalah sebetulnya, saya meminta maaf atas huru-hara di media sosial karena ulah saya. Bilamana ada tutur kata saya yang menyakiti netizen, saya memohon maaf," katanya.

"Kami mengemas harga Rp8 ribu, harga Rp10 ribu menjadi bagus, menu rasa bintang 5 tapi harga kaki 5. Nah SPPG Pangauban mampu memberi kualitas yang sangat baik, kualitas bagus. Sekali lagi, jadi uang Rp6 juta itu, saya tidak mengambil hak anak bangsa, tidak mengurangi kualitas menu," imbuhnya.

Kaget dengan Keputusan BGN

Buntut aksi tak eloknya itu, kini Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan sanksi pada Hendrik dengan menyetop sementara operasional dapur SPPG-nya. Belum diketahui berapa lama SPPG itu ditutup oleh BGN.

"Pagi ini saya diberhentikan oleh Ibu Nani selaku Wakil Kepala BGN. Kemudian pengawas BGN, Pak Doni Sitorus juga menelepon saya tadi pagi, beliau bilang ' Pak Hendrik, SPPG bapak ditutup ya'. Saya tidak apa-apa, mungkin netizen akhirnya puas," kata Hendrik Irawan dalam unggahan terbarunya seperti dilihat detikJabar, Rabu (25/3/2026).

Hendrik kaget atas keputusan BGN menutup sementara dapur SPPG-nya. Namun ia mengakui ada beberapa hal dalam operasional BGN yang mungkin menjadi penilaian dan faktor penyebab SPPG-nya ditutup.

"Awalnya saya merasa kaget kok permasalahan ini menjadi besar, menjadi huru-hara. Tapi memang ini kesalahan saya, saya tidak mematuhi protokol, seperti saya nge-dance itu di ruangan pengemasan. Saya tidak menyangka akan viral seperti ini," kata Hendrik.

Ratusan Relawan MBG Terdampak

Di sisi lain, penutupan SPPG itu berdampak pada nasib ratusan relawan yang bertugas dalam operasional dapur SPPG. Mulai dari memasak, pengemasan, distribusi, hingga pencucian ompreng MBG.

"Dengan keputusan BGN, ada sekitar 150 relawan yang tidak akan bekerja. Jadi mungkin inilah dampaknya mungkin saya terlalu frontal, saya sangat prihatin bagaimana nasib relawan saya, 150 relawan yang benar-benar sudah semangat," katanya.

(ral/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads