Puncak Arus Balik dan Wisata Sukabumi Meriah, 4 Kali One Way Diterapkan

Puncak Arus Balik dan Wisata Sukabumi Meriah, 4 Kali One Way Diterapkan

Siti Fatimah - detikJabar
Rabu, 25 Mar 2026 10:41 WIB
Kepadatan arus lalu lintas di jalan arteri setelah keluar dari GT Parungkuda
Kepadatan arus lalu lintas di jalan arteri setelah keluar dari GT Parungkuda. Foto: Siti Fatimah/detikJabar
Sukabumi -

Puncak arus balik dan kedatangan wisatawan di Kabupaten Sukabumi berlangsung meriah. Kepadatan kendaraan yang mengular di jalur utara hingga selatan membuat polisi harus bekerja ekstra, bahkan menerapkan rekayasa lalu lintas berupa contra flow (CB) one way hingga empat kali dalam sehari.

Deru mesin kendaraan terdengar nyaris tanpa jeda di sepanjang jalur arteri. Dari arah Bogor menuju Gerbang Tol Parungkuda, antrean kendaraan tampak padat merayap, begitupun sebaliknya dari arah Palabuhanratu menuju GT Parungkuda. Situasi ini mendorong Satuan Lalu Lintas Polres Sukabumi untuk sigap melakukan berbagai langkah penguraian arus.

Kasat Lantas Polres Sukabumi AKP Abdurrohman Hidayat mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah strategi sejak awal Operasi Ketupat Lodaya 2026. Salah satunya dengan menurunkan tim urai yang rutin berpatroli di jalur utara dan selatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tim ini memastikan tidak ada hambatan di jalan, seperti kendaraan mogok atau parkir di bahu jalan yang bisa memicu kemacetan," kata Hidayat kepada detikJabar di Posko Terpadu Exit Tol Parungkuda, Rabu (25/3/2026) dini hari.

ADVERTISEMENT

Selain itu, petugas juga ditempatkan di titik-titik persimpangan krusial yang rawan kepadatan. Kehadiran personel di lapangan menjadi kunci untuk mempercepat respons terhadap dinamika arus lalu lintas yang terus berubah.

Berbagai rekayasa lalu lintas pun diterapkan secara situasional. Mulai dari sistem buka-tutup jalur hingga one way lokal di sejumlah titik. Khusus di jalur utara, rekayasa one way tercatat telah dilakukan sebanyak empat kali.

"Untuk jalur utara kami laksanakan one way empat kali. Di simpang Cikidang juga kami lakukan buka-tutup untuk mengurai arus dari Gate Tol Parungkuda menuju Simpang Ratu," ujarnya.

Menurut Hidayat, skema one way terbukti efektif. Dalam sekali penerapan, petugas mampu menarik sekitar 1.500 hingga 2.000 kendaraan menuju arah Gerbang Tol Parungkuda.

Sementara untuk arus sebaliknya yaitu dari arah GT Parungkuda menuju Palabuhanratu, rekayasa yang dinilai lebih tepat adalah sistem buka-tutup. Hal itu dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi kepadatan dan aspek keselamatan pengguna jalan.

Selama Operasi Ketupat Lodaya 2026 berlangsung, polisi mencatat sudah lebih dari 10 kali menerapkan one way. Lonjakan volume kendaraan tahun ini disebut lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, baik di jalur arteri Kabupaten Sukabumi maupun jalur nasional.

"Prioritas kami penguraian arus dari Simpang Ratu ke GT Parungkuda. Untuk gelombang pertama, puncaknya Selasa (24/3) hingga malam karena arus kendaraan terpantau sudah meriah dan cukup padat," tutupnya.




(sud/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads