Memasuki H+1 Lebaran, arus wisatawan mulai memadati jalur Cipari-Palutungan yang menjadi akses utama menuju sejumlah objek wisata di kaki Gunung Ciremai, tepatnya di Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan. Sejak siang hari, peningkatan volume kendaraan terlihat cukup signifikan di jalur tersebut.
Berdasarkan pantauan detikJabar pada Minggu (22/3/2026) sekitar pukul 14.50 WIB, berbagai jenis kendaraan tampak merayap di lintasan yang berkelok dan menanjak. Arus lalu lintas didominasi kendaraan pribadi, baik roda dua maupun roda empat. Selain itu, sejumlah bus pariwisata dan mobil bak terbuka (pikap) yang mengangkut penumpang juga turut melintas, menambah kepadatan jalur wisata tersebut.
Kapolsek Cigugur, AKP Kuswa, menjelaskan bahwa lonjakan kendaraan memang sudah mulai terasa sejak pagi hari. Ia menyebut peningkatan arus mulai terlihat sejak pukul 10.00 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ramai lancar. Tadi kita sudah hitung persatu menit untuk roda dua sekitar 40 sampai 50 kendaraan. Untuk roda empat 10 sampai 15 kendaraan. Didominasi luar kota untuk roda empat. Terus objek wisata juga ada beberapa yang memang lumayan ramai seperti Arunika, Botanika. Mulai ramai sekitar pukul 10.00 WIB," tutur Kuswa saat ditemui di lokasi.
Meski volume kendaraan meningkat, kondisi lalu lintas secara umum masih terbilang ramai lancar. Ketersendatan yang terjadi pun relatif singkat dan umumnya disebabkan oleh aktivitas kendaraan yang keluar-masuk kawasan wisata. Salah satu titik kepadatan terlihat di depan objek wisata Arunika, di mana antrean kendaraan sempat mengular di sekitar pintu masuk.
"Kemacetan kalau yang di sana mungkin disebabkan karena keluar masuk mobil saja. Jadi ketika ini mobil parkir, dari sini mau ke sana, dari sini jadi kan nyendat dulu. Dan itu nggak berpengaruh banyak dalam artian ketersendatannya. Masih bisa diatasi," tutur Kuswa.
Namun, untuk titik yang lebih krusial, Kuswa menyoroti jalur Cileuleuy arah Palutungan. Jalan desa yang sempit dan berada di kawasan padat penduduk itu kerap menjadi alternatif bagi pengendara dari arah Kuningan Kota, sehingga berpotensi menimbulkan kepadatan lebih tinggi.
"Di sana memang karena jalannya sempit. Tapi di sana ada tiga pos mengatur, ada penempatan personel di sana. Di pertigaan Mulya Asih, Cileuleuy Puncak, Cileuleuy sampai Sukamulya ada untuk mengurai. Tapi selama ini ya masih bisa jalan. Karena padat kendaraan, dari sini ada yang mau masuk, dari atas juga ada yang mau turun, itu yang membuat tersendat. Karena memang jalannya sempit," tutur Kuswa.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk tetap menggunakan jalur utama Cipari-Palutungan guna menghindari kemacetan yang lebih parah.
Kuswa memprediksi peningkatan arus kendaraan menuju kawasan wisata Kuningan akan terus berlangsung hingga beberapa hari ke depan. Pihak kepolisian juga telah menyiapkan berbagai skema rekayasa lalu lintas, termasuk penerapan sistem satu arah (one way) jika terjadi lonjakan ekstrem.
"Puncaknya kalau dilihat dari hari libur mulai besok sampai lusa ada peningkatan terus. Sampai Rabu saya kira masih ramai. Yang melintas ke arah Cigugur untuk roda dua selalu cek rem. Karena jalannya kan menurun ketika pulang. Jadi rem harus memang prima, normal. Terus jangan sekali-sekali mematikan mesin," pungkas Kuswa.
Di tengah meningkatnya arus wisatawan, pengendara diimbau untuk tetap waspada, menjaga kondisi kendaraan, serta mematuhi arahan petugas demi keselamatan bersama di jalur pegunungan yang menantang tersebut.
(dir/dir)











































