Jabar Hari Ini: Ambruknya Atap Pasar Sehat Soreang Tewaskan Satu Warga

Jabar Hari Ini: Ambruknya Atap Pasar Sehat Soreang Tewaskan Satu Warga

Tim detikJabar - detikJabar
Senin, 16 Mar 2026 22:00 WIB
Kondisi area atap plafon Pasar Sehat Sehat Soreang, Kabupaten Bandung
Kondisi area atap plafon Pasar Sehat Sehat Soreang, Kabupaten Bandung (Foto: Yuga Hassani/detikJabar).
Bandung -

Beragam peristiwa terjadi di Jawa Barat hari ini, Senin, 16 Maret 2026, mulai dari petugas keamanan di Sukabumi mengadang pelaku curanmor hingga atap bangunan di Pasar Soreang, Kabupaten Bandung, ambruk yang mengakibatkan seorang warga tewas dan tiga lainnya luka-luka.

Berikut rangkuman Jabar hari ini:

Petugas Keamanan Adang Maling Motor

Aksi nekat seorang petugas keamanan menggagalkan pencurian sepeda motor di Kabupaten Sukabumi patut diacungi jempol. Petugas keamanan bernama Angga Gunawan (26) itu mengadang pelaku pencurian motor di kawasan Perumahan Bumi Tando Pratama, Kecamatan Sukaraja. Dalam upaya tersebut, Angga sempat terseret kendaraan pelaku sebelum akhirnya pencuri berhasil diamankan warga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peristiwa itu terjadi di depan Gerbang Tando 1, Kampung Tando, Desa Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi. Saat kejadian, Angga tengah bertugas memantau situasi lingkungan melalui kamera pengawas (CCTV) di ruang monitor.

Saat melakukan pemantauan, Angga melihat gerak-gerik seorang pria yang dinilai mencurigakan. Ia kemudian memastikan pria tersebut diduga kuat hendak melakukan pencurian.

ADVERTISEMENT

"Saat saya memonitor CCTV, ada seseorang dengan gerak-gerik mencurigakan. Setelah dipastikan benar mengarah ke aksi pencurian, saya langsung keluar dan menghadang pelaku di depan Gerbang Tando 1," kata Angga saat dikonfirmas hari ini.

Menurutnya, pelaku awalnya datang dari arah Blok D menuju gerbang perumahan sesaat setelah waktu salat Jumat (13/3). Saat melintas di depan sebuah kedai seblak, pelaku sempat memperhatikan kondisi sekitar.

Tak lama kemudian, pelaku memutar balik kendaraannya dan berhenti di dekat sepeda motor milik korban. Setelah itu, pelaku mencoba membawa kabur kendaraan tersebut.

Melihat kejadian itu, Angga langsung berlari mengejar dan mengadang pelaku. Namun, saat mencoba menghentikan pelaku, ia sempat terseret motor hingga terpental beberapa meter.

"Karena pergerakan pelaku sudah saya pantau sebelumnya, saya langsung menghadang. Saat itu saya sempat terseret kendaraan pelaku sampai terpental beberapa meter," ujarnya.

Meski sempat terjatuh, Angga kembali bangkit dan berusaha menahan pelaku. Aksi tarik-menarik pun sempat terjadi antara keduanya selama sekitar dua menit.

Dalam situasi tersebut, Angga berteriak meminta bantuan dengan meneriakkan kata maling. Teriakan itu memancing warga sekitar datang ke lokasi.

"Waktu terjadi tarik-menarik, saya berteriak maling. Warga kemudian berdatangan dan membantu mengamankan pelaku," katanya.

Pelaku akhirnya berhasil diamankan bersama warga dan dibawa ke pos keamanan setempat sambil menunggu petugas kepolisian datang. Angga mengatakan pelaku yang berjumlah satu orang itu akhirnya bersikap kooperatif dan mengakui perbuatannya.

"Alhamdulillah setelah diamankan, pelaku kooperatif dan mengakui kesalahannya," ujar Angga.

Ia juga mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap tindak kejahatan, terutama dalam menjaga kendaraan bermotor. "Intinya masyarakat harus tetap berhati-hati menjaga barang berharganya, karena kejahatan bisa terjadi kapan saja dan di mana saja," pungkasnya.

Penyebab Truk Sampah Antre 1,5 Kilometer di TPA Sarimukti

Truk sampah dari empat daerah di Bandung Raya yang hendak membuang muatannya ke TPA Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat (KBB) terpaksa antre berjam-jam, bahkan hingga berganti hari.

Truk dengan muatan yang memenuhi bagian belakangnya berjejer di sepanjang jalan menuju TPA Sarimukti hingga 1,5 kilometer. Bau tak sedap menyeruak, ditambah air lindi yang mengucur dari bak truk membasahi permukaan jalan.

Kepala UPTD Pengelolaan Sampah TPA/TPST Regional pada Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, Arief Perdana, mengatakan bahwa salah satu faktor penyebab antrean panjang truk sampah itu adalah jam operasional TPA Sarimukti yang diatur ulang selama bulan Ramadan.

