Suasana berbeda tampak di Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Jembatan Timbang Losarang, Kabupaten Indramayu. Jika biasanya lokasi ini identik dengan aktivitas penimbangan kendaraan angkutan barang, kini fungsinya bergeser sementara menjadi ruang rehat bagi para pemudik yang melintasi Jalur Pantura pada Lebaran 2026.
Perubahan ini menghadirkan nuansa yang lebih ramah. Di tengah arus kendaraan yang terus mengalir, para pemudik dapat menepi dan menikmati beragam fasilitas yang telah disiapkan. Mulai dari toilet, musala, posko kesehatan, kursi pijat, jasa pijat, hingga tempat tidur lipat tersedia untuk membantu memulihkan stamina.
Kepala UPPKB Jembatan Timbang Losarang, Mardian Hidrayanto, menegaskan bahwa fasilitas tersebut memang disiapkan untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi pemudik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selain tempat istirahat, kami juga menyediakan beragam fasilitas. Tujuannya memberi kenyamanan bagi pemudik yang beristirahat," kata Mardian di lokasi, Rabu (18/3/2026) sore.
Tak hanya fasilitas dasar, pengunjung juga dapat menikmati layanan hiburan seperti karaoke dan arena bermain anak, serta sajian makan dan minum gratis. Kehadiran berbagai fasilitas ini membuat rest area terasa lebih hidup dan bersahabat bagi semua kalangan, termasuk keluarga yang membawa anak kecil.
Menariknya, pengelola juga menggandeng sejumlah perusahaan swasta untuk memperluas layanan. Salah satu yang paling diminati adalah bengkel gratis untuk kendaraan roda dua, lengkap dengan layanan servis dan penggantian oli tanpa biaya.
"Termasuk yang di depan itu yang antre, itu ada bengkel untuk servis gratis, selain servis juga ada ganti oli gratis. Di sini kita juga memang menjalin kerja sama dengan perusahaan swasta untuk meningkatkan fasilitas pelayanan kepada masyarakat," ungkap Mardian.
Rest area ini telah beroperasi sejak 13 Maret 2026, bertepatan dengan dimulainya Operasi Ketupat Lodaya, dan akan terus melayani selama 24 jam hingga 30 Maret 2026, saat arus balik berakhir. Mardian juga mengajak para pemudik untuk memanfaatkan fasilitas tersebut tanpa ragu.
"Semua bisa dinikmati gratis, silakan datang dan nikmati fasilitas yang ada di sini," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa meski sejumlah mitra swasta bergabung secara bertahap, pihaknya tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik sejak awal operasional.
"Kita memang mulai buka itu 13 Maret, tapi memang dari stakeholder lain (perusahaan swasta), ada yang baru bergabung tanggal 15 ada yang tanggal 19. Meski begitu kami tetap berusaha memberikan fasilitas yang terbaik," ujar dia.
Kehadiran rest area ini pun disambut positif oleh para pemudik. Fila (40), warga Bekasi yang tengah dalam perjalanan menuju Wonogiri, Jawa Tengah, mengaku terbantu dengan fasilitas yang tersedia. Ia melakukan perjalanan bersama keluarga menggunakan dua sepeda motor.
Fila melakukan perjalanan panjang ini bersama suami, dua anak, dan sepupu. Menurutnya, perjalanan jauh bersama anak-anak membutuhkan perhatian ekstra, terutama dalam hal istirahat.
"Kalau bawa anak, tuh, harus sering istirahat karena kasihan mereka lebih sering capek ketimbang ibu dan bapaknya. Rest area yang nyaman menjadi kebutuhan penting biar kondisi tetap fit," ujar Fila saat ditemui di lokasi.
Dari Kota Bekasi, Fila berangkat pukul 10.00 WIB pagi hari dan sampai di Losarang Indramayu pada sore hari sekitar pukul 15.00 WIB. Ia dan suami memutuskan untuk tidak terlalu cepat mengemudikan kendaraannya sebab ada anak kecil. Ia juga mengaku baru benar-benar beristirahat cukup lama saat tiba di Losarang.
"Kalau dari Bekasi baru istirahat di sini. Sebenarnya tadi berhenti-berhenti tapi sebentar cuma buat minum-makan anak-anak, yang lama itu baru istirahat di sini," tambahnya.
Dengan berbagai fasilitas yang tersedia, Rest Area UPPKB Losarang kini bukan sekadar tempat singgah, melainkan ruang jeda yang memberi kenyamanan di tengah perjalanan panjang para pemudik.
(dir/dir)
