Gema takbir yang seharusnya disambut dengan sukacita justru berubah menjadi kepanikan bagi Asep dan Angga. Dua warga Kuningan ini harus merasakan insiden terjebak di dalam ruko martabak tempat mereka bekerja di Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Kuningan, tepat di Hari Raya Lebaran.
Insiden unik sekaligus mendebarkan ini bermula pada malam Lebaran, Jumat (20/3/2026). Sang pemilik toko martabak, Muharram, menyerahkan kunci ruko kepada pegawainya, Asep. Namun, petaka muncul saat fajar menyingsing. Ketika waktu Subuh tiba dan mereka bersiap untuk pulang, kunci tersebut raib entah ke mana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Asep dan Angga pun terjebak di balik pintu besi yang terkunci rapat. Tanpa adanya kunci cadangan, ruang ruko yang biasanya menjadi tempat mencari nafkah itu mendadak terasa sempit dan mengurung mereka selama berjam-jam.
Rasa panik mulai menyelimuti keduanya. Setelah berbagai upaya mandiri gagal, atas saran rekannya, Asep akhirnya memutuskan untuk menghubungi petugas pemadam kebakaran. Laporan darurat itu masuk ke meja Damkar Kuningan pada Sabtu (21/3/2026) sekitar pukul 09.21 WIB. Tak butuh waktu lama, dua personel Damkar langsung diterjunkan ke lokasi.
"Kemarin saat berjualan martabak diberi kunci ruko oleh pemilik warung martabak bapak Muharram, kemudian saat tadi pagi mau pulang, kunci rukonya hilang saat melayani martabak. Akhirnya korban dan rekannya Angga terjebak di dalam ruko. Karena panik akhirnya korban menghubungi call center Damkar Kuningan untuk meminta bantuan membuka pintu ruko," tutur Kepala UPT Damkar Kuningan, Andri Arga Kusuma, Sabtu (21/3/2026).
Setibanya di lokasi, petugas mendapati Asep dan Angga masih tertahan di dalam. Karena situasi mendesak dan tidak adanya akses masuk lain, petugas terpaksa mengambil tindakan darurat dengan membongkar paksa pintu ruko tersebut.
Proses evakuasi sempat berjalan alot lantaran ukuran pintu yang cukup besar dan kokoh. Namun, berkat kesigapan petugas, dalam waktu 15 menit, pintu akhirnya terbuka dan kedua pria tersebut bisa menghirup udara bebas kembali.
"Dikarenakan tidak ada kunci cadangan anggota terpaksa membongkar paksa pintu ruko supaya korban bisa keluar. Selesai sekitar pukul 09.45 WIB, " tutur Arga.
Meski berakhir tanpa korban jiwa, kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi warga. Damkar Kuningan mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan teliti dalam menjaga benda-benda krusial seperti kunci akses bangunan.
Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan darurat, baik kebakaran maupun penyelamatan non-kebakaran, dapat menghubungi Call Center UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kuningan di nomor (0232) 871113.
(sud/sud)