"Ya ada pengaturan jam operasional, biasanya kan dari jam 05.00 sampai jam 18.30, kalau selama Ramadan dikurangi dari jam 06.00 cuma sampai jam 16.30. Cuma kita tambah 1 jam, jadi 17.30 supaya antrean berkurang," kata Arief saat dikonfirmasi hari ini.

Faktor lain yang menyebabkan terjadinya penumpukan truk adalah pembatasan kuota pembuangan sampah yang diterapkan. Setiap daerah dijatah pembuangan sampahnya sesuai Surat Edaran (SE) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Nomor: 6174/PBLS.04/DLH perihal Peringatan dan Pembatasan Pembuangan Sampah ke TPPAS Regional Sarimukti.

Dalam SE itu, Kota Bandung dijatah maksimal 13.738 ton per 2 minggu. Lalu Kota Cimahi maksimal 1.668 ton, kemudian Kabupaten Bandung Barat 1.668 ton, dan Kabupaten Bandung maksimal 3.925 ton per 2 minggu.

"Jadi misalnya kuota minggu lalu sudah habis, nah mereka kalau sudah habis enggak bisa buang dulu. Harus menunggu minggu nanti supaya bisa membuang muatan," kata Arief.

Penyebab lainnya yakni kondisi landasan di area TPA Sarimukti yang licin dan berbahaya bagi kendaraan berbobot berat akibat hujan beberapa hari belakangan. Kendaraan terpaksa lebih berhati-hati sehingga mobilitasnya tidak normal seperti pada musim kemarau.

Ditambah lagi adanya jalan yang terputus di zona 5 atau zona perluasan. Hal itu membuat mobilitas kendaraan yang semula terskema satu arah kini terpaksa diatur ulang menjadi dua arah.

"Untuk jalan licin kita sudah akali dengan pemasangan balok. Kemudian ada jalan yang terputus, kita akan perbaiki menunggu anggaran di APBD perubahan. Kebutuhannya sekitar Rp300 juta," kata Arief.

Atap Pasar Sehat Soreang Roboh, Satu Warga Tewas

Plafon di Pasar Sehat Soreang, Kabupaten Bandung, ambruk secara tiba-tiba pada Senin (16/3/2026). Insiden ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan tiga lainnya luka berat.

Pantauan detikJabar di lokasi, sejumlah pengunjung tampak berkerumun melihat kondisi bangunan yang ambruk. Tiga korban luka berat dan satu korban meninggal dunia langsung dievakuasi petugas ke rumah sakit.

Petugas gabungan sedang mengevakuasi material tembok yang berserakan. Beberapa sepeda motor juga terlihat tertimpa reruntuhan bangunan tersebut.

Petugas langsung memasang garis polisi di area reruntuhan, sementara personel lainnya menyingkirkan material tembok yang berserakan.

Sebanyak 13 kios mengalami kerusakan pada bagian plafon. Peristiwa itu terjadi saat warga sedang beraktivitas di lokasi tersebut.

"Emang sudah retak sebelumnya. Ditambah kan ada gilingan (tepung) mesin. Jadi ada getaran gitu. Kejadiannya sekitar jam 12.30 WIB," ujar pedagang ayam potong, Agus Diman (50), saat ditemui di lokasi.

Agus mengungkapkan, area plafon tersebut memang sudah retak sebelum akhirnya roboh secara tiba-tiba dan menimpa beberapa warga.

"Enggak ada (angin). Ya, tiba-tiba roboh. Jadi udah dari dulu retak di sebelah sini mah. Udah gede retaknya," katanya.

Agus menyebutkan, saat peristiwa terjadi, sejumlah warga panik. Mereka yang berada di dekat lokasi kejadian sempat berusaha menghindar dari reruntuhan.

"Iya, berlarian. Separuh yang di sana mah enggak, enggak bisa lari kan langsung ketimpa itu reruntuhan. Jadi korbannya tiga orang luka berat, dan satu meninggal dunia," jelasnya.

"Korban luka berat kondisinya kelihatan patah-patah. Kalau yang ini (meninggal dunia) mah hancur mukanya, disimpan di situ kan tadi," tambahnya.

Berdasarkan keterangan Agus, korban meninggal dunia tersebut merupakan seorang pembeli. Hal itu dikarenakan para pedagang yang berada di lokasi tertahan di area dalam kios.

"(Korban meninggal dunia) itu yang belanja. Kalau pedagangnya mah ada di dalam, yang belanjanya (yang tertimpa). Pedagangnya alhamdulillah selamat," bebernya.

Dia menyebutkan, saat ini masyarakat merasa waswas akibat insiden tersebut. Warga khawatir kejadian serupa akan menimpa kios-kios lainnya.

"Kalau udah gini mah khawatir atuh ke depannya. Ini kan bangunannya seperti sama kayak gitu tuh (area runtuh)," ungkapnya.

Wali Kota Bandung Soroti Aksi Geng Motor yang Kembali Marak

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan angkat bicara terkait tragedi kematian siswa kelas XI SMAN 5 Bandung, Fahdly Arjasubrata (17). Korban meninggal dunia di Jalan Cihampelas, Kota Bandung, pada Jumat (13/3) malam setelah pulang dari agenda buka puasa bersama (bukber) kawan-kawannya.

Kasus ini masih didalami kepolisian. Farhan mengindikasikan bahwa Fahdly meninggal dunia bukan karena aksi tawuran seperti kabar yang beredar, melainkan menjadi korban serangan geng motor.

"Iyah, indikasinya clear (soal kematian Fahdly, siswa SMAN 5 Bandung Jalan di Cimahpelas diduga akibat geng motor)," kata Farhan saat ditanya awak media hari ini.

Farhan menyebut aktivitas geng motor kini mulai marak kembali di jalanan. Bahkan belum lama ini, dia menemukan langsung di lapangan adanya kelompok motor dengan jumlah personel yang lebih kecil dari biasanya.

"Kelihatannya ada geng motor yang hidup-hidup lagi nih. Kemarin saya lihat sendiri di Jalan Sumbawa, persimpangan Jalan Belitung. Saya lagi naik motor sore-sore, udah mau lampu hijau, tiba-tiba dari sisi Jalan Belitung berombongan tuh enggak sampai 20 orang," ungkapnya.

"Jadi sekarang kelompoknya kecil-kecil, pada pakai baju hitam, knalpotnya brong, bawa bendera negara asing. Ciri-cirinya itu," ujar Farhan menambahkan.

Oleh karena itu, Farhan memastikan Pemkot Bandung tidak akan menoleransi aktivitas apa pun terkait geng motor. Patroli akan digencarkan kembali untuk mempersempit ruang gerak mereka yang berniat melakukan aksi kejahatan jalanan.

"Masalah geng motor, saya sudah lihat sendiri, korbannya sudah ada. Korbannya anak kita sendiri, maka tidak akan ada toleransi untuk geng motor. Tidak boleh kumpul-kumpul pakai motor di pinggir jalan, tidak boleh pawai-pawai bawa motor," katanya.

"Maka Pemerintah kota Bandung serta forkopimda akan melakukan patroli aktif setiap hari untuk mempersempit pergerakan geng motor. Maka geng motor ini akan dikenai tindakan preventif dan represif terukur," imbuhnya.

Farhan mengimbau klub motor yang kerap nongkrong di kawasan Asia Afrika untuk menghentikan sementara aktivitasnya demi menghindari potensi bentrokan. Jika masih ada yang nekat, Farhan memastikan petugas tak segan memberikan sanksi tegas di lapangan.

"Juga kepada para bobotoh Persib jangan mau ditunggangi oleh para perusuh. Jangan sampai ada tuduhan bahwa setiap kali bobotoh ngumpul, maka pasti terjadi kerusuhan. Nah, itu bagian dari kegiatan preventif yang kita lakukan," ungkapnya.

"Sedangkan kegiatan represifnya, kalau sampai terjadi pelanggaran, kita tindak tegas. Kalau ada yang ngumpul dibubarkan. Kita himbau untuk dibubarkan," pungkasnya.

Oknum Guru Ngaji Cabuli Remaja Garut Saat Kampung Sepi Ditinggal Tarawih

Seorang oknum guru ngaji berinisial US (54) diringkus polisi setelah dilaporkan melakukan tindakan asusila terhadap anak di bawah umur berusia 13 tahun di Kabupaten Garut. Aksi bejat itu dilakukan saat suasana perkampungan sepi karena warga tengah melaksanakan salat tarawih.

Peristiwa tersebut terjadi di salah satu perkampungan di Kecamatan Leles, Garut, pada Jumat (13/3) malam sekitar pukul 19.45 WIB. Saat itu, US mendatangi rumah korban dengan modus hendak mengobati nenek korban yang sedang sakit.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, US masuk ke kamar dengan dalih memberikan doa bagi sang nenek yang sedang sakit dan tidak bisa berjalan. Awalnya, pihak keluarga tidak menaruh curiga terhadap gerak-gerik pelaku.

Namun, kecurigaan muncul saat sang nenek mendapati pelaku tengah melakukan tindakan asusila terhadap cucunya. Saksi kemudian berteriak meminta tolong kepada warga, hingga akhirnya US diamankan personel Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat.

Kasat Reskrim Polres Garut AKP Joko Prihatin membenarkan kejadian tersebut. Menurut Joko, saat ini US telah ditetapkan sebagai tersangka dan mendekam di Rutan Mapolres Garut.

"Benar, ada seorang pria yang diamankan terkait dugaan persetubuhan terhadap anak di bawah umur di wilayah Leles. Saat ini sudah dilakukan penahanan," ucap Joko hari ini.

Dia menyebut, US merupakan guru ngaji yang mengajar di madrasah. "Ngajar di madrasah itu. Jadi guru ngaji," ujar Joko.

Joko menjelaskan, US hingga kini masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Garut. Polisi juga memeriksa sejumlah saksi, termasuk korban, untuk mendalami kasus ini.

"Kami pastikan akan ditangani dengan tepat sesuai aturan yang berlaku," pungkas Joko.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Momen Atap Kios di Pasar Soreang Ambruk, 1 Tewas-3 Luka"
[Gambas:Video 20detik]
(wip/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads