Kisah Jalur Rahasia di Bawah Jembatan Indramayu Saat Musim Mudik

Kisah Jalur Rahasia di Bawah Jembatan Indramayu Saat Musim Mudik

Burhanuddin - detikJabar
Selasa, 24 Mar 2026 07:30 WIB
Seorang warga hendak memasuki terowongan kolong jembatan Indramayu saat arus mudik Lebaran 2026.
Seorang warga hendak memasuki terowongan kolong jembatan Indramayu saat arus mudik Lebaran 2026. (Foto: Burhannudin/detikJabar)
Indramayu -

Terik matahari menggantung tanpa ampun di atas Jalur Pantura Indramayu. Laju kendaraan pemudik tak pernah benar-benar berhenti, menciptakan aliran panjang yang riuh dan padat di atas aspal panas. Namun, di balik hiruk-pikuk itu, tersembunyi cerita lain-lebih senyap, tapi penuh makna-yang hidup di bawah kolong jembatan.

Terowongan di bawah jembatan Desa Lohbener, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, merupakan jalur alternatif yang lahir bertahun-tahun lalu. Jalur ini muncul karena kebutuhan aktivitas warga, terutama saat tekanan arus mudik dan balik memuncak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penutupan sejumlah titik putar balik (u-turn) oleh aparat demi kelancaran arus mudik membuat akses warga menjadi terbatas. Untuk sekadar berpindah sisi jalan, mereka semula harus menempuh jarak berkilo-kilometer.

Di Desa Lohbener, jalur bawah jembatan ini hadir menjadi solusi. Bukan sekadar jalan pintas, tempat ini adalah simbol ketahanan dan kreativitas masyarakat setempat dalam menyiasati keadaan.

ADVERTISEMENT

Sepeda motor mengantre rapi, perlahan menuruni sisi jalan menuju kolong jembatan yang biasanya basah dan berlumpur. Warga setempat bahu-membahu mengubah kondisi tersebut menjadi lintasan yang layak dilalui.

Bambu-bambu disusun rapat membentuk jembatan sederhana. Aliran air dibendung agar tidak menggenangi lintasan. Di sudut lain, mesin pompa bekerja tanpa henti menjaga jalur tetap kering. Semua dilakukan secara swadaya tanpa sentuhan teknologi canggih; hanya mengandalkan kekuatan gotong royong.

Tak ada tarif resmi untuk melintas. Pengendara cukup memberi uang seikhlasnya. Nominal kecil yang terkumpul kemudian digunakan kembali untuk merawat jalur agar tetap aman digunakan.

"Seikhlasnya saja. Kami bersedia meringankan perjalanan sesama warga," ujar Kaso, salah satu relawan yang berjaga di terowongan kolong jembatan ini, saat ditemui pada Senin (23/3/2026).

Bagi Dulkarim (55), seorang buruh tani setempat, keberadaan jalur ini sangat membantu aktivitasnya sehari-hari. Ia tak perlu lagi terjebak dalam kemacetan panjang atau memutar jauh hanya untuk pergi ke sawah yang lokasinya berseberangan dengan rumahnya.

"Kalau lewat sini lebih cepat, cuma beberapa menit saja. Uang yang diberikan juga seikhlasnya, tidak memberatkan," ujarnya saat diwawancarai usai melewati terowongan tersebut.

Di balik operasionalnya, ada kerja keras yang tak terlihat. Kaso, salah satu penggagas jalur ini, memastikan semuanya berjalan aman. Ia dan warga lain rutin memeriksa kekuatan bambu, menjaga pompa tetap menyala, dan memastikan jalur tidak berubah menjadi kubangan.

Menurutnya, jalur ini justru lebih aman dibanding kebiasaan lama warga yang nekat membuka paksa pembatas jalan di jalur utama. Kini, mereka punya alternatif yang lebih tertib meski sangat sederhana.

"Kalau sebelum ada ini (terowongan), warga pada nekat buka putar balik yang ditutup polisi di jalan Pantura. Itu jelas membahayakan, selain memang melanggar aturan," katanya.

Fenomena ini bukan hal baru. Setiap musim mudik, jalur ini kembali hadir menjadi bagian dari dinamika Pantura Indramayu. Ia bukan sekadar jalan darurat, tetapi juga ruang adaptasi-tempat warga menemukan cara untuk tetap bergerak di tengah keterbatasan.

Di atas jembatan, ribuan kendaraan terus melaju tanpa henti. Pada Senin, 23 Maret 2026 ini, ribuan pemudik tengah menempuh perjalanan kembali ke tanah perantauan di Jabodetabek.

Sementara di bawahnya, kehidupan berjalan dengan ritme yang berbeda. Lebih pelan, lebih sederhana, namun tak kalah penting dalam menjaga roda ekonomi warga agar tetap berputar.

(iqk/iqk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads